Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 25


__ADS_3

Zean memacu mobilnya sepulang kerja, ia menuju kantor Melati. Ia pulang agak terlambat karena meeting bersama atasan. Dan juga ia tak sempat mengabari Melati. tak lam kemudian, ia pun sampai di kantor Melati. di lihatnya sosok wanita yang mukanya berubah masam karena kelamaan menunggu.


“kamu marah ya sama aku?”tanya Zean


“gila ya, aku nungguin kamu sampe setengah jam loh di sini” omel Melati


“iya, aku minta maaf ya sayang. Tadi aku ada meeting dadakan dan aku lupa ngasih kamu kabar”


“kamu itu kebiasaan banget ya, nanti kalo kamu sibuk lagi aku tinggalin kamu naik taksi” ancam Melati


“jangan dong. Kamu sekarang ngambekan ya. Imut banget deh” rayu Zean


“... jadi kamu masih ngambek sama aku? Padhal besok aku mau ke pengadilan agama loh” lanjut Zean


“kamu ngapain ke sana?” tanya melati penasaran


“tapi kemarin kamu minta aku cepat-cepat ngurusin perceraian aku sama Tiara. Yaaahh kalau kamu ngembekan berarti harus aku undur dulu, tunggu hati kamu senang dulu dong” jelas Zean


“kamu serius? Kamu nggak becanda kan?” tanya Melati kegirangan


Zean pun mengangguk mengiyakan apa yang iya katakan. Dengan senang Melati rangkul tanagan Zean dan bersandar di bahunya. Apa yang ia inginkan sebentar lagi akan tercapai pikirnya.


Aku bangun dari tempat tidurku. Aku melihat jam di dinding ternyata sudah jam 15.35 Wib. Aku berjalan menuju dapur, melihat isi kulkas. Tiba-tiba Anggi menghampiri ku.

__ADS_1


“non Tiara lapar? Mau saya masakin non?” tanya nya


“nggak, Raa mau siapin makan malam buat Zean mbak. Ini, di kulkas penuh dengan bahan makanan, emang Zen selalu makan di rumah ya mbak?” tanya ku


“owh, nggak juga non, mas Zean yang selalu suruh saya buat liat isi kulkas terus menggantinya dengan yang baru. Mas Zean stok kalau-kalau non Tiara pulang”


“owh, iya udah. Biar Raa aja yang masak makan malam mbak. Mbak kerjain yang lain aja”


Anggi pun mengangguk mendengar perkataan ku, tiba-tiba saja terselip sebuah pertanyaan di benak ku.


“mbak Anggi pernah liat orang lain datang ke rumah ini selain aku sama Zean?” tanya ku tiba-tiba


“nggak ada mbak. Di sini Cuma ada mas Zean sendiri aja semenjak non Tiara pergi.” Jawab Anggi


“nggak ada non. Mas Zean Cuma bilang mbak pergi mudik, mau jenguk orang tua non. Cuma bilang gitu aja non” jelas Anggi


Aku pun mengangguk mendengar apa yang di katakan Anggi. Aku nggak menyangka kalau Zean sama sekali tidak pernah membawa melati kerumah ini. Mungkin dia masih menghargai aku sebagai istrinya. Dan bodohnya aku pergi meninggalkannya seperti itu saja. Aku membuatkan makanan kesukaan Zean. Dan berharap Zean pulang cepat hari ini.  Setelah selesai masak aku pun mandi, mempercantik diri seakan-akan masih pengantin baru. Ku gunakan parfum yang Zean belikan untuk ku. Tak lama setelah itu aku melihat dari jendela kamar ku, ada sebuah mobil memasuki pekarangan ruamh. Dan benar saja itu adalah mobil Zean. Perasaan ku sangat gugup, ntah apa yang akan aku bilang ke dia saat Zean melihat kku sudah di rumah lagi. Aku turun untuk menemuinya.


“Bii, kamu kah itu? Kamu pulang Bii?... “ tanya Zean, dan akku hanya mengangguk


“.... akhirnya kamu kembali Bii. Kamu kemana aja? Aku khawatir” lanjutnya


“emm. Ganti lah baju mu dulu, aku udah masakin kamu karedok. Kamu pasti lapar pulang kerja” ucap ku

__ADS_1


“ya udah langsung makan aja Bii, aku bneran udah lapar. Aku kangen masakan kamu” ucapnya sambil berjalan menuju dapur


“ya udah terserah mu” jawab ku


Zean makan dengan lahapnya, badannya sedikit kurus. Mungkin karena tidak makan dengan teratur atau masalah yang menimpa kami. Aku pun memberanikan diri untuk berbicara terus terang kepadanya.


“Zean, aku minta maaf” ucap ku


“kamu minta maaf buat apa sayang?” tanya Zean bingung


“iya aku pergi dari rumah, nggak bilang-bilang sama kamu.terus aku minta maaf belum bisa jadi istri yang baik buat kamu”


Zean pun terdiam mendengar ucapan ku


 “.... aku tau selama ini aku egois, nggak mikirin perasaan mu dan kekanak-kanakan. Aku minta maaf, aku udah memikirkan semua kesalahan ku selama ini di rumah ayah.” Lanjut ku


“kamu pulang ke rumah ayah Bii?” tanya nya


“iya, tapi ayah sama sekali nggak menyalahkan mu kok. Sesudah di nasehati ayah aku sadar semua ini salah aku, aku yang nggak bisa ngertiin kamu”


“nggak gitu Bii....”


“aku benar-benar minta maaf, dan aku mau kita mulai semua dari awal lagi” ucap ku memutuskan omongan Zean

__ADS_1


Aku yakin Zean nggak menyangka, aku akan ngomong seperti ini. Dia terdiam mendengar semua apa yang aku katakan


__ADS_2