
"Ndre.... Andre..." panggil ku
Tapi Andre masih hanyut dalam lamunannya, ia sama sekali tak menyahut panggilan ku. Entah masalah apa yang ada di dalam benaknya sekarang, sampai-sampai ia sama sekali tidak mendengar ku berbicara.
"ANDREEEE....." teriak ku
Andre tiba-tiba mengerem mendadak dan melihat ke arah ku, aku pun kaget melihat kelakuannya yang hampir membuat kami celaka.
"Kamu kenapa sih Raa? Tiba-tiba teriak kayak gitu?" tanya Andre sedikit marah
"Kamu yang kenapa? Jelas-jelas aku udah cerita panjang lebar tapi kamu sama sekali enggak dengerin aku tau gak sih? Kamu lagi mikirin apaan sih? Sampai segitunya" tanya ku balik
"Owh sorry Raa, aku ada urusan kantor yang masih ngeganjal di fikiran jadi sedikit kurang fokus tadi" ucap Andre sambil meljukan mobilnya lagi
"Masalah? Kalau kamu memang lagi sibuk ya gak apa-apa kok aku sendirian urus semuanya. Kamu balik ke kantor aja lagi, siapa tau itu masalah besar kan?" usul ku
"Enggak juga sih Raa, cuma aku belum dapat jalan keluarnya aja. Aku udah suruh Danu buat urus masalah ini kok, lagian kamu kan udah janji mau traktir aku" ucap Andre
__ADS_1
"Iya kalau menurut mu ini gak masalah ya udah ayo, tapi kalau nanti ujung-unjungnya malah bikin kamu repot kan bahaya" ucap ku
"Enggak kok, jadi kemana tujuan kita pertama?" tanya Andre mengalihkan pembicaraan kami
Aku mengurus semua berkas-berkas ku, mulai dari paspor, visa dan yang lain sebagainya. Andre dengan sabar menemani ku dan membantu ku menyelesaikan semua ini. Aku tak menyangka sebentar lagi aku akan pergi dari kota ini, kota yang penuh dengan kenangan aku dan Zean di dalamnya.
"Nih minuman..." ucap Andre sambil memberikan minuman kaleng ke arah ku
"Susu kedelai? Kamu gak salah kasih aku minuman kan Ndre?" tanya ku aneh
"Udah, kamu kan udah gak boleh minum yang bersoda. Jadi aku beliin ini aja, kan lebih sehat dan alami katanya" ucap Andre sambil duduk di samping ku
"Itu.... Di kalengnya ada tulisan 100% Alami" ucap Andre santai
Aku hanya menahan tawa mendengar ucapan Andre yang bisa di katakan polos. Setelah mengurus berkas-berkas tadi, kami memilih duduk di taman ini untuk bersantai. Sekalian membeli beberapa makanan ringan yang di jual di pinggir-pinggir taman.
"Tuh, ada orang jualan pentol. Mau gak?" tanya Andre sambil menunjuk ke arah orang yang berjualan
__ADS_1
"Boleh... Kita ke sana yuk, sekalian beli itu juga" ucap ku sambil menunjuk ke arah telur gulung
"Kamu di sini biar aku yang beli, ada yang lain gak?" tanya Andre
"Ehmm udah deh itu aja, tapi gimana kalau kita coba itu juga" tunjuk ku ke arah jualan kerak telor
"Kamu yakin? Kamu laper ya Raa?" tanya Andre serius
"Iya sih, sebenernya aku laper banget tau gak sih?" ucap ku sedikit malu
"Ya udah, kita makan di restoran aja yuk" ajak Andre
"Enggak ah, aku lagi pengen makanan yang ada di sini. Udah lama gak makan ini, kalau ke resto mending aku makan di rumah aja" ucap ku
"Ya udah deh, kamu tunggu di sini ya" ucap Andre
"Nih uangnya, kan aku udah janji buat traktir kamu" ucap ku sambil mengeluarkan uang
__ADS_1
Andre hanya pergi meninggalkan ku tanpa mengambil uang yang ku berikan. Ia setengah berlari menuju tempat orang jualan dan aku hanya bisa tersenyum melihat Andre dari sini.