
Zean membantu ku masuk ke dalam rumah, dia memegang tangan ku dan menuntun ku menaiki tangga. Aku hanya diam melihat tingkahnya.
"Aku ambilin p3k dulu ya. Kamu tunggu di sini dulu" ucap Zean memerintah ku
Aku hanya mengangguk mengiyakan ucapannya. Aku menunggunya di kamar, ku lihat wajah ku di cermin. Memang sedikit memar dan bengkak, sepertinya aku harus ke dokter besok untuk memeriksanya.
"Sini aku obatin luka mu. Ini agak sedikit perih sih, kamu tahan sedikit ya" ucap Zean yang sudah kembali dari mengambil p3k
"Aku olesin sendiri aja lah, nggak usah repot-repot" ucap ku sambil mengambil obat
"Udah, kamu duduk tenang. Biar aku yang ngerjain" ucap Zean
Dia pun membersihkan luka ku terlebih dahulu. Terasa sangat perih saat kapas itu menyentuh luka ku.
"Aawww.... Sakit banget tau" ucap ku meringis
"Iya, kamu tahan ya. Kamu kok bisa sih luka kayak gini? Kenapa nggak menghindar?" Tanya Zean
"Aku udah berusaha nggak ngerespon wanita itu. Dasar dia aja gila, main serang, gampar orang sembarangan" ucap ku emosi
"Iya kamu kan bisa menghindari dia. Atau ninggalin dia gitu"
__ADS_1
"Ya ampun Zean, dia yang nyamperin aku duluan tau nggak. Orang aku lagi makan siang, tiba-tiba dia dateng. Tapi lagian nggak aku juga nggak usah bela diri, buat apa juga kan. Kamu pasti lebih percaya sama wanita itu dari pada aku"
"Iya, tapi haruskah kalian bertengkar sampai muka mu luka seperti ini?"
"Aku nggak niat ribut Zean. Cewek mu itu yang stres, kalau aku mau ribut sama dia dah dari dulu aku datangin wanita itu. Udah lah, aku udah muak sama mu. Kamu tanya sendiri sama wanita itu gimana kelakuannya tadi" ucap ku sambil meninggalkan Zean di kamar
Zean pun terdiam mendengar ucapan Tiara, memang sekali pun Tiara tak pernah emosi dalam menghadapi segala macam masalah. Termasuk pas dia tau kalau Zean berselingkuh, ia sangat pandai menahan emosinya dan mengontrol amarahnya.
"Kemungkinan besar apa yang di katakan Tiara benar" batin zean
Zean pun keluar kamar dan menuju mobilnya, ia pergi dari rumah. Ia ingin menemui Melati secepatnya dan menanyakan maksudnya melakukan ini semua kepada Tiara. Setibanya di rumah Melati ia pun segera masuk dan mencari sosok yang ingin di temuinya. Dan ia mendapati wanita itu sedang duduk di pinggir kolam rumahnya.
"Sepertinya kamu menikmati malam ini, sampai-sampai orang masuk ke rumah kamu nggak tau" ucap Zean
Zean menghempaskan tubuh Melati ke atas sofa, dan berdiri di hadapannya.
"Kamu kangen aku? Aku masih marah loh sama kamu" rayu Melati
"Kemana kamu siang ini?" Tanya Zean
"Nggak kemana-mana. Aku cuma mendapati seseorang berselingkuh" ucap Melati
__ADS_1
"Maksud mu..."
"Aku ketemu Tiara dengan Andre lagi makan siang di cafe. Lalu aku menghampiri mereka dan mengatakan kenapa dia bisa melakukan itu di belakang mu. Tapi dia malah menjelek-jelekkan aku" jelas Melati
"Terus apa yang kamu lakukan ke Tiara?"
"Aku nggak ngapa-ngapain, lagian itu kan salah dia. Kenapa dia merendahkan aku, dia bilang aku ini wanita murahan"
"Kamu yakin atas ucapan mu itu?"
"Ya iya lah, masak aku bohongin kamu. Buat apa coba?"
"Tapi setau ku Tiara itu bukan cewek yang mau meladeni omongan orang. Apa lagi meladeni pertengkaran. Kenapa kamu bisa mukul dia?" Ucap Zean marah
"Kamu nggak percaya sama omongan aku? Aku mukul dia nggak kencang kok. Terus sekarang kamu kok ngebelain dia? Yang duluan ngata-ngatain tu dia. Dia awal mulanya, kok aku yang kamu salahin?"
"Mau dia yang salah nggak seharusnya kamu mukul dia? Kamu bilang pelan? Muka Tiara itu sampe memar terus luka loh. Lagian dia bukan orang yang mau mulai duluan. Kamu yang nyamperin dia duluan kan?"
"Kamu itu harusnya belain aku Zean. Bukan dia, kamu gimana sih? Lagian dia udah selingkuhan kamu" teriak Melati
"Tapi dia itu masih istri aku,dan masih tanggung jawab aku. Aku berhak menjaga dia, aku nggak suka kalau ada orang yang nyenggol istri aku. Kamu harus paham itu" ucap Zean sambil pergi ninggalin Melati
__ADS_1
Melati pun terdiam mendengar ucapan Zean, dia tak menyangka kalau ujung-ujungnya dia yang di salahkan oleh Zean. Melati sangat murka dengan kemarahan Zean, keinginannya untuk merebut Zean dari Tiara semakin besar.