Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 84


__ADS_3

"hy Raa, maaf sudah buat kamu menunggu lama" ucap Zean


"owh nggak apa-apa kok, aku juga tau di jalan pasti macet" ucap ku sambil mengangguk


"makasih ya udah ngertiin aku. Owh ya, ada keperluan apa ngajak aku ketemu?" tanya Zean langsung


"owh itu tadi pak Edo telepon aku, katanya kamu mau urus surat-surat rumah sama tanah. Dia bilang mau kamu ganti jadi atas nama aku" jawab ku


"hmm, iya memang aku mau buat itu. Maaf ya Raa aku nggak rundingan dulu sama kamu"


"Zean kamu nggak perlu ngelakuin ini ke aku kok, aku tau itu semua jernih payah mu selama ini. Nggak mudah mengumpulkan itu semua, bahkan sampai memberikan semuanya secara cuma-cuma kepada ku" ucap ku berterus terang


"nggak masalah Raa, aku memang sengaja melakukannya. Karena seperti yang aku bilang ke kamu, walau aku nggak sama kamu lagi setidaknya aku bis lihat keadaan kamu. Dan setidaknya ini akan menjadi pelajaran buat ku agar tak melakukan kesalahan lagi di masa yang akan datang" ucap Zean lirih


"maksud kamu...?"

__ADS_1


"iya, aku menganggap itu adalah bayaran atas perbuatan ku kepada mu Raa. Walaupun itu nggak sebanding dengan apa yang aku lakukan, stidaknya aku jera untuk melakukan kesalahan lagi. Bukan hanya jernih payah ku saja yang hilang tapi sebagian hidup ku pun pergi" ucap Zean menjelaskan


"baiklah kalau begitu, semoga kamu menjadi orang yang jauh lebih baik lagi Zean"


"iya Raa, dan semoga kamu mendapatkan orang yang bisa membuat mu bahagia. Maafkan aku Raa"


Aku pun terdiam mendengar ucapan Zean dri kata-katanya sepertinya dia menyerah akan rumah tangga kami. Atau dia sengaja seperti itu karena benar-benar mengakui kesalahannya, sehingga berat baginya untuk meminta ku kembali.


"udah lah Zean, aku nggak apa-apa sekarang. Kalau gitu aku duluan ya aku juga da janji sama Dita" ucap ku berbohong


"owh, mau aku antar? kamu nggak bawa mobil kan?" tanya Zean


"hmm kalau gitu kita keluar sama-sama ya, ayo" ajak Zean


Sebelum keluar Zean membayar semua pesanan ku tadi, dia mengantar ku menuju zebra cross untuk menyeberang.

__ADS_1


"kamu yakin nggak perlu aku antar?" tanya Zean


"nggak usah, aku bisa kesana sendiri kok" ucap ku


"ok kalau gitu kamu hati-hati nyebrangnya ya, aku liatin dari sini" ucap Zean


Jujur, hati ku sangat berat untuk pergi menjauh dari Zean. Rasanya aku masih ingin berlama-lama dengan Zean dan masih ingin menggenggam tangannya.


"Zean, aku akan mencabut gugatan ku" ucap ku sambil berlalu meninggalkan Zean.


Zean terkejut mendengar ucapan ku, ia sangat tak percaya dengan apa yang di dengarnya. Ia sangat bahagia mendengat ucapan ku. Tiba-tiba ada sebuah mobil sedan melaju kencang dari arah berlawanan dan tepat di hadapan Tiara. Zean yang melihat itu langsung berlari untuk menyelamatkan Tiara.


"Tiara AWAS...." teriak Zean


"...bruk..."

__ADS_1


Zean dan Tiara sama sama terpental di tabrak mobil sedan berwarna merah itu. Mobil itu langsung saja pergi meninggalkan mereka yang sudah berlumuran darah, Zean pu mencoba mendekati Tiara yang tak sadarkan diri. Orang-orang yang melihat kecelakaan itu langsung mencoba membantu bahkan ada yang menelepon polisi dan ambulans.


"Raa.... sadar Raa, ini aku Raa. Raa kamu harus kuat" ucap Zean menangis sambil mengguncang-guncang badan Tiara yang tak sadarkan diri.


__ADS_2