Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 110


__ADS_3

Sudah beberapa bulan berlalu, aku yang sudah membiasakan diri akan ketiadaan Zean sedikit menjadi lebih baik. Di tambah saat-saat sepi Andre menemani dan sangat mendukung ku untuk melewati masa sulit.


"Jadi bagaimana hubungan mu dengan Andre sekarang?" tanya Dita


"Baik...." jawab ku santai


"Maksud ku, sudah sampai ke tahap mana hubungan kalian?" tanya Dita sebal


"Maksudnya? Hubungan kami sebagai sepasang kekasih gitu?" tanya ku balik


"Ya ampun Raa.... Kamu benar-benar gak tau atau polos sih? Ya iya dong, jadi maksudmu Andre yang selama ini selalu ada di samping mu itu gak kamu anggap sama sekali gitu?" omel Dita


"Ya.... Memang dia selalu ada buat aku, selalu mengerti aku, selalu perhatian dan lain-lain. Tapi aku nggak kepikiran kalau dia suka dan berharap lebih dari aku" ucap ku polos


"Entah lah Raa, memang mata hati mu udah ketutup buat Zean aja kali ya. Tapi kamu sekali-kali juga harus sadar akan kehadiran orang lain di sisi mu" jelas Dita

__ADS_1


Dita pergi meninggalkan ku setelah mengoceh panjang lebar masalah Andre. Sepertinya apa yang di katakan Dita ada benarnya juga, aku terlalu menutup diri untuk orang lain. Sehingga tak merasakan kalau ada orang yang benar-benar tulus kepada ku, dan menemani keseharian ku. Tiba-tiba ponsel ku bergetar, saat ku lihat layar ponsel menunjukan sebuah pengingat.


"Pre-wedding my soul *Taa* u_u"


Aku terkejut melihat note di ponsel ku itu, aku sampai lupa akan pernikahan Dita dan Richard yang akan di lakukan dua bulan lagi. Aku bangkit dari kasur ku dan berlari mengejar Dita, berharap dia belum pergi dari rumah ku.


"Taa... Taa... Kamu udah pulang ya" teriak ku


Aku mencarinya ke belakang dan ke teras depan. Tapi tak melihat Dita sama sekali, hati ku sedikit sedih mengetahui Dita sudah pergi. Ku coba untuk meneleponnya, tapi tak ada jawaban. Tiba-tiba ada tangan yang menepuk pundak ku dari belakang.


"DITAA....." teriak ku sambil memeluknya


"Apaan sih? Kamu halu lagi ha Raa?" ucap Dita sambil mengecek dahi ku


"Aku kira kamu udah pulang, aku tadi lihat ini di Hp ku. Aku lupa kalau hari ini harusnya aku nemanin kamu pre-wed, dan aku nggak sadar sama sekali" ucap ku dengan nada menyesal

__ADS_1


"Udahlah, lagian pernikahan ku udah di undur kok" ucap Dita sambil melangkah masuk ke dalam rumah


"Kok gitu...? Kok aku enggak tau sama sekali? Emang ada masalah apa?" tanya ku penasaran


"Aku sama Richard udah berencana untuk menunda pernikahan sampai masalah mu selesai Raa, mana mungkin aku bisa senang-senang di saat kamu lagi kondisi kayak gini" ucap Dita menjelaskan


Aku secara sepontan memeluk Dita yang duduk di sofa, ia pun terkejut melihat ku memeluknya secara tiba-tiba.


"Apaan sih...? Meluk-meluk gak jelas" ucap Dita melepaskan diri


"Maaf ya Taa, udah buat kamu susah. Aku janji deh, nanti aku bantuin kamu pas nikahan" ucap ku memohon


"Ya harus dong, lagian kamu juga harus memperjelas hubungan mu dengan Andre" ucap Dita serius


"Iya sih Taa, aku akan bilang yang sebenarnya ke Andre nanti. Karena gak adil buat dia mengharapkan aku yang masih belum bisa membuka hati untuk siapa pun, aku masih menganggap dia sahabat ku Taa" ucap ku 

__ADS_1


"Ya kalau memang begitu kamu harus mengatakannya ke Andre, jangan sampai ia berharap lebih dari kamu Raa" ucap Dita


__ADS_2