Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 102


__ADS_3

"Zean, benarkah itu kamu? kamu yang di situ sekarang?" tanya ku lirih dengan air mata berlinang


Aku terduduk melihat pusara yang ada di depan ku, terdiam membeku dan hanya air mata yang keluar mewakili perasaanku saat ini. Aku menggenggam erat tanah kuburan yang masih baru itu, seolah-olah yang ku genggam itu adalah tangan Zean yang selama ini ku kenal. Tak berapa lama aku di situ, aku memilih untuk pulang. Aku masih belum terima kenyataan yang ada, aku pun berpamitan pada Adi.


"aku pulang dulu ya Dii, titip salam buat bapak dan ibu" ucap ku lemah


"iya mbak, mbak juga jaga kesehatannya ya. Jangan sakit-sakit lagi" ucap Adi


Aku pun pergi menuju mobil dengan di papah Dita, kaki ku terasa lemah untuk menopang badan ku saat ini.


Adi menutup pintu dan menuju ruang tamu, ia melihat foto pernikahan masnya dengan Tiara beberapa bulan yang lalu.


"nggak di sangka kalian hanya bertahan tujuh bulan saja, padahal aku kira kalian akan berbaikan dan menjadi pasangan yang bahagia sampai akhir hayat memisahkan" gumam Adi

__ADS_1


Adi menghempaskan badannya di sofa dan sedikit memijit dahinya yang sedikit pusing dengan semua kejadian ini. Ia pun menghela kan nafas panjang untuk mengurangi bebannya. Adi pun berjalan menuju kamar.


"mbak Tiara udah pulang, mas nggak tega lihat mbak Tiara kayak gitu?" tanya Adi ke seseorang yang tak lain adalah Zean


"biarkan dia mengetahui seperti itu saja, urus semua pasport dan visa ku. Lebih cepat aku pergi akan jauh lebih baik" ucap Zean


"aku nggak ngerti jalan fikiran mas Zean, mbak Tiara itu mencintai mas. Tapi kok mas buat mbak Tiara sesakit ini sih?" tanya Adi geram


"dia akan lebih bahagia bila tidak bersama dengan ku, lagian aku terlalu buruk untuk menerima cinta dari Tiara" ucap Zean beralasan


"iya, terserah kamu mau bilang apa. Tolong urus semua itu untuk ku" ucap Zean sambil menunjuk ke atas meja yang terdapat pasportnya


Adi mengambil pasport Zean dan pergi meninggalkannya dengan kesal. Ia sebenarnya tak ingin membohongi Tiara, namun ia juga sudah berjanji ke Zean untuk tidak memberitahu yang sebenarnya ke Tiara.

__ADS_1


"Arrgghh.... lama-lama kalau kayak gini terus, aku nggak ada nafsu buat nikah. Cinta kok nyakitin banget sih?" ucap Adi mengomel di dalam mobil


Aku tiba di rumah, ayah yang melihat ku pulang langsung mendatangi ku dengan wajah yang cemas. Aku tanpa mengeluarkan kata-kata menangis sejadi-jadinya di pelukan ayah ku. Nampak bingung di rau wajahnya yang sudah sedikit keritput, beliau pun mencoba bertanya pasa ku.


"kamu kenapa nduk ? pulang-pulang kok nangis?" tanya ayah


"Zean udah nggak ada lagi yah, tadi Raa udah liat keadaannya. Zean sekarang udah bahagia yah tanpa Tiara" ucap ku menangis lagi


"maksudnya opo ? aku nggak ngerti apa yang kamu bilang lo nduk" ucap ayah


"Zean....Zean udah meninggal yahh" tangis ku pecah menguasai ruangan saat ini


"innalillahi, kamu udah cek keseluruhannya nduk ? kamu yakin itu Zean?" tanya ayah bertubi-tubi

__ADS_1


"iya yah, Adi sendiri yang bawa Tiara ke makam Zean. Adi juga yang bilang semua sama Tiara yah" ucap ku


__ADS_2