Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 71


__ADS_3

Melati akan bersiap-siap untuk berangkat bekerja. Karena dia sudah tak sa hubungan lagi dengan Zean, ia berangkat kerja sendiri mulai saat ini. Ia sedikit kesal karena Zean mencampakkannya seperti sekarang, namun saat ini ia pun fokus kepada Richard. Ia berinisiatif untuk menghubungi Richard pagi ini.


"morning, jangan lupa sarapan ya. Kamu harus jaga kesehatan juga" tulis Melati


Ia berharap kalau Richard akan membalas pesannya, namun sudah 15menit ia menunggu tak ada tanda-tanda balasan pesan dari Richard.


"kok dia gak balas pesan aku ya? apa mungkin dia lagi sibuk sekarang" pikir Melati.


Ia pun melanjutkan kerjanya dan berfikir positif terhadap Richard yang tak membalas pesannya.


Naya menghampiri Dita di kantor, ia mampir ke meja Dita sekalian mengambil laporan baru dari Dita.


"kak Dita, laporan keuangan Abdi Jaya Groub udah selesai kan?" tanya Naya


"udah nih, aku baru siap ngeprint laporannya. Nanti kamu cek ulang lagi ya, siapa tau aku ada salah ketik" ucap Dita

__ADS_1


"siap komandan. Kakak hari ini kemana?" tanya Naya lagi


"aku rencananya mau ajak Tiara sama ayahnya keluar sih. Karena jarang-jarang ayahnya dan Tiara bareng gini" uca Dita menjelaskan


"hmm kakak jemput kak Tiara di rumahnya ya. Terus kak Zean apa kabar tuh kedatangan mertua?"


"Tiara di rumah ku, nginep semalem. Mereka nggak tidur di rumah Tiara, ternyata kemarin itu Tiara sidang perceraiannya. Yaa jadi dia nggak mau balik ke rumah itu"


"hah...? kak Tiara sidang perceraiannya? emang kapan suaminya menggugat kak Tiara? kok kita nggak dapat info?"


"hmm gitu, jadi ayahnya kak Tiara datang ke sini itu buat nemenin kak Tiara sidang ya. Kasian ya kak, pasti ayah kak Tiara sedih banget"


"yaa namanya juga orang tua, gak ada yang mau lah ya anaknya jadi janda. Tapi dari pada makan hati terus, mending selesai. Lagiankan Tiara udah cukup mengalah bahkan memperjuangkan semuanya agar Zean bertobat dan kembali ke Tiara, tapi apa? malah Zean semakin menjadi-jadi dan lebih memilih wanita simpannya yang busuk itu" ucap Dita geram bila mengingat semua yang terjadi


"iya sih kak, benar juga. Ahh semoga Kak Tiara cepat dapat kebahagiaan yang lebih baik ya kam kak"

__ADS_1


"semoga saja begitu"


"hmm, ok lah kalau gitu aku balik ke meja ku ya kak. Biar bisa ngecek laporan ini" ucap Naya sambil menunjukan laporan


"ya udah gih sana. Kelamaan ngerumpi di sini ntar kita kena tegur pak Hendra juga loh"


Naya pun mengangguk sambil mengambil laporan dari Dita. Ia pun pergi meninggalkan Dita di mejanya, namun tiba-tiba ia datang lagi sambil berbisik.


"satu lagi kak yang mau aku tanya" ucap Naya


"tanya apaan...?" ujar Dita


"itu ..... jadi hubungan kakak sama kak Richard sekarang udah sejauh mana? kayaknya udah sering telponan sama jalan nih ya kan?" ledek Naya


"Ssstt kamu jangan kuat-kuat ngomongnya. Kamu gak perlu tau yang jelas sudah mengarak ke sanalah ya" ucap dita sambil tersenyum malu

__ADS_1


Naya pun meninggalkan Dita yang senyum-senyum karena pertanyaannya tadi. Ada sedikit malu terbesit dalam dirinya saat di tanya seperti itu.


__ADS_2