Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 115


__ADS_3

Aku duduk di sofa, berfikir ulang dengan perkataan ku. Dita yang melihat ku melamun di depan Tv datang menghampiri.


"Nih minum, aku lihat semenjak Andre pulang kamu bengong di sini dari tadi. Ada apa?" tanya Dita sambil menyuguhkan minuman kaleng ke arah ku


"Aku sama Andre ada sedikit masalah Taa, kami berantem" ucap ku sambil meraih minuman


Dita duduk di samping ku, ia menghembuskan nafas berat ke arah ku. Mungkin Dita pun lelah dengan sikap ku selama ini, aku hanya bisa menundukkan kepala sambil memutar-mutar jari di sofa.


"Aku pun kalau jadi Andre pasti marah dong Raa, secara selama ini dia yang selalu ada di samping kamu. Aku kira kamu udah kasih tau dia, makanya aku enggak nanya sama kamu" ucap Dita


"Iya namanya juga aku lupa Taa, lagian kan bukannya aku sengaja. Dia aja yang keburu sensi dengan situasi sekarang, masa dia bilang aku sengaja menghindari dia" ucap ku membela diri


"Iya mau bagaimanapun juga Raa gak seharusnya kamu bilang ke dia kata-kata yang kasar seperti itu, kalau kamu tau salah ya seharusnya kamu lebih calm down dong. Bukan malah menyalahkan semua ke dia" jelas Dita


"Jadi menurut mu apa yang harus aku lakuin sekarang? Sedangkan sebentar lagi aku udah berangkat. Aku juga gak mau berangkat sebelum kami berbaikan" tanya ku

__ADS_1


"Coba kamu hubungin dia lagi, dan bicaralah dengan lembut. Raa, dia mungkin teman kecil mu dari dulu. Tapi dia sekarang sudah dewasa dan berfikir, lagian aku enggak pernah percaya dengan kata-kata TEMAN di antara cewek dan cowok" ucap Dita menyarankan


"Aku akan coba hubungi dia nanti, saat ini mood ku masih belum stabil. Mungkin nanti akan jauh lebih baik" ucap ku sambil meninggalkan Dita dan menuju kamar


Aku menghempaskan tubuhku ke atas kasur, hati ku sedikit galau untuk meminta maaf ke Andre. Tapi apa yang di katakan Dita tadi benar, aku yang salah dan aku yang harus mencoba memperbaiki semua ini. Aku mencoba menelepon Andre...


"Hmm.... Ada apa?" tanya Andre di seberang sana


"Kamu masih marah sama aku? Aku minta maaf ya Ndre, aku gak ada maksud ngomong kayak gitu ke kamu loh" ucap ku


"Iya sudah, ini dah malam. Kamu istirahat gih sana" ucap Andre


"Apa yang harus aku marahin dari kamu sih Raa? Tadi aku cuma gak nyangka aja kalau kamu ngomong kayak gitu ke aku" ucap Andre melemah


"Iya aku tadi cuma kesal aja, habis kamu udah aku bilang benar-benar lupa tapi enggak percaya. Aku minta maaf ya Ndre" ucap ku memohon

__ADS_1


"Apa kompensasinya kalau aku maafin kamu?" tanya Andre


"Hmm jadi tujuan kamu ngambek biar bisa malakin aku yaa?" tanya ku balik


"Iya kamu harus kasih aku kompensasi dong, ini kan sangat merugikan aku. Secara kamu udah buat aku marah" ucapnya


"Ok besok aku traktir makan, sekalian aku mau urus visa dan segala macam. Pokoknya apa yang kamu mau aku beliin deh" ucap ku membujuknya


"Baiklah kalau begitu, aku tunggu kamu jam 9.00 di taman kota. Pokoknya seharian aku mau kamu temanin kemana aku mau" ucap Andre


"Siap boss...." ucap ku sambil mematikan telepon


Andre tersenyum mendengar ucapan Tiara, ia memandang foto Tiara yang ada di dalam kamarnya. Foto saat mereka masih di desa dan belum mengenal dunia luar, bahkan saat Tiara belum mengenal Zean.


"kalau saja aku lebih cepat Raa, kalau saja aku lebih berani untuk jujur sama kamu, dan kalau saja aku enggak melepaskan mu demi karir ku. Apakah hubungan kita lebih dari ini Raa? Mungkin aku yang menyandang status 'suami' mu, dan mungkin juga sekarang kita sudah bahagia. Kau tau Raa, aku berusaha semaksimal mungkin agar bisa memimpin perusahaan di kota ini. Tujuannya agar aku bisa melihat mu lebih dekat, tapi sekarang.... Kamu pun punya tujuan yang lain dan akan meninggalkan ku lagi" fikiran Andre melambung jauh

__ADS_1


Andre masih belum bisa terima akan kehilangan Tiara ke sekian kalinya. Ia pun membuka ponselnya dan mengetik sebuah pesan.


"Tiara akan ke Paris, aku harap kamu bisa memenuhi janji mu. Jauhi dia sebisa mu, jangan pernah mencari kesempatan saat dia di sana. Dan lagi, Tiara sudah percaya kalau kamu sudah meninggal..." tulis Andre


__ADS_2