
Zean tiba di rumah Melati, dan ia pun memaksakan Melati makan malam. Sebisa mungkin ia membujuk wanita itu agar bisa memaafkannya lagi.
"Sayang, ayo makan. Aku udah siapin makanannya" ucap Zean
"Kenapa kamu nggak pulang? Nanti istri mu nyariin kamu"
"Sudahlah, berhenti ngomongin dia. Di sini cuma ada kamu dan aku, jadi kita ngobrolin tentang kita aja ya"
"Mungkin memang seperti ini nasib jadi selingkuhan. Entah kapan kepastian itu datang"
"Secepatnya, aku nggak bakalan ngulur-ngulur waktu lagi"
"Kamu serius?"
"Ya, ayo makan"
Mereka menghabiskan makan malam bersama tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.
Dita telah tiba di rumah ku, dengan membawa cake yang telah di belikan oleh Andre.
"Tok... Tok... Tok" aku pun membuka pintu
"Hy Raa,,,," sapa Dita sambil menunjukan kotak cake yang di bawanya
"Hy,,, ayo masuk. Tumben kamu bawa makanan" ucap ku
__ADS_1
"Bukan aku yang beli sih.... Ambilin piring dong"
"Bukan kamu?... Jadi siapa yang beli?" tanya ku sambil memberikan piring ke Dita
"Andre.... Dia tadi ke rumah ku. Terus ngasih ini kue, dia bilang ini buat kamu. Biar kamu nggak sedih lagi"
"Andre? Kok dia nggak nganterin ke sini langsung?" tanya ku lagi
"Iya, dia nggak enak kalau mau antar langsung katanya"
"Kenapa?...."
"Karena kejadian Siang tadi. Lagian dia segan dengan status mu yang masih istri Zean. Dia bilang, nggak mau ada salah paham nantinya"
"Owh.... Aku nggak sampe ke situ sih mikirnya"
"Hmmm. Dia memang berperilaku baik dari dulu"
"Apa kamu nggak ada perasaan sama dia? Aku liat-liat nih ya Raa, dia tuh suka deh kayaknya sama kamu"
Aku hanya diam dan menikmati kue ku
"....kalau pun kamu pisah sama Zean, nggak masalah deh jadi sama Andre. Dia baik, kerjaannya juga bagus terus cara dia memperhatikan mu itu loh Raa" lanjut Dita
"Aku masih mau mengusahakan rumah tangga ku Taa. Lagian nggak adil bagi Andre"
__ADS_1
"Apa lagi sih Raa yang kamu harapan dari Zean? Kamu kurang sakit apa coba? Ada yang baik kok di anggurin. Lagian kenapa juga nggak adil buat dia?"
"Andre bisa dapet orang yang lebih baik dari aku Taa, dan aku masih ingin mencoba mempertahankan apa yang aku punya"
"Terserah mu lah Raa, cuma ya saran ku apa salahnya kamu coba buka hati buat Andre"
Aku hanya tersenyum mendengar ocehan Dita, aku tak menyalahkannya buat berfikir seperti itu. Karena ia pasti ingin yang terbaik buat ku.
"Ngomong-ngomong, mana Zean?" tanya Dita tiba-tiba
"Nggak tau, belum pulang dari sore tadi" jawab ku
"Kamu udah tanyain dia kemana?"
"Nomornya sibuk terus ku telpon. Mungkin Hp nya habis baterai"
"Yahhh mungkin habis baterai, dan mungkin juga dia ketempat selingkuhan nya"
Aku terdiam mendengar perkataan Dita. Ya, mungkin saja Zean sengaja matiin Hpnya dan sekarang berada di rumah wanita itu. Hati ku kembali sakit dan merasakan sesak yang luar biasa.
"Nggak usah kamu pikirin Raa, jangan buang energi mu buat hal-hal yang nggak penting" ucap Dita
"Iya Taa, makasih ya udah nemanin aku malam ini dan bawain aku kue"
Dita mengangguk dan memeluk ku. Ia sangat mengerti bagai mana perasaan ku sekarang. Di balik sifat Dita yang blak-blakan dia adalah sosok yang terbaik di mata ku. Kami menghabiskan kue bersama-sama. Dan aku pun mengirimi pesan untuk Andre.
__ADS_1
"Nggak ada yang ulang tahun eh di kasih kue ;) makasi ya. The best banget deh" tulis ku