
"ZEAAANNN....." Teriak ku seketika
Saat aku sadar aku melihat di sekeliling ku, terasa asing dan sangat aneh bagi ku. Bau ruangan ini pun tak seperti bau kamar ku atau pun Dita. Tiba-tiba Dita datang menghampiri ku dengan muka sedikit panik.
"Raa,,,, kamu udah sadar Raa? Alhamdulillah Raa" ucap Dita bersemangat
Aku melihat di sekeliling ku, di ruangan ini ada Ayah, Andre, Naya, Richard dan juga pak Sugeng. Tapi aku tak melihat sosok yang sangat aku rindukan, aku tak melihat Zean di sini.
"Aku dimana? kenapa kalian semua di sini? Zean mana?" tanya ku beruntun
"kamu nggak ingat apa-apa Raa?" tanya Dita
Aku yang merasa aneh pun menggelengkan kepala dan berusaha mengingat semuanya.
"seingat ku, aku ada janji sama Zean di cafe" ucap ku linglung
Dita memandang wajah Andre dengan perasaan sedikit cemas, dia pun menggenggam tangan ku erat.
__ADS_1
"kamu itu jadi korban tabrak lari Raa, kamu udah hampir tiga minggu nggak sadarkan diri. Hati dan kornea mata mu rusak parah akibat kecelakaan tersebut. Untungnya ada orang yang baik hati mau mendonorkan itu semua ke kamu di detik-detik kamu kritis Raa. Kalau nggak, aku nggak tau apa yang akan terjadi" cerita Dita sambil menangis
"aku jadi korban tabrak lari? Terus sekarang Zean dimana?" tanya ku penasaran
"Dia juga terluka karena menolong kamu dri tabrakan itu Raa, dia mengalami patah di bagian kaki dan beberapa syarafnya ada yang rusak. Karena itu, dia mengalami kelumpuhan Raa" ucap Dita lagi
Aku terkejut mendengar ucapan Dita, air mata ku tak terbendung lagi. Aku pun menangis histeris di ruangan ini, ingin sekali melihat keadaan Zean sekarang.
"aku mau ketemu Zean Taa, aku mau lihat keadaan dia" ucap ku sambil menangis
"aku nggak bisa tenang Taa, tolong aku Ndre aku mau ketemu Zean" ucap ku memohon ke Andre
"ok ok kamu tenang dulu ya Raa, kalau kamu udah tenang aku akan bawa kamu ketemu sama dia" ucap Andre lembut
Aku pun berusaha tenang, namun fikiran ku sangat kalut dan takut. Fikiran ku terus saja memikirkan Zean Zean dan Zean. Membuat aku selalu gelisah.
Dokter datang dan melihat kondisi ku saat ini, ada beberapa bagian yang ia cek. Dengan seksama Dokter melihat perkembangan ku saat ini.
__ADS_1
"mbak Tiara, coba lihat ke arah saya" ucap Dokter
Aku pun meliat ke arah yang di tunjuk nya. Dokter itu memegang beberapa kertas dan memperlihatkan pada ku.
"mbak Tiara, coba lihat di setiap kertas ini. Saya mau cek apakah kornea mata mbak bekerja dengan baik" ucap Dokter
Aku pun menganggukan kepala, dan menyebutkan sesuai dengan instruksi dari dokter. Setelah mencatat beberapa dari hasil pengecekan, Dokter pun menghampiri ku.
"mbak Tiara, syukurlah sepertinya tak ada gangguan apa pun pada diri anda saat ini. Bahkan tidak ada tanda-tanda anda mengalami trauma. Jika begini, besok anda sudah bisa pulang dan di rawat di rumah saja" ucap Dokter
"terima kasih Dok, syukurlah kalau begitu. Dok saya boleh tanya sesuatu?" tanya ku tiba-tiba
"owh silahkan mbak Tiara, jika ada keluhan pun anda bisa langsung bertanya ke saya" jawab Dokter pasti
"Hmmm,,, bagaimana keadaan suami saya saat ini?" tanya ku
Semua orang di ruangan itu terdiam mendengar pertanyaan ku, ada sebagian di antara mereka memalingkan wajah tak ingin menatap ku.
__ADS_1