
Arnold keluar dari kantor dan melihat Tiara yang di jemput oleh Ian dan nampak pula olehnya Ian yang memasangkan syal ke leher Tiara.
"Cih... Mengumbar-umbar kemesraan di depan umum. Biar apa? Agar semua orang tau kalau kau sekarang sudah punya laki-laki baru?" gumam Arnold sedikit kesal.
Ia pun berjalan menuju parkiran mobilnya dan melaju menuju kediaman Zean. Sekalian dia membawa beberapa file yang akan di kerjakan oleh Zean di rumah. Arnold mampir ke sebuah supermarket untuk membeli beberapa makanan dan minuman. Setelah itu ia pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah Zean.
"Cekleeekkk....."
Arnold membuka pintu apartemen milik Zean, dan ia pun memasukinya. Ia meletakan makanan yang di belinya tadi dan mengeluarkannya dari kantong plastik. Cukup lama Arnold berada di dapur namun tak nampak kemunculan Zean, biasanya saat dia baru saja masuk Zean sudah langsung menghampirinya. Arnold pun mencari-cari sosok sahabatnya itu dan mendapatinya berada di kamarnya. Ternyata Zean sedang tertidur pulas dan ini jarang terjadi, Zean tidur di jam segini.
"Apa jadinya jika kamu tau kalau sekarang mantan istri mu sedang dekat dengan laki-laki lain." pikirnya.
Arnold menutup pintunya dan membuatkan beberapa makanan buat Zean, karena dia terbiasa melakukan itu semenjak Zean ada di Paris. Saat sedang menyiapkan makanan Tiba-tiba Zean terbangun dan menghampirinya.
"Tumben kamu tidur jam segini, biasanya kamu sibuk ngurusin file-file yang gak habis-habis itu." ucap Arnold
"Tadi aku keluar dengan Paul, ada urusan." ucap Zean
"Tumben kamu keluar, ada kepentingan apa sampai-sampai kamu mau keluar dari cangkang mu ini?" tanya Arnold sambil menunjuk kamar Zean.
"Aku mengantar beberapa makanan untuk anak panti asuhan, karena akan masuk musim dingin ku rasa mereka memburuhkan itu saat ini." ucap Zean.
Arnold menyajikan makanan yang sudah di buatnya dan meletakannya di depan Zean, ia pun mengambilkan air minum untuk Zean.
"Tumben kamu pulang langsung ke sini, ada masalah apa kamu?" tanya Zean sambil menikmati makanannya.
"Owh aku hanya sekalian mampir ke sini untuk memberikan beberapa file untuk kamu kerjakan di rumah. Lagian aku sedang malas pulang ke rumah." ucap Arnold yang ikut makan bersama Zean.
"Kenapa? Apa ada wanita yang mengejar-ngejar kamu lagi?" ledek Zean.
"Bukan, aku sedikit kesal dengan tetangga baru ku. Baru pindah sudah berani tinggal bersama dengan pacarnya di apartemen itu." ucap Arnold bercerita.
__ADS_1
"Bukannya itu sudah biasa ya di kehidupan yang serba moderen ini. Sudah, gak usah mikirin kehidupan orang lain, mending kamu lanjutin itu mencari belahan jiwa mu yang entah di mana." ucap Zean memberi usul.
"Apaan, kamu sendiri bagai mana? Sudah ada niat untuk mulai berkencan lagi?" tanya Arnold tiba-tiba.
Zean meletakan sendoknya dan meneguk minumannya sambil menghela nafas berat ia pun menyandarkan badannya ke kursi.
"Kalau kamu belum bisa melupakannya, kenapa kamu harus meninggalkannya? Ini akan menyiksa dirimu sendiri Zean." ucap Arnold.
"Aku hanya ingin dia hidup normal dan memiliki masa depan yang lebih baik. Bukan dengan seseorang yang hanya akan menyusahkannya saja." ucap Zean sambil menatap sendu.
Nampak sekali di wajahnya kalau Zean sangat tidak ingin kehilangan Tiara, namun dengan kondisinya saat ini ia merasa gagal untuk menjadi pria idaman Tiara. Dan merasa kurang pantas bersanding dengan Tiara yang bak malaikat surga.
"Bagaimana kalau suatu saat kamu tau kalau dia sudah dengan laki-laki lain? Apa itu gak akan membuat mu makin terpuruk?" tanya Arnold lagi.
"Aku akan sangat bersyukur akan hal itu, aku merasa lebih baik jika dia bisa melupakan ku dan hidup bahagia dengan orang lain saat ini." ucap Zean.
"Ah... apakah serumit itu untuk urusan cinta? Kamu masih sangat menyayanginya dan dia sebaliknya, mau bagaimanapun kondisi mu saat ini aku yakin dia pasti akan terima itu. " ucpa Arnold geram.
Arnold hanya menunjuk dan melanjutkan makannya dengan perasaan sedikit kesal akan tabiat sahabatnya itu.
"Zean, haruskah aku mencarikan mu pasangan? Agar kau tidak terkurung terus didalam sini?" teriak Arnold yang masih di meja makan.
Zean hanya melambaikan tangan dan berlalu dengan membawa file-file ke depan Tv untuk di kerjakannya.
"Yang satu sudah happy-happy dengan laki-laki lain, yang satu terkurung di sini tanpa tujuan hidup" gumam Arnold.
________________
Aku sudah sampai di apartemen ku sedangkan Ian langsung bergegas pulang untuk membantu ibunya melangsungkan upacara doa di gereja. Pak le ku menikahi seorang wanita beragama nasrani namun walau perbedaan agama itu tak membuat mereka menyerah akan cinta mereka. Lagi pula, keluarga kami memang sudah banyak campuran keberagaman agama. Jadi hal tersebut bukanlah hal aneh lagi di keluarga kami. Aku membuka pintu kamar ku, saat akan membuka ada Arnold yang juga baru sampai entah dari mana.
"Hy.... kamu baru pulang?" tanya ku ke Arnold.
__ADS_1
Arnold hanya mengangguk dan berlalu melewati Tiara.
"Mau minum kopi...?" tawar ku.
Arnold melihat ke arah ku dengan seksama seperti memikirkan sesuatu. Padahal aku menawarkan seperti itu karena dia sudah membatu ku kemarin.
"Apa hanya ada kopi di rumah mu...?" tanya Arnold.
"Owh, aku ada beberapa cemilan. Masuk lah." ajak ku
Arnold masuk ke kamar ku dan aku menyuruhnya duduk di ruang Tv, dan memintanya menunggu di situ. Arnold melihat-lihat ruangan Tv milik Tiara, banya foto-fotonya dengan Zean yang tersusun rapi. Melihat hal tersebut, aku pun menyapanya.
"Dia suami ku..." ucap ku sambil meletakan secangkir kopi ke atas meja.
"Bukannya kamu dan laki-laki itu..." ucap Arnold terputus.
"Laki-laki? Owh, Ian? Dia itu sepupu ku, anak dari adik ayah ku yang tinggal di sini." jelas ku.
"sepupu...?" tanya Arnold tak percaya.
"Iya... Sepupu ku. Jangan bilang kalau kamu menyangka itu adalah pacar ku." tebak ku.
"Iya ku kira sih begitu, habis kalian sepertinya sangat dekat." ucap Arnold salah tingkah.
"Ha ha ha... Makanya, kamu itu jangan suka berfikiran negatif terus sama orang. Cari tau dulu baru menyimpulkan." ucap ku sambil tertawa.
"Sorry, Aku benar-benar gak tau. Jadi ini suami mu? Di mana dia sekarang?" tanya Arnold pura-pura tidak tau.
"Setau ku dia saat ini berada di tempat yang sangat jauh dan tak bisa ku datangi. Tapi bagian sisi hati ku yang lain mengatakan kalau dia masih berada dekat di sisi ku." ucap ku sedih
"Kenapa kamu tidak berusaha mencari yang lain?" tanya Arnold.
__ADS_1
"Aku masih belum bisa menggenggam tangan laki-laki lain saat ini, masih ingin menyesuaikan hati ku." ucap ku.