Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 154


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang kami tunggu-tunggu, setelah sibuk mengurus semua persiapan pernikahan akhirnya hari yang kami nantikan datang.


Dengan menggunakan kebaya putih dan dan sanggulan yang meriasi kepala ku aku berjalan perlahan melangkah keluar menuju tempat acara akad nikah. Masih teringat di benak ku acara pernikahan kami yang lalu, namun aku tidak ingin membawanya ke acara ku yang sekarang. Cukup kegagalan kemarin menjadikan pelajaran untuk ku, namun bukan hanya aku melainkan pelajaran untuk kami.


Zean sudah duduk di depan penghulu mengenakan jas hitam dan tersenyum ke arah ku. Dengan pelan Naya menuntun ku duduk di sebelah Zean. Dengan mata berbinar aku memandang wajah Zean yang benar-benar tampan dan sedikit riasan di wajahnya. Setelah semua siap, Naya dan Dita membantu kami memasang selendang untuk di letakan di kepala ku dan Zean. Dan kami pun siap melaksanakan pernikahan yang kedua kali dengan Ayah sebagai wali nikah ku.


"Saya terima nikah dan kawinnya Tiara Putri binti Sudarso dengan seperangkat alat sholat di bayar tunai." ucap Zean dengan lantang.


Semua orang bersorak "Saaaahhh...." dan di lanjutkan dengan pembacaan doa. Walaupun ini yang kedua kali bagi kami, momen seperti ini tetap membuat kami berdua gugup dan haru. Aku hanya berharap setelah ini kami akan melewati semuanya bersama tanpa ada yang harus di bohong-bohongi lagi.


Setelah acara akad nikah aku mengganti pakaian ku dengan gaun dan menuju pelaminan yang tidak terlalu besar, karena kami memilih tema garden party jadi aku memilih gaun yang simpel dan mudah untuk di bawa berjalan. Setelah mengganti pakaian ku aku keluar dari kamar menuju tempat acara di buat. Tiba-tiba ayah berdiri di hadapan ku dengan tatapan sendu. Aku meminta Naya dan Dita untuk berjalan duluan sedangkan aku akan berbicara terlebih dahulu dengan ayah.


"Apa ayah tidak senang dengan pernikahan ku yang ke dua ini?" tanya ku sambil memegang kedua tangan ayah.


"Bagaimana ayah gak senang nduk, kalau melihat mu bahagia saja sudah membuat ayah bahagia. Ayah cuma sedikit trauma atas perlakuan Zean terhadap mu nduk." ucap Ayah menepuk-nepuk punggung tangan ku.


"Dia sudah berubah yah, dan dia juga sudah menyesali semua itu. Bahkan pengorbanannya untuk Raa juga tidaklah sedikit." jelas ku.


"Ayah tau nduk, yang penting kamu harus selalu bisa menjaga harga diri mu dan suami mu. Jangan biarkan seseorang menghancurkan rumah tangga kalian lagi." ucap ayah menasehati.


"Baik yah, Raa akan ingat ucapan ayah. Raa berterima kasih karena ayah selalu bisa menerima keputusan Raa." ucap ku sambil tersenyum.


"Kamu itu tetaplah gadis kecil bagi ayah, dan ayah akan selalu mendukung keputusan mu." ucap ayah memeluk ku.


"Raa benar-benar bersyukur mendapatkan sosok orang tua seperti ayah dan ibu, terima kasih sudah mendidik Raa selama ini. Dan I love you yah." ucap ku membalas pelukan ayah.


Setelah selesai berbincang-bincang ayah yang menuntun ku berjalan ke luar. Aku menggandeng lengan ayah sambil tersenyum manis. Semua orang menatap kami dan memberikan senyuman bahagia termasuk Zean. Setelah berhadapan dengan Zean, ayah memberikan tangan ku ke Zean dan Zean pun menyambutnya.

__ADS_1


"Aku titipkan lagi putri kecil ku kepadamu, tolong bahagiakan dia. Karena aku mungkin sudah tidak kuat untuk menemaninya bermain-main lagi." ucap ayah sambil tersenyum.


"Aku berjanji yah, akan menjaga putri kecil ayah ini dengan segenap jiwa dan tidak akan membiarkannya menangis lagi. Bahkan aku akan selalu ada di sampingnya kemanapun dia pergi." janji Zean.


Semua orang yang berada di sana sontak bertepuk tangan dan riuh setelah mendengar ucapan antara ayah dan Zean. Ada juga sebagian yang merasa terharu dan tersenyum bahagia.


Kaki pun melanjutkan pesta dengan bernyanyi dan makan bersama, menikmati hati bahagia bersama-sama. Tiba-tiba ada seseorang datang dan memukul pundak ku, sontak itu membuat ku menoleh kebelakang.


"Arnold....." teriak ku.


"Hy, happy wedding Raa." ucapnya sambil memberi ku sebuket bunga dan kado.


"Kamu datang ke sini kok gak ngabarin aku?" tanya ku terkejut.


"Aku sudah seminggu di sini, hanya saja aku merahasiakannya." ucap Arnold sambil memandang Zean.


Aku yang melihat ekspresi antara Zean dan Arnold merasa ada sesuatu yang mereka sembunyikan dari ku.


"Aku dan Arnold berangkat bersama Bii, dia sengaja merahasiakannya dari mu. Katanya untuk kejutan." ucap Zean.


"Kalian membohongi ku mentah-mentah, dasar." ucap ku tersenyum.


"Dia minta di Carikan jodoh katanya." ucap Zean melirik Arnold.


Aku tertawa mendengar ucapan Zean. Mereka benar-benar sangat cocok satu sama lain, bahkan anak kembar pun kalah akan tingkah laku kemiripan mereka.


"Hy Raa, happy wedding." sapa seorang laki-laki yang ternyata adalah Andre.

__ADS_1


"Kalian datang juga, kenapa tidak ada yang mengabari ku sebelumnya. Kalian membuat ku kecewa awalnya." ucap ku kepada Andre dan Lucy.


" Aku mengambil penerbangan dekat-dekat hari H, jadi tidak sempat memberi tau mu." ucap Andre.


"Selamat atas pernikahannya." ucap Lucy sambil memberikan ku kado.


"Waw kamu tidak harus memberikan ini kepada ku, kalian datang kemari aku sudah sangat senang." ucap ku menerima hadiah dari Lucy.


"Aku tidak terlalu tau apa yang kamu suka, jadi aku asal memilihnya. Semoga kamu menyukainya." ucap Lucy lugu.


"Aku selalu menyukai hadiah apa pun yang kalian berikan kepada ku Lucy. Terima kasih banyak." ucap ku tersenyum manis.


Lucy senang mendengar ucapan ku, mungkin dia benar-benar berhati-hati memilih kado yang pas untuk ku. Dan mungkin juga kado ini tidak ada campur tangan dari Andre yang selama ini sangat mengetahui apa yang aku suka.


"Aku akan memanggil Dita dan Richard. Owh aku lupa, aku juga akan mengajak Naya untuk bergabung." ucap ku sambil melirik Arnold.


Zean yang mendengar ucapan ku tertawa dan mendorong ku cepat untuk mencari mereka. Tak lama aku mencari mereka aku mengajak mereka bergabung dan memperkenalkan mereka masing-masing.


Pernikahan kali ini benar-benar meriah, walau pun tidak terlalu megah dan mewah namun banyak kehangatan di dalamnya.


Andre dan Lucy menikmati acara dan makanan yang sudah di sediakan. Lucy sangat bersemangat mengikuti pesta yang selama ini ia tak pernah datangi dan banyangkan.


"Pernikahan ini sederhana namun sangat menyenangkan, termasuk orang-orangnya. Penuh dengan kehangatan dan kekeluargaan." ucap Lucy kagum.


"Apa kau menyukai pernikahan seperti ini?" tanya Andre penasaran.


"Ya... Tidak perlu mewah asalkan di kelilingi oleh orang-orang yang saling menyayangi itu sudah cukup." ucap Lucy.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan mewujudkan mimpi mu itu. Bahkan akan jauh lebih baik lagi ok, aku janji." ucap Andre


Lucy terdiam mendengar ucapan Andre dan masih mencoba mencerna di dalam otaknya. Tak lama kemudian ia tersenyum malu setelah menyadari ucapan Andre barusan dan memegang kedua pipinya yang merona.


__ADS_2