
Zean bergegas mengunjungi rumah Melati. Ia ingin mengetahui kejelasan hubungan mereka. Dan kenapa ia tega melakukan hal tersebut ke Zean. Tiba di rumah Melati, ia pun mengetuk pintu rumah tersebut.
tok...tok...tok
Melati pun membukakan pintu dan sedikit. terkejut melihat Zean yang tiba-tiba datang ke rumahnya.
"kamu ngapain ke sini?" tanya Melati
"kenapa? apa aku nggak boleh lagi ke rumah mu?" Zean balik bertanya
Zean pun langsung masuk tanpa persetujuan dari Melati. Ia pun duduk di atas sofa dan melihat ke arah Melati dengan tatapan sini. Melati pun bingung akan tatapan Zean.
"kamu kok lihat aku kayak gitu?" ucap Melati
"aku akan bercerai dengan Tiara. Jadi kita udah bisa rencanain untuk pernikahan kita" ucap Zean
__ADS_1
Melati sangat terkejut mendengar ucapan Zean.
"pernikahan? bukankah itu terlalu cepat?" tanya Melati gugup
"bukannya ddi dulu kamu mau cepat-cepat ingin kita bersama?" tanya Zean
"iya, tapi maksud ku tidak langsung menikah. kita kan bisa sama-sama tanpa harus menikah. Kita masih bisa menikmati pacaran" jelas Melati beralasan
"jadi kamu memang hanya memanfaatkan aku. Baiklah, kalau begitu aku akan selesaikan hubungan ini" ucap Zean
"iya, kamu belum siap saat ini karena kamu masih menunggu kepastian dari Richard kan?" sentak Zean
"kamu ngomong apa sih? Aneh" ucap Melati terkejut
"iya, kamu ingin memastikan dulu apa Richard akan kembali kepada mu atau tidak. Kalau dia kembali sama kamu, kamu akan ninggalin aku. Tapi, kalau dia sama sekali nggak ada harapan, kamu akan lanjut dengan ku. Ya , aku akui kamu memang pintar dalam urusan ini. Tapi aku nggak akan mau nunggu kamu untuk kesekian kalinya" ucap Zean
__ADS_1
Melati sangat terkejut mendengar ucapan Zean yang mengetahui rencana busuknya itu. Ia pun kehabisan kata-kata untuk membalas ucapan Zean.
Melihat melati yang hanya terdiam mendengar ucapannya, Zean pun pergi meninggalkan rumah Melati tanpa pamit. Dan ia pun sudah menegaskan akan hubungannya saat ini. Sekarang ia baru menyadari semua kebusuka dari Melati. Dan bahkan yang lebih parahnya ia akan kehilangan rumah tangganya yang baru ia bangun.
Ia memutuskan untuk pulang dan mencoba mencari Tiara, ia ingin mencoba membujuk Tiara untuk mencabut gugatan cerai mereka.
Setiba di rumah, ia tak menemukan Tiara, ia hanya menemui Anggi yang membereskan rumah. Ia pun bertanya pada Anggi.
"Anggi kok Tiara nggak ada? Dia kemana?" tanya Zean
"owh, mbak Tiara katanya mau ngunjungin ayahnya mas. Jadi dia pulang tadi pagi, emang mbak Tiara nggak ngabarin mas Zean sebelum berangkat?" tanya Anggi
"hmm, tadi Hp ku lowbat. Mungkin dia telpon aku tapi nggak masuk" ucap Zean beralasan
Zean pun meninggalkan Anggi dan menuju kamar, ia bingung apa yang harus di lakukannya sekarang. Ia ingin menyusul Tiara ke rumah ayahnya, namun ia tak tau harus bagaimana mengucapkan semuanya. Ia merasa tak pantas untuk meminta Tiara kembali lagi dan mencabut gugatan cerai mereka. Ia menyadari betapa bersalahnya ia selama ini, dan betapa teganya ia terhadap Tiara selama ini. Ia bingung bagaimana untuk memperbaiki hubungannya lagi dan menyelamatkan rumah tangganya.
__ADS_1