Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 86


__ADS_3

Di rumah sakit sudah ada Dita, Andre, Ayah, pak Sugeng, Richard dan Naya. Mereka masih menunggu dokter keluar dari ruang operasi. Hampir 3 jam lebih Zean dan Tiara di dalam ruang operasi namun belum juga ada tanda-tanda dokter akan keluar.


"seharusnya aku ikut mereka pas pulang kerja tadi" tangis Dita


"udah Taa, kamu jangan nyalahin diri sendiri gini" ucap Andre


"aku takut banget Ndre, gimana kalau Tiara kenapa-kenapa" ucap Dita cemas


"kita harus optimis Taa, semoga lukanya nggak parah" ucap Andre berusaha menenangkan Dita


Tak lama kemudian dokter keluar dari bilik operasi dengan raut muka yang serius. Mereka pun menghampiri dokter tersebut. Hanya ayah yang masih duduk di kursi dengan perasaan Cemas.


"bagaimana keadaan mereka dok?" tanya Andre


"operasinya berjalan lancar, pasien laki-laki sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat. Tapi ada sebagian yang harus saya bahas di ruangan saya" ucap dokter


"baik dokter," ucap Andre sambil mengangguk

__ADS_1


Andre pun menghampiri ayah yang sedari tadi hanya terduduk diam mengetahui anaknya kecelakaan.


"pak, Dokter mau membahas hal penting soal Tiara. Bapak yang mau ikut ke ruangan atau saya saja?" tanya Andre sopan


"sampean aja nang. Aku dengar dari mu saja nanti sudah cukup" ucap ayah


Andre pun mengangguk dan pergi meninggalkan mereka menuju ruangan Dokter.


"permisi Dok, saya dari keluarga pasien yang tabrak lari tadi" ucap Andre


"masuk pak, silahkan duduk. Saya akan jelaskan satu persatu permasalahannya ya pak" ucap Dokter


"jadi begini, kita mulai dari pasien laki-laki. Berita baiknya dia sudah melewati masa kritisnya, hanya saja dia kemungkinan besar akan mengalami lumpuh permanen karena syaraf dan tulang kakinya banyak yang rusak. Tapi keseluruhan tubuh dan kepala baik-baik saja"


"bagaimana dengan pasien wanita Dok?" tanya Andre cemas


"pasien wanita mengalami kerusakan kornea mata yang cukup parah dan kemungkinan akan mengalami kebutaan"

__ADS_1


"apa tidak bisa di pulihkan lagi Dok? maksud saya mungkin mencari donor mata yang cocok" tanya Andre cemas


"bisa, pengelihatannya akan baik-baik saja jika mendapatkan donor yang cocok. Tapi ada satu hal lagi pak, akibat tabrakan bukan hanya itu yang rusak. Melainkan hati nya pun ikut Rusak parah, saya rasak karena benturan kuat sehingga dapat membuat seperti itu"


"jadi maksud Dokter?"


"kecil kemungkinan untuk dia bertahan hidup dengan kondisi hati yang rusak parah pak" ucap dokter


"....terkecuali ada juga yang mau mendonorkan hatinya kepada pasien" lanjut Dokter


"tolong Dok, tolong saya. Saya akan bayar semuanya asalkan Tiara bisa di sembuhkan Dok. Berapapun biayanya akan saya tanggung" ucap Andre memohon


"saya akan berusaha semampu saya pak, tapi kami tidak menyediakan pendonor mata dan hati di rumah sakit ini. Dan juga kita tidak bisa menunggu lama untuk mencari pendonor" ucap Dokter serius


"maksudnya Dok? Berapa lama waktu yang di miliki Tiara?"


"pasien akan bertahan maksimal satu minggu, Selebihnya hanya tuhan yang tau pak. Jadi saya kira bapak harus berunding dengan keluarga terlebih dahulu" ucap Dokter

__ADS_1


Andre pun keluar dari ruangan Dokter, ia membenturkan kepalanya ke dinding. Dengan waktu yang begitu singkat bagaimana ia akan mendapatkan pendonor untuk Tiara. Andre sangat frustasi dengan keadaan sekarang, ia pun mencoba mencari informasi kepada seluruh koneksinya. Ia berharap ada yang dengan cepat membantunya saat ini.


__ADS_2