
Semua orang menunggu operasi yang sedang berlangsung dengan harap-harap cemas. Andre bolak-balik berjalan sambil menundukkan kepala dan meletakan tangannya di saku celana. Menyimpan kecemasannya.
"Ndre, kamu duduk yang tenang dong. Jangan mondar-mandir kayak gitu" ucap Dita
"aku sedikit tegang Taa, terlebih lagi ini bukanlah operasi biasa" ucap Andre
"iya, tapi kita harus tetap tenang. Kalau kamu cemas gini orang lain juga ikut cemas" ucap Dita lagi
Andre pun duduk di samping Dita, ia yang sangat cemas tak bisa menyembunyikannya sedikit pun. Tak lama kemudian ada seorang perawat membawa sebuah kotak yang bertuliskan Bank donor. Yang artinya itu adalah organ yang akan di berikan ke Tiara. Operasi berjalan selama kurang lebih enam jam lamanya. Membuat semua orang di liputi dengan rasa cemas.
Setelah sekian lama mereka menunggu, Dokter pun keluar dari ruang operasi dan menemui mereka.
"keluarga Tiara?" tanya Dokter
"kami dok, bagaimana operasi Tiara dok?" tanya Andre cemas
__ADS_1
"operasinya berjalan lancar, kita akan lihat perkembangannya beberapa jam lagi. Sekarang pasien sudah bisa di pindah ke ruang rawat" ucap Dokter
"alhamdulillah... Terima kasih dok" ucap Andre
Mereka yang mendengar kabar dari dokter pun merasakan syukur yang teramat dalam. Ayah yang mendengar pun langsung bersujud syukur akan keberhasilan operasi anaknya.
"alhamdulillah ya gusti" ucap ayah sambil menangis haru
Andre dan Dita pun memeluk ayah yang sangat terharu. Tak lama Tiara sudah di pindahkan ke ruang rawat biasa. Kondisinya semakin membaik dan menunjukan bahwa operasinya berjalan lancar.
Aku terasa berdiri di taman yang penuh dengan bunga, banyak kupu-kupu yang beterbangan ke segala arah. Namun aku sedikit bingung, kenapa aku ada di sana sendiri. Tak nampak ada orang lain di sana selain aku seorang. Tak lama ada yang memeluk ku dari belakang.
"kita di mana Zean, kenapa hanya ada kita di sini?" tanyaku bingung
"tidak suka ya kalau kita di sini berdua saja?" tanya Zean balik
__ADS_1
"hmm nggak juga sih, cuma aku nggak tau ini di mana. Tapi aku suka tempat ini, terlebih lagi kamu temani aku di sini" ucap ku
"aku akan selalu nemanin kamu Bii, aku nggak akan tinggalin kamu sampai kapan pun"
"kamu janji ya sama aku"
"aku janji sayang, sampai kapan pun aku akan selalu sama kamu. Hidup dan mati ku untuk mu Bii"
Aku sangat menyukai keadaan saat ini, bahkan suasana pun mendukung kemesraan dan keromantisan kami. Tak lama Zean melepaskan pelukannya dari tubuh ku dan berjalan kedepan ku.
"Bii, aku harus ke sana. Kamu baik-baik di sini ya, aku akan selalu merhatiin kamu" ucap Zean menjauh
"kamu mau kemana Zean? kamu bilang kamu nggak akan ninggalin aku" teriak ku
"aku nggak ninggalin kamu sayang, aku selalu memperhatikan mu dari jauh. Aku kan sudah janji nggak akan ninggalin kamu" ucap Zean sambil tersenyum
__ADS_1
"tapi aku nggak mau kamu kesana, aku mau kamu di sini nemanin aku. Sama-sama dengan aku, Zean aku nggak mau kamu pergi"
Namun sosok Zean semakin lama semakin menjauh, bahkan menghilang dari pandangan ku.