Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 63


__ADS_3

Aku tiba di rumah ayah ku sore hari, Dan aku pun menurunkan koper ku. Ayah menghampiriku dan menyapa ku dengan senang.


"Kamu udah sampai nduk?" Tanya ayah


"Iya yah, ayah apa kabar?" Tanya ku balik


"Ya,,, begitulah. Ayo ayo kita masuk" ajak ayahku


Kami pun masuk dan duduk di ruang keluarga. Aku meletakan koperku di samping sofa.


"Buk Sumi mana yah? Kok nggak nampak?" Tanya ku


"Dia lagi di belakang, tadi sudah ku suruh buatkan minuman sama cemilan buat mu" jawab ayah


"Hmm.... Aku akan sidang besok" ucap ku 


"Kamu sudah yakin dengan keputusan mu? Jangan sampai kamu menyesal. Pernikahan itu bukan mainan loh nduk" ucap ayah


"Aku sudah meminta dia untuk kembali dan memperbaiki semuanya yah, tapi dia sama sekali nggak mau. Tapi kemarin saat aku kasih surat dari pengadilan agama itu, dia minta kembali" jelas ku


"Yahhh mungkin dia baru menyadarinya dan menyesal. Wajar jika dia baru mau kembali sekarang" 


"Tapi aku nggak mau kembali yah. Raa mau memulai kehidupan yang baru"


"Tak masalah jika kamu mau seperti itu. Tapi, manusia juga berhak menerima kesempatan ke dua. Aku bukan tak menyetujui kamu pisah sama suami mu, tapi kalau guncangan seperti ini saja kamu sudah goyah, apa lagi nanti terjadi guncangan yang lebih besar di rumah tangga mu. Setiap manusia kan punya sisi kelemahannya juga toh" ucap ayah

__ADS_1


"Jadi, apa yang harus aku lakukan sekarang yah?"


"Kamu ikuti alur pengadilan, sambil kamu lihat sikap Zean. Apakah dia berusaha menjadi lebih baik atau masih egois. Nanti kalian akan paham"


"Tapi aku takut yah,,, nanti dia akan melakukan kesalahan lagi"


"Jangan berfikir seperti itu, fikirkan jika kamu yang melakukan kesalahan. Biarkan dia melihat dengan matanya sendiri bagaimana diri mu sebenarnya. Tunjukan apa yang kamu suka dan yang tidak kamu sukai"


"Ayah besok ikut aku ke pengadilan?" Tanya ku


"Aku akan ikut, karena aku juga akan berbicara kepada Zean secara pribadi"


Aku hanya mengangguk menyetujui ucapan ayah ku.


"Gantilah pakaian mu, sudah itu turun. Biar kita minum teh sambil makan cemilan" suruh ayah


Zean duduk di sebuah cafe dan menatap nanar pada sebuah jalan raya di seberangnya. Pandangannya kosong dan gilirannya pun berputar, tak tau entah apa yang harus ia lakukan sekarang. Tiba-tiba ada seorang laki-laki menghampirinya.


"Hy, kamu suaminya Tiara kan?" Tanya laki-laki tersebut


"Owh hy, iya. Kamu teman Tiara waktu itu ya kan? Hmm Richard" ucap Zean mengingat


"Iya betul, boleh aku gabung?" Tanya Richard


"Boleh boleh. Sama siapa di sini?" Ucap Zean

__ADS_1


"Sendirian, kebetulan aku mau makan siang. Kamu sendirian juga?" 


Zean hanya mengangguk mengiyakan ucapan Richard. Tiba-tiba gilirannya tertuju pada kisah lama Richard dan Melati. Ia pun mencoba menanyakannya.


"Maaf ya, Richard kamu sudah lama kenal sama melati?" Tanya Zean berhati-hati


"Lumayan, dulu dia satu kerjaan sama ku di luar dan kami satu tim di proyek" ucap Richard


"Owh begitu..." Ucap Zean


"Ya, karena sering bersama, kami pun menjadi sepasang kekasih. Tapi itu tak berjalan lama" 


"Kenapa...?"


"Dia pergi meninggalkan aku dengan alasan dia di suruh pulang oleh orang tua nya. Tapi menurutku itu hanya sebuah alasan saja"


"Kenapa kamu bilang itu alasan?" Tanya Zean penasaran


"Karena setibanya aku di sini dia ternyata mengincar mu dan sekarang dia pun melakukan hal yang sama kepada ku" 


"Maksud mu...?"


"Iya, dia mencoba menghubungiku lagi dan mencari celah untuk bisa kembali kepada ku dan mencampakkan kamu" jelas Richard


"Dia nggak mungkin begitu, dia bilang dia akan bersama dengan ku"

__ADS_1


"Tapi itu kenyataannya Zean. Dia mengirim kan pesan ini kepada ku" ucap Richard sambil menunjukan chat Melati kepadanya.


Zean sangat terkejut melihat isi chat yang di perlihatkan oleh Richard, ia sangat tak menyangka kalau Melati yang selama ini ia bela malah menusuknya dari belakang dan mencoba untuk meninggalkannya lagi.


__ADS_2