Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 151


__ADS_3

Pagi-pagi sekali aku sudah bersiap-siap untuk pergi. Tujuan ku hari ini adalah untuk bertemu dengan Andre, karena sudah beberapa hari sejak keributan kemarin aku tidak menjumpainya bahkan belum sempat meminta maaf kepadanya. Aku juga tak ingin kami terus-menerus diam dan menjadi musuh. Aku mencoba memberanikan diri untuk mengajaknya berjumpa di sebuah cafe. Untuk bertemu dengan Andre aku terlebih dahulu meminta izin ke Zean walau awalnya Zean bersikeras untuk ikut aku menahannya karena takut terjadi kesalahpahaman antara mereka lagi. Setelah menaiki taksi aku sudah tiba di tempat tujuan dan melihat ke sekeliling cafe, sepertinya Andre belum sampai. Aku duduk di sebuah sofa yang sudah di sediakan dan mengecek ponsel ku, karena tak seperti biasanya Andre datang terlambat. Aku memesan beberapa cemilan dan minuman sembari menunggu Andre. Dan tak lama kemudian sosok yang aku tunggu tiba dan ternyata dia tidak sendiri, dia membawa seorang wanita muda bersamanya.


"Andre..." sapa ku.


Andre melihat dan berjalan kearah ku yang melambaikan tangan. Ia menggandeng tangan wanita itu, aku pun faham dan tersenyum manis kepadanya.


"Kamu sudah lama menunggu Raa?" tanya Andre.


"Enggak, tapi tumben kamu terlambat datang?" tanya ku balik.


"Owh, kenalin ini Lucy. Karena dia aku terlambat." ucap Andre.


Aku menjabat tangan Lucy sambil tersenyum ramah.


"Hy Lucy, aku Tiara. Senang berkenalan dengan mu." ucap ku.


"Hy Tiara, aku juga begitu dan maaf membuat mu menunggu." ucapnya sopan.


"Mari duduklah, Aku senang kamu bisa membuat Andre terlambat." ucap ku bercanda.


Aku mempersilahkan Andre dan Lucy duduk. Mereka berdua duduk tepat di hadapan ku sekarang dan aku memesan lagi beberapa minuman untuk mereka.


"Andre, apa kabar mu? Maaf aku mungkin seperti anak-anak karena sudah marah kepada mu waktu itu." ucap ku langsung.


"Aku baik, aku mengerti Raa. Tidak seharusnya aku membohongi mu selama ini." ucap Andre.


"Maaf kalau aku ikut campur, apa kalian ada masalah satu sama lain? Aku merasa tidak enak jika ada suatu hal penting yang harus kalian bahas." ucap Lucy.

__ADS_1


"Owh bukan masalah besar Lucy. Kamu tau terkadang persahabatan sedari kecil itu ada sedikit kebosanan dan membuat kami bertengkar. Itu hal wajar dan aku berusaha memperbaikinya lagi." jelas ku.


"Anda berteman dengannya dari kecil? Waw apa tidak ada perasaan cinta yang tumbuh di hati kalian satu sama lain?" tanya Lucy polos.


Aku terdiam mendengar ucapan Lucy yang entah di sengaja atau tidak, namun aku berusaha menjelaskannya sebaik mungkin agar Lucy tidak salah paham.


"Sayangnya aku sudah menikah duluan." ucap ku sambil memperlihatkan cincin yang melingkar di jari manis ku.


"Syukurlah kalau begitu, aku tidak akan mengkhawatirkannya lagi." ucap Lucy lega.


"Mengkhawatirkan apa? Apa kamu meragukan aku?" tanya Andre.


kami tertawa dengan pertanyaan Andre dan meledeknya beberapa kali, tak ku sangka akhirnya Andre menemukan tambatan hatinya dan membuka hati untuk orang lain. Aku sangat bersyukur akan lah itu. Kami menghabiskan beberapa waktu di sana sambil bercerita. Tak lama kemudian ponsel ku berdering dan ternyata itu adalah telepon dari Zean yang menanyai ku. Aku berinisiatif untuk pamit pulang lebih dulu karena aku juga janji pada Zean untuk menemaninya check up.


"Maaf ya aku harus pulang duluan, padahal aku yang mengajak kalian untuk bertemu." ucap ku.


"Tak apa, kamu juga harus menemani Zean check up. Kami akan menghabiskan waktu kami bersama lagi." ucap Andre.


Aku meninggalkan mereka berdua dan bergegas mencari taksi untuk menemui Zean dan menemaninya check up. Terlebih lagi moodnya sedang tidak baik karena aku melarangnya ikut untuk bertemu dengan Andre, namun aku akan menjelaskan ke Zean kalau Andre sekarang sudah tak sendiri dan mungkin dia akan lebih merasa tenang.


_______________


Andre dan Lucy keluar dari cafe dan menuju mobil, mereka tidak ada rencana untuk kemana-mana. Namun sepanjang perjalanan Andre terlihat seperti murung dan sedih dan membuat Lucy penasaran ingin bertanya.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Lucy takut.


"Ya aku baik-baik saja, ada apa?" tanya Andre balik.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya merasa kamu sedikit murung setelah Tiara keluar dari cafe. Apa ada masalah yang belum kamu sampaikan ke Tiara?" tanya Lucy lagi.


"Aku hanya bisa melihatnya bahagia tanpa memikirkan perasaan ku, aku sudah terbiasa akan hal itu." ucap Andre.


Lucy terdiam mendengar ucapan Andre barusan, ia antara tidak mengerti dengan apa yang di katakan Andre. Namun Lucy memahami jika Andre mencintai Tiara, karena Andre sangat bahagia saat berbicara dengan Tiara saat di cafe tadi.


"Kau tidak usah memikirkan hal yang tidak penting, aku akan berusaha menguburnya dalam-dalam." ucap Andre sambil mengelus kepala Lucy dengan lembut.


"Tapi melupakan seseorang itu tidak semudah yang di bayangkan, tapi aku akan mencoba bersabar menunggu mu." ucap Lucy tersenyum.


"Baiklah, bantu aku menyelesaikan semuanya ok. Aku akan berusaha sebaik mungkin." ucap Andre menyentil hidung Lucy.


Lucy merangkul lengan Andre yang menyetir mobil dan meletakkan kepalanya di pundak Andre.


"Aku berjanji akan membuat mu jatuh cinta kepada ku dan tidak akan melepaskannya kepada siapapun termasuk teman masa kecil mu." ucap Lucy yakin.


"Baiklah-baiklah aku yakin kamu pasti bisa melakukannya." ucap Andre.


"Ya aku yakin pasti bisa, dan aku tidak akan membuat mu dapat mengingat kenangan apapun tentangnya lagi." ucap Lucy sambil tersenyum.


"Apa kamu mau makan kue? Sepertinya kamu tidak cukup kenyang makan di sana." ucap Andre tersenyum.


"Apa kamu meledek ku lagi? Baiklah aku ingin dua kotak kue coklat dan strawberry." ucap Lucy bersemangat.


"Baik yangmulia..." ucap Andre.


Lucy hanya tersenyum manis mendengar ucapan Andre yang selalu meledeknya, sekarang ia merasa tidak perlu sungkan lagi kepada Andre yang sudah memberi izin atas hatinya untuk Lucy. Dan ia akan menduduki hati Andre sendirian dan menyingkirkan kenangan-kenangan pahit dalam hidupnya.

__ADS_1


Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah dengan berbagai macam cerita. Sesekali Andre tersenyum melihat tingkah Lucu yang lugu dan polos, namun sedikit keras kepala. Dan ia pun berharap Lucy dapat menggantikan posisi Tiara di hatinya dan bertahan selamanya. Di sisi lain ia juga merasa senang Tiara kembali kepada Zean dan memilih unyu memulai semua dari awal.


" Semoga ini adalah awal yang baik untuk kita semua. Aku selalu mendoakan yang terbaik untuk mu Raa, bagaimana pun kau adalah cinta pertama ku. Walau aku tidak mendapatkan mu setidaknya terima kasih sudah hadir di kehidupan ku dan menjadi sahabat ku selama ini." batin Andre.


__ADS_2