
Zean terbangun dari tidurnya, ia melihat pakaiannya sudah di ganti dan seluruh kamar sudah bersih. Zean berfikir jika Tiara yang kembali ke rumah dan mengurusnya selama mabuk. Zean pun segera bangkit dari tempat tidur dan bergegas akan keluar kamar.
"Raa... Kamu pulang Raa?..." teriaknya memanggil Tiara
Namun nama yang di panggil tak menyahut sama sekali. Zean pun bergegas turun dari kamar dan menuju dapur, ada bau sup dari arah dapur. Langkahnya pun semakin cepat.
"Raa... Kamu masak apa? Kamu pulang kok nggak bangunin aku" ucap Zean setengah berteriak.
Namun yang di panggil pun tetap diam tanpa jawaban. Setelah tiba di dapur, alangkah terkejutnya dia dengan apa yang di lihatnya.
"Hy Zean... Aku tau kamu kecewa, karena yang kamu temui itu bukan istri mu. Melainkan aku" ucap Melati
"Kamu ngapain di sini? Terus kok kamu bisa masuk ke rumah ku?" tanya Zean tak senang
"Aku mampir ke sini, aku udah teriak-teriak manggil kamu tapi nggak ada jawaban dari dalam rumah. Jadi aku inisiatif buat liat langsung kamu dan membuka pintu, kebetulan juga pintu rumah mu nggak di kunci. Ayo makan, aku sudah buatin sup untuk kamu" ucap Melati
__ADS_1
"Lebih baik kamu pergi deh dari sini. Aku udah nggak mau liat muka mu lagi" ucap Zean yang berbalik akan meninggalkan Melati
"Beginikah balasan dari mu untuk orang yang sudah mengurus mu?" tanya Melati
"Kamu mau apa lagi datang ke sini?"
"Hmm bagai mana perasaan mu terhadap ku sekarang?" tanya Melati tiba-tiba
"Jangan gila, kamu itu udah nggak ku anggap siapa-siapa lagi. Jadi tolong kamu pergi" usir Zean
Melati menuangkan sup ke dalam mangkuk dan meletakannya ke meja makan.
"Kamu makan dulu, walau pun kamu benci aku setidaknya kamu makan. Biar bisa menyusun rencana untuk mendapatkan Tiara kembali" ucap Melati
"Maksud mu...?" ucap Zean yang masih berdiri
__ADS_1
"Kamu harus mempunyai kekuatan untuk membujuk Tiara lagi, dan aku akan membantu kamu untuk mengembalikan Tiara kepada mu" ucap Melati smbil menuntun Zean untuk duduk
"Membantuku...? Jangan bercanda. Aku sudah menyerah dengan pernikahan ku" ucap Zean tersenyum sinis
"Ya setidaknya kau harus makan" ucap Melati
Zean menuruti ucapan Melati, sebenarnya ia sangat tak ingin makan masakan Melati. Namun karena sudah dua hari dia tak makan, perutnya kini merasakan lapar yang teramat sangat. Sehingga mau tak mau ia memakan masakan Melati tersebut.
Saat mereka sedang makan, tiba-tiba pintu depan terbuka dan seseorang masuk ke dalam rumah. Untuk beberapa saat Mereka berdua tak menyadari itu. Setelah orang itu masuk dan menuju dapur baru lah Zean sadar, ternyata Tiara melihatnya makan berdua dengan Melati saat ini. Membuat mereka canggung bukan main. Melihat situasi ini aku hanya bisa memaklumi, namun di dalam hati ku sangat sakit sekali.
"Kalian lanjut aja makannya, aku ke sini cuma mau ambil baju kok" ucap ku santai
"Raa,,, kamu pulang. Raa ini nggak seperti yang kamu pikirkan" ucap Zean sambil mengejar ku
Aku hanya diam meninggalkan mereka, aku sangat tak menyangka jika Zean sudah berani membawa wanita itu masuk ke dalam rumah ini. Padahal belum ada keputusan dari sidang pengadilan agama.
__ADS_1