Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 116


__ADS_3

Andre mencoba memejamkan matanya yang samasekali tidak mengantuk. Namun sudah berapa lama ia mencoba tetap saja matanya enggan bersahabat untuk tertidur. Ia mencoba melihat jam di ponselnya, sudah menunjukan pukul 2.45 pagi.


"Aarrgghh.... Zean sialan" gumamnya


Ia menatap langit-langit kamar dan fikirannya kembali ke masa di mana sesaat sebelum Tiara menjalani operasinya.


"Syukurlah Tuhan, akhirnya Tiara akan sembuh juga. Aku harus cepat ke ruang operasi Tiara" gumam Andre


Andre berjalan cepat menuju ruangan dimana Tiara akan melakukan operasi. Namun saat ia akan melewati satu ruangan, ia nampak Zean dan Adi memasuki ruangan lain. Karena penasaran Andre pun mencoba mengikuti mereka.


"Saya tidak tau ini apakah kebetulan yang di sengaja atau memang takdir Tuhan, saya akan membantu biaya kehidupan ibu dan anak ibu kedepannya. Saya sangat berterima kasih banyak karena ibu bersedia mendonorkan hati dan mata suami ibu untuk istri saya" ucap Zean lembut


"Saya dan suami hanya orang biasa saja mas, suami hanya seorang buruh kasar. Saat tau suami saya mengalami kecelakaan dan nyawanya tidak bisa tertolong lagi, saya sangat bingung untuk menghadapi semua kenyataan ini mas. Bagaiman saya bisa menghidupi anak saya yang masih kecil-kecil? Bagai mana saya akan melanjutkan hidup? Tapi Tuhan itu adil mas, dia akan menghidupkan yang lain setelah mengambil yang lain juga. Awalnya saya menolak untuk setuju dengan keputusan suami yang ingin mendonorkan itu semua ke istri mas, karena saya tidak mau kehilangan suami saya. Tapi sepertinya suami saya sudah tau kalau umurnya tidak panjang lagi dan ingin hidup kami terjamin, makanya dia menyetujui permintaan kalian" ucap sang istri sambil menangis

__ADS_1


"Saya tidak akan lari dari tanggung jawab bu, saya pasti akan membantu semua biaya kehidupan ibu. Dan saya minta ibu merahasiakan ini, jangan sampai ada yang mengetahui semuanya" ucap Zean


"Baik mas, terima kasih. Semoga istri mas sehat selalu dan kalian hidup bahagia selamanya" ucap sang istri


Andre sangat terkejut mendengar apa yang ada di depannya saat ini.


"Braakkk....." pintu terbuka


Zean dan yang ada di kamar itu pun terkejut melihat ternyata yang membuka pintu adalah Andre. Saat melihat Andre, Zean yakin kalau dia sudah mengetahui apa yang terjadi. Zean mengajak Andre berbicara berdua saja di luar ruangan.


"Aku hanya menyelamatkan istri ku. Apa ada yang salah?" ucap Zean bertanya balik


"Kalau benar kamu mau menyelamatkan Tiara kenapa harus menyembunyikannya dari dia?"

__ADS_1


"Bukankah ini akan jadi lebih baik buat mu? Setau Tiara aku sudah mati, jadi kamu lebih mudah untuk mendekatinya bukan?"


"Semudah itukah untuk melepaskan Tiara? Apa kau yakin dengan ucapan mu itu?"


"Aku hanya berharap dia bisa jauh lebih bahagia di banding saat bersama ku. Dan mungkin juga aku lebih yakin kalau itu kau yang di sampingnya"


"Bagaimana kalau tiba-tiba Tiara melihat mu yang ternyata masih hidup? Aku tidak bisa menjamin kalau kau tidak akan berbohong"


"Aku sudah mempunyai rencana ku sendiri, dan aku akan pergi dari kota ini. Jangan kan untuk bertemu dengannya, berdiri di kota yang samapun tidak" ucap Zean sambil berlalu


"Aku akan memegang ucapan mu" ucap Andre sedikit berteriak


Andre tesentak seketika mengingat kejadian waktu itu. Ia mulai berfikir di mana letak kesalahannya dalam mengejar Tiara? Zean yang sama sekali sudah menepati janji untuk pergi dari sisi Tiara tapi malah sebaliknya, Tiara yang mendatangi Zean ke sana.

__ADS_1


"Apa mungkin kalian memang jodoh yang di takdir kan Tuhan Raa? Sampai-sampai aku sama sekali tidak bisa menembus ruang hati mu" batin Andre


Andre mencoba berdamai dengan hatinya saat ini, berfikir apa yang terbaik untuk orang yang di cintainya. Walaupun di dalam hatinya yang terdalam ia enggan untuk melepaskan Tiara.


__ADS_2