Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 93


__ADS_3

Dita meletakan baskom yang berisi air hangat bekas ia mengelap badan Tiara. Ia dan suster yang membantunya pun sudah menggantikan pakaian Tiara. Dita pun mencoba menghubungi Richard.


"hy, bagaimana kabar kasus Tiara?" tanya Dita langsung


"aku belum menemukan pelakunya, termasuk pendonor yang cocok untuk Tiara" ucap Richard


"ini sudah hari ke berapa, lama kelamaan nanti tubuh Tiara akan melemah" ucap Dita


"aku sudah menanyakan kepada semua orang yang aku kenal, bahkan koneksi papi ku pun ku hubungi. Tapi hasilnya masih belum ada" Richard menjelaskan


Dita pun terdiam lemas mendengar ucapan Richard, ia pun mematikan ponselnya dan menatap ke arah Tiara. Dita sangat takut untuk kehilangan Tiara. Tiba-tiba ia di kagetkan dengan kedatangan Andre.


"hy, bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Andre


"ya begitulah, belum ada tanda-tanda pemulihan Ndre. Kamu kapan sampai di sini?" tanya Dita

__ADS_1


"aku baru saja sampai, aku akan menemui dokter sebentar lagi" ucap Andre


"apakah hasil tes nya akan keluar hari ini?" tanya Dita lagi


"iya, semoga aa kabar baik untuk kita semua. Aku ke ruangan dokter dulu" ucap Andre


"Ndre, kamu yakin dengan semua ini? Keluarga mu apa setuju dengan yang kamu lakukan?" tanya Dita serius


"keluarga ku pasti akan menyetujuinya Taa, lagian keluarga Tiara sudah banyak membantu keluarga ku. Bukan hanya itu saja, mungkin karena aku mencintainya"


"kalau kamu mencintainya dengan seperti ini kamu nggak akan tau balasan dari perasaan mu terhadap Tiara"


Andre pun pergi meninggalkan ruangan tempat dimana Tiara di rawat. Ia berjalan menuju ruangan dokter, namun tak sengaja melihat Zean yang duduk di kursi roda sedang menatap ke luar jendela di kooridor rumah sakit. Ia pun menghampirinya.


"hy... Bagaimana keadaan mu?" tanya Andre

__ADS_1


"aku baik-baik saja, kamu mau ke ruangan dokter kah?" tanya Zean balik


"iya, aku ingin melihat hasil tes kemarin. Kalau hasilnya bagus, kami akan melakukan operasi secepatnya" ucap Andre


"kalau kamu melakukan itu, aku yakin Tiara nggak akan setuju. Yang pasti dia akan menolak untuk hidup yang lebih baik" cegah Zean


"di saat seperti itulah guna mu sebagai suami, untuk membujuk dan menenangkan istrinya. Aku yakin kamu bisa membuat keadaan Tiara jauh lebih baik" ucap Andre menjelaskan


"aku nggak bisa menemaninya lagi. Maaf, kalau kamu mau melakukan seperti itu lebih baik kamu fikirkan lagi"


"kenapa? apakah begitu menyenangkannya mematahkan perjuangan seseorang agar orang yang dia sayangi itu hidup? Aku sudah berbaik hati untuk tidak mengambilnya dari mu" ucap Andre marah


"kalau kau menyayanginya kau harus ada di sampingnya bahkan di sisa hidupnya, bukan meninggalkannya dengan berkedok sebagai pahlawannya. Dan lagi, aku sudah mengikhlaskan Tiara untuk hidup bersama mu"


"beginikah cara mu membalas semua yang sudah di perjuangkan Tiara selma ini? Tak ada sedikitpun balasan kebaikan dari lubuk hati mu itu?"

__ADS_1


"haruskah aku yang cacat ini bersanding dengan wanita sesempurna Tiara? Aku bukan hanya gagal membina rumah tangga, aku pun gagal menyelamatkan istri ku. Apakah masih pantas untuk ku bersanding dengan Tiara?" ucap Zean sambil menitihkan air mata


Andre terdiam mendengar ucapan Zean, ia tak menyangka jika Zean pun ikut terpukul dengan kejadian seperti ini. Bahkan ia sampai menyalahkan diri sendiri akibat kecelakaan ini.


__ADS_2