
Zean pulang ke rumah dengan perasaan gundah. Ada rasa bersalah pada dirinya yang sudah menyakiti Tiara. Namun dengan besar hati Tiara mau memaafkannya. Ia menuju kamar dan nendapati Tiara sudah tertidur pulas
"apa yang harus aku lakukan sekarang Bii?? aku ingin mempertahankan rumah tangga kita, namun aku juga tidak mau menyakiti mu" batin Zean.
Pagi-pagi sekali Andre bangun dan bersiap. Ia akan menuju kota untuk melihat anak perusahaan yang ada di kota. Masa cutinya pun telah habis, ia mengendarai mobilnya menuju kota. Tak lupa sebelumnya ia mampir ke rumah Ayah ku terlebih dahulu.
"assalamualaikum" ucapnya
"waalaikumsalam, owh Ndre. Pagi-pagi ke sini ada perlu ya?" sapa ayah ku yang sedang duduk di teras depan
"ndak pak, saya mau pamit berangkat ke kota lagi, terus saya di suruh sama bos yang di luar negeri buat lihat anak perusahaan di kota terlebih dahulu." Ucap Andre
"owh, kalau begitu kamu bisa dong ketemu Tiara di kota. Sekalian ada yang mau bapak titip, nggak ngerepotin toh"
"bisa-bisa pak, hahaha masak ngerepotin sih pak. Nggak sama sekali pak"
"iya kalau gitu tunggu sebentar ya, tak ambilin dulu barangnya"
Andre pun mengangguk mengiyakan perkataan ayah, setelah ayah memberikan titipannya ke Andre, ia pun berpamitan dan pergi.
__ADS_1
kriiing....kriiingg....kriinggg
"hallo,,,, ini masih jam 6.15. Ada masalah apaan sih telpon pagi-pagi gini?" ucap ku kesal
"ini aku, aku mau berangkat ke kota hari ini. Ada titipan ayah buat mu" jawab Andre
Mata ku pun terbelalak mendengar dia yang menelepon. Aku bingung kenapa Andre tiba-tiba akan ke kota hari ini, apa lagi dia membawa titipan ayah.
"oii... tidur lagi ya Raa??" tanya Andre
"nggak, terus kamu ngapain ke kota? bukannya kamu bilang kemarin mau balik ke perusahaan mu yang di luar negeri itu?"
"bos ku nyuruh ngecek anak perusahaan yang ada di kota dulu, jadi buat sementara aku di sana. kirim alamat mu"
"siapa pagi-pagi telepon?" suara Zean mengagetkan ku
"owh, Andre. Dia ada kerjaan di kota terus ayah nitip barang ke dia buat aku. Jadi nanyain alamat"
".... kamu kok udah bangun? aku berisik ya?" tanya ku lagi
__ADS_1
Zean menggelengkan kepala. Dan aku pun bangun dari tempat tidur ku,
"kamu mau kemana Bii...?" tanya Zean
"aku siapin sarapan kamu ya, kamu mandi terus siap-siap. Kamu kerja kan?"
"hhhmmm iya, kalau kamu masih ngantuk aku bisa sarapan di luar Bii"
"nggak. Aku udah nggak ngantuk lagi. Kamu mandi gih"
Aku menuruni tangga menuju dapur, dan ternyata Anggi sadah ada di sana. Aku di bantunya membuatkan sarapan untuk Zean. Kehadirannya membuat ku sedikit tertolong akan pekerjaan rumah. Tak lama Zean pun turun, dan sudah rapi.
"sarapan dan kopinya..." ucap ku
"owh iya, makasih ya Bii. Nanti siang aku jemput buat makan siang di luar ya"
"ehhmm nggak usah aku masak aja. Lagian nanti siang mungkin Andre sampai, jadi sekalian makan siang bareng. Nggak apa-apa kan?" tanya ku memastikan
"owh ok. Kalau gitu siang nanti aku makan di rumah"
__ADS_1
Zean berpamitan dan tak lupa mencium kening ku sebelum berangkat kerja. Aku menantarnya sampai ke depan pintu dan melambaikan tangan kepadanya.
Zean pernah bertemu dengan Andre di acara pernikahan kami, dan dia tau persahabatan ku dengan Andre yang terjalin dari masa anak-anak. Namun ada sedikit rasa khawatir di relung hati Zean akan kehadiran Andre di dalam keretakan rumah tangganya. Ia takut kalau-kalau Andre merebut Tiara darinya.