Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 55


__ADS_3

Naya masuk ke dalam rumah dan mencari-cari Richard, ia ingin menyampaikan pada kakaknya tentang apa yang terjadi di swalayan tadi. Dan ia pun mendapati kakaknya sedang berada di ruang kerja papi mereka.


"Kakak sibuk...?" Tanya Naya


"Hy Nay, kamu udah pulang belanja? Gimana, seru?" Sapa Richard


"Hmm pas sama kak Dita seru sih, tapi nggak lama kemudian malah bikin BT" ucap Naya manyun


"Loh kok gitu? Bukannya kamu sama Dita akur-akur aja?" Tanya Richard


"Ya, aku sama kak Dita sih akur. Tapi kak Dita tadi berantem sama orang gila" 


"Orang gila? Kalian ketemu orang gila di swalayan dan Dita berantem sama orang gila itu?" 


"Iya, mereka ribut. Bikin malu tau nggak sih"


"Yang menang siapa? Dita apa orang gila? Kok bisa orang gila masuk swalayan?"


"Iiihh kakak tuh nggak nyambung ya. Orang gilanya itu si Melati"


"Melati...? Emang Dita kenal sama Melati?"


"Iya kenal, tau nggak kak. Ternyata si Melati itu simpanan suaminya kak Tiara" bisik Naya

__ADS_1


"Kamu dapat berita dari mana sih. Jangan ngomongin orang sampe segitunya" ucap Richard tak percaya


"Yaa ampuun, itu yang bilang kak Dita langsung. Melati itu mantannya suami kak Tiara waktu kuliah, terus dia ninggalin cowok itu buat lanjutin kuliah sambil kerja di luar negeri. Daannn sekarang dia balik ke sini lagi, ngegodain suami kak Tiara" jelas Naya


"Sudah lah, nggak usah di bahas. Nggak usah nyeritain keburukan orang" 


"Aku nggak njelek-jelekin dia kak. Aku itu bicara real, fakta. Aku cuma takut nanti dia ngajak kakak balikan terus kakak mau Nerima dia lagi" 


"Ok ok. Udah kita nyeritain dia. Kita bahas yang lain aja ok" bujuk Richard


"Ok, tapi kakak promise ya. Kakak nggak bakalan ada niat buat balik sama dia lagi, atau pun mikirin dia. Kakak berhak dapat yang lebih baik" ucap Naya sambil mengacungkan jari Kelingking


"I'm promise baby..." Ucap Richard sambil mengaitkan kelingkingnya ke Naya


"Bagus lah kalau gitu, ayok temanin aku masak. Kakak belum makan kan?" 


"Hy.... Aku kira yang di rumah Naya. Kamu sendirian?" Tanya Melati basa-basi


"Ada perlu apa sampai-sampai kamu harus Kamaru?" Tanya Richard


"Owh, aku tadi ketemu Naya di swalayan. Dan ada sedikit masalah, jadi aku ke sini buat ngasih ini sama dia sebagai ucapan maaf ku" ucap Melati sambil menunjukkan cake


Karena tak ada suara dari depan, Naya pun menyusul Richard dan menanyakan siapa yang datang.

__ADS_1


"Kak... Siapa yang datang? Kok nggak di suruh masuk?" Tanya Naya


"Hy Nay, syukurlah kamu di rumah. Aku mau kasih kamu ini" ucap Melati


"Owh nggak usah repot-repot kak, aku lagi nggak makan cake. Aku lagi diet" ucap Naya beralasan


"Ini cuma buat tanda perminta maafan aku aja kok Nay" ucap Melati 


Mereka menyuruh melati masuk, dan cake yang di bawa Melati di terima oleh Naya. Karena mereka masih memikirkan etika bertamu, jadi ia pun membawa cake itu ke dalam dan memotongnya. Setelah itu ia membawa cake yang sudah di potong tersebut ke ruang tamu.


"Di makan kak cakenya..." Ucap Naya menyuguhi


"Loh kok kamu kasih ke aku? Owh ya tadi aku benar-benar minta maaf ya. Karena keributan tadi pasti bikin kamu malu" ucap Melati


"Owh, nggak apa-apa kak. Lagian tadi kan bukan di sengaja" ucap Naya


"Hmm makasih ya Nay. Itu gara-gara si Dita, mulut dia itu nggak bisa di jaga. Kok kamu bisa kenal sama orang kayak begituan? Kamu harus hati-hati kalau cari teman Nay" ucap Melati


"Aku nggak pernah melarang Naya berteman sama siapa aja. Lagian dia juga udah besar, dia tau mana yang teman dan mana yang lawan" ucap Richard membela Naya


"Iya aku tau. Tapi kamu nggak tau sifat Dita itu gimana. Dia itu cewek bar bar, kerjanya bikin ribut di mana-mana tau" ucap Melati menjelekkan


"Ternyata sifat mu nggak berubah sama sekali ya. Masih suka berbicara buruk tentang orang" ucap Richard

__ADS_1


"Kamu kok gitu? Aku itu bicara yang sebenarnya" 


Richard sangat muak dengan sikap Melati yang sama sekali tak berubah, dia suka menjelekkan orang bahkan menjatuhkan harga diri seseorang agar dia di pandang baik.


__ADS_2