
Dita bergegas memasuki rumahnya dan berlari secepat mungkin untuk menemui Tiara. Setelah beberapa saat berkeliling rumah, ternyata ia melihat Tiara dan ayahnya sedang duduk di kursi belakang. "Sepertinya mereka sedang sntai" pikir Dita
"Hy, assalamualaikum" ucap Dita mengalihkan pandangan mereka ke kolam ikan
"Sudah pulang nak Dita?" tanya ayah
"Iya yah, udah. Ayah udah makan? Dita pesanin makanan ya. Dita tadi gak sempat mampir buat beli makanan soalnya" ucap Dita
"Jadi cuma ayah aja nih yang di tawarin makan?" tanya ku ke Dita
"Emang kamu juga belum makan ya Raa..?" tanya Dita balik
"Udahlah. Gila aja aku meski nunggu kamu pulang baru makan. Aku tadi udah sempat masak, gih makan sana" ucap ku
"Uuunch imutnya... Gini nih aku suka kalau kamu tinggal di sini" ucap Dita sambil tertawa
"Aku mah ogah lama-lama di sini" oceh ku
"Yo wes, makan sana. Udah sore ini, apa mau sekalian makan malam saja?" ledek ayah
"Ha ha ha, iya nanti aja yah. Dita baru siap beli ice tadi di luar"
__ADS_1
"Ya lah... Orang yang makan ice cream sendiri-sendiri tanpa bawain kami" sindir ku kepada Dita
Dita hanya diam mendengar sindiran ku, dia hanya tertunduk dan tak berkata apa-apa. Aku pun jadi merasa tak enak ke Dita karena ucapan ku barusan.
"Taa, sorry ya. Aku cuma becanda tadi itu" ucap ku sambil menghampiri Dita
"Aku gak apa-apa kok Raa. Cuma aku tadi ada kejadian yang bikin aku kesal sama bikin aku senang" ucap Dita
"Kejadian?... Kejadian apa maksudmu?" tanya ku penasaran.
Dita pun ikut duduk di hadapan ku dan ayah. Dari mimik mukanya pasti ada hal serius yang terjadi tadi.
"Tadi aku pergi makan ice cream sama Richard. Gak lama kemudian pas kami lagi asik-asik makan, Melati muncul di hadapan kami" ucap Dita
"Yahh... Dia mau cari simpatik si Richard lagi, agar bisa balik ke dia"
"Gila ya tuh cewek, gak puas-puas sama punya orang. Hobby kok ngambil milik orang sih? Terus si Richard gimana?"
"Nah itu yang buat aku galau dari toko, pas Melati nempel-nempel gatel ke Richard, Richard langsung marah dan bilang kalau aku ini calon istrinya"
"What.... Richard bilang kamu calon istrinya di depan Melati?"
__ADS_1
"Iya, aku sih sempat senang dia ngomong gitu. Tapi pas di jalan pulang aku baru kepikiran, jangan-jangan dia bilang kyak gitu biar bisa lepas dari Melati"
"Terus...? Emang kamu nggak nanya sama Richard lagi pas di jalan pulang?"
"Iya aku gak nanya. Tapi dia sendiri yang inisiatif menjelaskan semuanya"
"Maksud mu...?"
"Iya... Dia bilang kalau ucapannya di depan Melati itu benar-benar real keinginannya sekarang. Terus dia ngelamar aku tadi di mobil"
Dita pun tersenyum malu-malu mengatakan itu ke kami. Nama pak di matanya bahwa ia sangat senang dengan kejadian itu
"Oooowwhh selamat ya saiiang" ucap ku sambil memeluk Dita
"Ya semoga kalian lancar-lancar sampai ke hari H" ucap ayah
"Aku masih nolak lamaran dari Richard yah" ucap Dita
"Apaan sih Taa...? Kok kamu tolak?" ucap ku kaget
"Aku mau selesain masalah mu dulu Raa, sudah itu baru aku mau kita ke acara bahagia. Lagian tadi penampilan aku gak banget. Aku kan maunya di lamar kayak yang di tv-tv gitu. Romantis" ucapnya
__ADS_1
"Semoga keinginanmu terkabul" ucap ayah
Kami pun tertawa bersama, aku tak menyangka jika Dita sangat memikirkan masalah yang melanda ku. Bahkan dalam momen terpentingnya ia masih mengingat akan perasaan ku.