
Aku meletakan sisa kue ke dalam kulkas, Dita pun berpamitan akan pulang karena sudah larut malam dan juga ia besok akan bekerja. Setelah mengantar Dita ke depan pintu dan melihatnya pergi aku pun menuju ke kamar ku. Ku lihat jam sudah menunjukan pukul 23.44 Wib. Dan Zean juga belum pulang. Aku meyakinkan hati ku bahwa aku baik-baik saja, namun gagal. Ku pejam kan mata ku rapat-rapat agar aku dapat terlelap tidur dan bermimpi indah, dan itu pun gagal. Tak lama aku merasa gelisah, ku dengar suara mobil Zean berhenti. "Apakah Zean sudah pulang?" batin ku. Aku keluar kamar dan menuruni tangga, tak lama ku lihat Zean sudah masuk ke rumah. Aku lupa kalau dia juga punya kunci cadangan.
"Hy.... Kamu belum tidur?" tanya Zean
"Owh iya, tadi Dita ke sini dan baru aja pulang" jawab ku
Zean hanya mengangguk mendengar penjelasan ku. Seolah-olah ia menjaga jarak terhadap ku.
"Kamu mau makan? Aku buatin makanan ya" lanjut ku
"Owh nggak usah aku udah makan. Aku mau minum aja" ucap Zean sambil menuju kulkas
__ADS_1
Aku pun terdiam dan menuju kamar. Pertanyaan bodoh macam apa itu yang akhirnya membuat ku sakit hati mendengar jawabannya.
"Pastilah ia sudah makan berdua dengan simpanan nya itu. Untuk apa aku pertanyaan lagi" Pikir ku sambil memukul kepala ku sendiri
Namun di sisi lain aku masih merasa bersyukur, setidaknya ia masih pulang ke rumah dan masih berbicara dengan ku. Aku pun berbaring di kasur dan memejamkan mata ku.
Zean membuka kulkas dan mendapati sisa Cake di sana. Ia pun bingung dengan adanya kue tersebut, karena tidak biasanya Dita membawakan cake seperti itu untuk Tiara. Dan ia pun menuju kamar untuk beristirahat. Zean menatap Tiara yang sudah tertidur lelap,
"ya... Dia memang wanita sempurna, cantik, pintar dan kaya. Tapi entah kenapa aku berbuat seperti ini kepadanya" fikir Zean
"Sama-sama neng :) aku cuma bisa bantu menghibur. Kamu jangan sedih lagi. Semangat" tulis pesan tersebut yang jelaslah pengirimnya Andre.
__ADS_1
Jantung Zean berdetak kencang mendapati pesan itu ternyata dari Andre, dan lebih-lebih lagi cake yang di kulkas itu rupanya pemberian Andre, bukan Dita. Ia merasa kalau Tiara membohonginya tadi, ternyata ia menghabiskan malam tadi dengan Andre, bukan dengan Dita. Emosinya sangat tinggi mendapati semua ini. Bisa-bisanya Tiara membohonginya seperti ini, apa jangan-jangan Tiara ingin membalaskan dendamnya? Ia pun menghubungi Andre dan mengajaknya bertemu.
"Ada hal penting apa yang mau kamu ceritain ke aku?" tanya Andre
"apa hubungan mu dengan Tiara?" Zean balik bertanya
"Kami berhubungan baik, dari dulu sampai sekarang. Dan kau pun tau bagaimana kami" ucap Andre sambil melihat ke luar jendela
"Kalian menjalin hubungan kan di belakang ku. Bisa-bisanya kamu nusuk aku dari belakang"
"apa kamu takut kalau Tiara dan aku bersama? kamu kan udah ada wanita mu. Kenapa memikirkan kami?"
__ADS_1
"brengsek, berani-beraninya kau..."
"berhenti berteriak, kalau harus kah reaksi mu seperti ini? heeyyy bung, yang mendukan duluan itu kamu. Dan Tiara dengan lapang dada memaafkan kesalahan mu. Dia masih mengharapkan kebaikan rumah tangga mu. Tapi kau sepertinya sama sekali nggak mengambil kesempatan untuk memperbaikinya. Dari itu aku yang akan memperbaiki hubungan kami" ucap Andre meninggalkan Zean