Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 83


__ADS_3

"perjuangkan apa yang patut kamu perjuangkan. Lepaskan jika kamu tak nisa memperjuangkannya lagi nduk, apa pun keputusan mu aku sebagai orang tua pasti mendukung mu. Aku tau nduk, kamu itu pasti bisa melewati semuanya. Asalkan jangan pernah emosi mu menyusupi fikiran mu, sering kali tak bilang. Jangan gegabah, sabar, redam emosi mu" ucap ayah menasehati


"iya yah, Tiara baru sadar kalau terakhir ini Tiara terlalu emosi dan berharap bisa lari dari masalah ini" ucap ku


"ya sudah, sekarang banyak-banyak doa. Minta petunjuk karo gusti Allah"


"iya yah, Tiara juga minta doa dari ayah. Kalau gitu Raa matiin dulu ya yah, assalamualaikum"


"iya...iya waalaikumsalam" jawab ayah


Aku pun mencoba mengirimi pesan pada Dita untuk menanyakan keberadaan Zean. Siapa tau Zean hari ini di kantor.


"Taa, kamu ada lihat Zean hari ini di kantor?" tanya ku


tak lama kemudian Dita pun membalas pesan ku


"ada, dia lagi meeting sama pak Hendra. Kayaknya ada proyek baru, tumben naynyain. Kangen yaaa" ledek Dita


"ih apaan sih, aku ada urusan mendesak nih. Penting banget pokoknya, pantesan Hp nya di telpon gak ada jawaban"

__ADS_1


"iya paling bentar lagi kelar. Ada pesan? biar nanti aku sampain ke dia"


"hmm bilang aja aku nunggu dia di louish cafe pulang kerja nanti"


"owh mau ngedate nih" canda Dita lagi


"apaan sih" tulis ku singkat


Aku pun beranjak dari kamar itu dan berencana akan pergi ke cafe lebih dulu. Karena efek malas, aku tadi tak membawa mobil ku. Jadi terpaksalah aku naik taksi online untuk sampai ke cafe tujuan


Dita terheran-heran melihat sahabatnya yang tiba-tiba mencari calon mantan suaminya itu. Ia pun penasaran setengah mati, entah fikiran apa lagi yang ada di benak Tiara. Saat dia sedang berfikir tiba-tiba pintu ruangan meeting tempat Zean dan pak Hendra mengadakan rapat terbuka. Sepertinya rapatnya sudah selesai, Dita pun memanggil Zean.


Zean pun yang menoleh langsung menghampiri Dita yang memanggilnya


"ada apa? Tumben kamu panggil aku duluan?" tanya Zean


"yee,,, kalau nggak karena Tiara aja aku mah ogah manggil diri mu" ucap Dita


"Tiara...? ada apa dengan Tiara?" tanya Zean penasaran

__ADS_1


"iya dia tadi kirim pesan ke aku, dia nanyain kamu. Dia telepon-telepon tapi kamu gak ada jawab, jadi dia tanya ke aku" ucap Dita menjelaskan


"hah...? kenapa dia cariin aku?" tanya Zean sambil menghidupkan ponselnya yang mati


"i dont know lah ya. Tapi tadi di bilang dia, dia nunggu kamu si louish cafe sepulang kerja"


"owh gitu, ok deh ntar aku temuin dia. Makasih banyak ya Taa" ucap Zean senang


Ini pertama Kalinya Tiara meminta untuk bertemu duluan setelah kejadian selama ini. Zean sangat bersemangat untuk bertemu dengan Tiara, ia selalu melihat ke arah jam yang ada di komputernya. Waktu terasa sangat lambat bahkan ia sangat kesal akan putaran waktu yang lelet sekali.


Aku sudah tiba di cafe, aku memesan minuman dan snack untuk menemani ku duduk sendiri di cafe ini. Cafenya masih sedikit sepi, mungkin karena belum banyak yang pulang kantor. Aku menunggu Zean sambil memainkan ponsel ku. Tiba-tiba ada pesan masuk ke ponsel ku.


"aku baru keluar kantor, kamu udah sampai?" tulis pesan tersebut yang tak lain adalah Zean. Aku pun membalas pesannya dengan cepat.


"aku udah sampai, udah pesan makanan juga. Tapi aku belum pesan yang punya mu,, aku nggak tau selera mu berubah atau nggak" balas ku


"aku masih suka dengan yang biasa kamu pesan" tulis Zean yang membuat aku tersenyum.


deg...deg... tiba-tiba jantung ku berdebar kencang melihat pesan dari Zean barusan. Rasanya kami mengulang ke masa pacaran dulu.

__ADS_1


__ADS_2