
Melati tak sabar menunggu Zean keluar dari rumahnya. Dia sama sekali tak menyangka kalau Zean akan berbohong kepadanya demi istrinya itu. Mungkinkah Zean sudah kembali kepada istrinya dan tidak mencintainya lagi. Dengan memberanikan diri ia pun menuju rumah Zean dan mengetuk pintu.
Tok...tok...tok...
"Permisi...." teriak Melati
Dan aku pun membuka pintu rumah kami
"Maaf, cari siapa ya mbak?" dan betapa kagetnya aku melihat yang berdiri di depanku adalah wanita simpanan suami ku
".... Ada perlu apa kamu ke sini?" tanya ku
"Aku cari Zean. Mana dia?" jawab Melati
Aku terdiam, sangat berani bagi wanita simpanan sepertinya menanyakan Zean di rumah kami. Mungkin karena lama menunggu, Dita menyusul ku ke depan. Dia kaget bukan kepalang melihat Melati ada di sini.
"Waaahh udah ada kemajuan ya, udah berani datengin rumah ini" teriak Dita
__ADS_1
"Aku ke sini cuma mau cari Zean" ucap Melati
"Hellooo.... Mbak ngapain nyariin laki orang sampe ke rumahnya? Udah nggak punya harga diri lagi ya?"
Aku pun berusaha melerai keributan di antara mereka.
"Udah Taa, biarin aja. Bentar aku panggilin Zean" ucap ku sambil menarik Dita
"Dasar wanita ******, gak tau diri" umpat Dita marah
Aku pun menuju ruang makan dan memanggil Zean.
"Ada orang cariin kamu di depan" ucap ku
Zean pun pergi kedepan dan aku mengikutinya dari belakang. Terasa sesak di dada ku, ingin rasanya menampar wanita itu. Namun aku tidak mau terlihat buruk di depan Zean saat ini. Aku harus bisa mengambil simpatinya kembali.
Plaaakk.....
__ADS_1
Tiba-tiba Melati menampar Zean tepat di depan ku. Dan aku pun kaget melihatnya
"Bisa ya kamu bohongin aku. Kamu bilang ada meeting di luar, kenyataannya apa?" teriak Melati
"Aku bisa jelasin ini, ayok kita pergi dulu" bujuk Zean
"Jadi ini alasan kamu nunda buat pergi ke pengadilan agama? Karena kamu mau balik lagi sama istri mu ini?"
"Kita jangan berantem di sini, ayok ke luar dulu biar aku jelasin"
"Kenapa? Kamu nggak mau tetangga mu tau? Kamu masih bisa menjaga harga diri istri mu itu? Sedangkan aku gimana Zean?"
"Aku minta maaf ok. Kamu tenang dulu" ucap zean sambil memeluk Melati
"aku udah berekali-kali bilang, kalau memang kamu mau kembali, tolong lepasin aku dulu" ucap Melati
Zean berusaha membujuk Melati. Sakit, sangat sakit ku lihat suami ku membujuk wanita lain di depan ku. Aku menahan semua ini. Tiba-tiba Andre meraik tangan ku dan mengenggamnya sangat erat. Memberikan ku sebuah kekuatan yang besar dan membuat ku tertahan di kondisi seperti ini.
__ADS_1
"Ikutlah dengan ku Raa, kalau kamu nggak kuat menahan semua ini. Aku nggak janji bisa jadi yang terbaik buat kamu, tapi aku janji bakalan bahagiain kamu" ucap Andre lirih
Air mata ku pun mengalir deras, entah karena lelah dengan masalah ini atau ada hal lain yang aku harapkan. terasa sangat menyakitkan melihat semua kenyataan ini, seakan semua kenangan ku bersama Zean telah terkikis sabus di makan waktu, dan berganti dengan cerita yang baru. akan kah aku bisa mendapatkan kembali kebahagiaan ku yang dulu?... aku sangat berharap keajaiban datang menghampiri ku