Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 21


__ADS_3

“heey... Zean, kau masih di situ kan?” tanya ku melalui telepon


“owh iya bii. Aku masih di sini bii...” ucap Zean terbata


“jadi apa jawaban mu? Aku butuh kepastian saat ini. Siapa yang kamu mau, aku atau dia?”


“bii aku nggak bisa ngejawab ini sekarang, kita harus bicara empat mata untuk masalah ini. Harus di bicarakan langsung”


“aku nggak bisa, kamu tinggal jawab aja. Aku mohon, kasih aku kepastian. Kalau pun memang kau mau berpisah dari aku, tak apa”


“bii.... ini pilhan sulit bagi ku,”


“pilih sesuai dengan kata hati mu Zean. Untuk maslah ayah, ayah nggak akan ikut campur urusan kita”


“aku sayang sama kamu bii... aku cinta, aku nggak mau rumah tangga kita hancur. Tapi aku juga nggak bisa membohongi perasaan ku”


“kamu yakin dengan perasaan mu Zean?”


“iya aku yakin. Karena dari dulu aku belum bisa melupakan Melati. Maaf”


Aku pun menutup telepon, air mata ku membasahi pipi. Mengalir sangat deras, dan dadaku terasa sangat sakit. Sakit yang aku pun tak tau apa obat dari penyakit ini. Aku sangat ingin berteriak, sekuat tenaga ku tahan perih yang menusuk di dada.


Tok...tok...tok


“assalamualaikum....” teriak seseorang dari luar


“waalaikumsalam... ehh mas Andre” ucap bi Sumi sambil membukakan pintu


“siapa Sum...?”tanya ayah

__ADS_1


“ini pak, mas Andre yang dateng” jawab bi Sumi


“Andre...? Andre anak nya pak Teguh? Suruh masuk sini”


“iya pak... mari mas masuk, di panggil bapak juga”


“iya bi sumi, terima kasih” jawab Andre tersenyum.


Andre datang menemui ayah, seperti kebiasaannya Andre bersalaman dengan mencium tangan ayah, Andre memang mempunyai perilaku yang baik


“assalamualaikum pak” salam Andre kepada ayah


“waalaikumsalam Ndre, gimana kabar mu?” tanya ayah


“sehat pak. Bapak sehat? Lama nggak jumpa, bapak tampak awet muda hahaha” canda Andre


“hahaha semenjak kuliah keluar negeri sampean malah pandai menggoda ya. Kamu kapan sampainya?”


“iya iya, sampean kemari mau cari Tiara kan? Bentar tak panggilin ya”


“ iya pak, mau keliling-keliling sebentar sama Tiara. Sekalian tengok bapak juga”


“hahaha ya kalau saya begini-begini aja Ndre. Jadi kapan kamu mau kenalin calon mu?”


“belum kepikiran pak, masih mau lanjutkan S2 dulu”


“oalahh Ndre, kalau udah nikah kan masih bisa sekolah lagi toh. Nanti keburu lansia hahaha”


“secepat jodohnya aja pak”

__ADS_1


“iya juga, kalau sudah jodohnya datang pasti jadi ya kan. Sum... Sumi... Tiara di mana?” tanya ayah


“di pinggir kolam pak, mau di panggilkan ya pak?” jawab bi Sumi


“nggak usah bi, biar saya aja ke sana” jawab andre


“yo wes sana-sana. Kamu kan juga anak di rumah ini, jadi jangan sungkan” ucap ayah


Andre berjalan menuju kolam melewati ruang tengah. Di lihatnya melati yang duduk di ayunan menyendiri. Fikiran jahilnya pun meliar, ia ingin mengagetkan Tiara dari belakang. Namun ia pun urung melakukannya saat di dapatinya Tiara sedang menangis tersedu-sedu.


“Raa,,, kamu kenapa? Kenapa kamu nangis? Raa kamu ok?” tanya Andre cemas


“ya... aku baik-baik aja Ndre, kamu kapan datang?”jawab ku sambil menyeka air mata ku


“barusan. Kamu nggak baik-baik aja Raa kamu bermasalah. Kamu ceritain sama aku Raa, apa yang terjadi”


“.... beban mu akan berkurang kalau kamu ceritain sedikit masalah mu ke orang lain. Mana tau aku ada solusi buat masalah mu. Ayolaaahh.... kita kenal bukan baru sehari dua hari. Aku nggak akan ngetawain kamu”


Ku pikir apa yang di katakan Andre ada benarnya juga, dan aku pun menceritakan semua masalah ku kepada Andre. Semuaanya tanpa terkecuali. Dia dengan sabar mendengarkan semua yang aku ceritakan. Tatapannya yang lembut membuat aku nyaman.


“jadi, apa rencana mu selanjutnya Raa?” tanya Andre setelah mendengar cerita ku


“entahlah Ndre aku bingung apa yang harus aku lakuin. Di sisi lain aku masih tidak ingin rumah tangga ku hancur. Tapi di sisi lain aku nggak sanggup bahakan nggak terima di perlakukan seperti ini olehnya” jawab ku


“kamu sudah mencoba untuk memperbaikinya Raa?”


“belum Ndre, aku nggak punya kesempatan untuk memperbaikinya. Karena dia sudah memutuskan ingin bersama wanita itu”


“kalau kamu masih mencintainya, kamu harus perjuangin Raa. Jangan sampai nanti kamu menyesal kamu harus mencoba memperjuangkannya” ungkap Andre

__ADS_1


Aku pun berfikir, bagaimna cara ku untuk memperjuangkan semua ini. Di saat orang yang akan aku perjuangkan sama sekali tidak memilih ku. Bahkan di hatinya pun tidah ada aku lagi.


__ADS_2