Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 107


__ADS_3

Dita menunggu seseorang di sebuah cafe langganannya, sudah hampir 30 menit ia menunggu di sana. Namun orang yang ia tunggu belum juga menampakkan diri, Dita membuka ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang tersebut. Namun di urungkannya saat ia lihat orang yang di tunggunya sudah masuk ke dalam cafe.


"Maaf ya Taa, aku udah buat kamu nunggu terlalu lama" sapa nya


"Aku dah yakin kamu bakalan terlambat, duduk. Ada sesuatu yang mau aku bahas sama mu penting" ucap Dita


"Sesuatu seperti apa? Ku rasa sudah gak ada yang perlu di bahas lagi" ucap laki-laki tersebut yang tak lain adalah Adi


"Kamu jujur aja sama aku Dii, yang kemarin kita lihat itu sebenernya bukan makam Zean kan?" tanya Dita serius


"Untuk apa sih kamu bahas hal seperti ini? Lagian apa untungnya aku nyembunyiin kematian abang ku sendiri" ucap Adi membela


Dita mengeluarkan beberapa berkas, dan Adi pun mengambil kertas yang di keluarkan oleh Dita.

__ADS_1


"Apa ini...? Aku gak ngerti apa maksud kamu Taa" tanya Adi


"Itu surat-surat pendonor Tiara, hampir rata-rata gak menunjukan bahwa Zean yang jadi pendonor" ucap Dita kesal


"Kalau kamu rasa itu bukan mas Zean ya sudah, itu urusan mu. Silahkan cari bukti yang banyak, kalau memang bukan mas Zean yang jadi pendonor. Apa kalian kira aku senang kehilangan seorang abang?" ucap Adi sedikit kesal


"Aku enggak bermaksud seperti itu, aku hanya masih belum percaya akan semua yang terjadi" ucap Dita sedikit merasa bersalah


"Aku tau ini membuat mu marah, tapi aku pun sudah menanyakan pihak rumah sakit. Baagaimana mungkin seseorang yang meninggal tidak memiliki surat keterangan kematian?" tanya Dita lagi


Adi terdiam mendengar ucapan Dita, ia sangat tak menyangka jika Dita benar-benar memeriksa semuanya. Bahkan ia memeriksa dengan sangat detail.


"Sudahlah, aku sudah sangat malas untuk membahas ini dengan mu. Yang jelas mas Zean sekarang sudah jauh lebih baik di sana. Dan kalian gak usah ungkit-ungkit masalah mas Zean lagi" ucap Adi sambil meninggalkan Dita yang masih di cafe

__ADS_1


Dita mengerenyitkan dahinya dengan penuh rasa curiga. Ia sangat yakin jika Zean belum meninggal sama sekali, dan ia pun mencoba menghubungi temannya yang bekerja di rumah sakit.


"Hallo Yun, aku butuh informasi masalah suaminya Tiara yang di rawat di rumah sakit itu dua bulan yang lalu" ucap Dita melalui telepon


"Aku enggak bisa bantu kamu banyak hal Taa, rumah sakit juga punya ketentuan masing-masing. Informasi tentang pasien itu gak bisa di berikan ke sembarang orang" ucap Yuni


"Pliss Yun, aku butuh banget kebenarannya" bujuk Dita


"Aku akan infoin apa yang aku tau nanti ya. Tapi aku gak bisa kasih lebih buat kamu, statusku di pertaruhkan di rumah sakit ini Taa" ucap Yuni meyakinkan


"Baiklah kalau gitu Yun, thank's ya" ucap Dita sambil menutup telepon


Dita sangat berharap jika ada kebenaran yang terungkap, karena ia sedikit sedih melihat Tiara yang sangat susah melupakan Zean

__ADS_1


__ADS_2