
Andre tiba di alamat yang di kirim Dita kepadanya, ia pun mencoba menelepon Dita untuk memberi tahu kalau dia telah tiba.
"Taa, aku udah di depan rumah yang kamu kirim alamatnya tadi. Kamu di mana?" Tanya Andre
"Owh tunggu bentar aku ke luar jemput ya" jawab Dita
Tak lama kemudian Dita tiba di depan dan mengajak Andre untuk bergabung bersama mereka. Saat di dalam Andre melihat Tiara dengan Richard sedang membuka-buka belanjaan. Dan ia pun menghampirinya
"Hy Raa, gimana kabar mu?" Sapa Andre
"Hy Ndre, kamu udah sampai? Aku baik. Owh ya, ini Richard kakaknya Naya" ucap ku sambil mengenalkan mereka
"Richard, ini Andre. Dia sahabat ku dari kecil" lanjut ku
"Hy, , ,kalau saya tidak salah, anda Andre dari Abdi Groub ya kan?" Tanya Richard sambil mengulurkan tangan
"Owh iya, anda kenal saya rupanya" jabat Andre
"Iya, saya Richard dari Swiss company. Kebetulan juga lusa saya mau ke kantor anda" ucap Richard
"Owh, pak Richard. Senang bertemu dengan anda. Nggak nyangka bakalan ketemu di sini" sambut Andre
__ADS_1
"Ha ha ha, iya kebetulan sekali. Bisa kita ngobrol sebentar?" Tanya Richard
"Bisa-bisa. Saya juga ada yang mau di bahas" ucap Andre
"Kalau mau kerja mending kalian balik ke kantor sana" ucap ku
"Ini hanya sebentar, aku nggak bakalan lupa sama tugas ku buat jadi koki" canda Andre
"30menit...." Ucap ku sambil meninggalkan mereka
Terasa sedikit kesal di hati ku melihat Andre yang sibuk dengan pekerjaannya. Namun di sisi lain, aku juga tak bisa melarangnya karena memang pekerjaannya yang banyak. Aku mengupas buah yang di beli tadi, sedangkan Dita dan Naya membersihkan daging dan membuat minuman. Terasa menyenangkan kali ini, mengingat telah lama aku tak ada kumpul-kumpul bersama teman-teman ku.
"Nay, kakak mu cakep ya" ucap Dita
"Siapa sih yang nggak naksir liat cowok kayak gitu. Udah punya pacar belum?" Tanya Dita lagi
"Setau ku sih ya, terakhir kali aku dengar pacar kakak ku ninggalin dia. Terus sampe sekarang belum ada wanita yang di kenalinnya lagi ke kami"
"Kok bodoh banget ya mantannya itu. Cowok cakep gitu di tinggalin"
"Iya, aku sih bersyukur cewek itu pergi. Aku juga kurang suka sama dia"
__ADS_1
"Hmm, kalau sama aku suka nggak?"
"Ha ha ha... Kakak niat banget ya. Nanti bantuin aku buat proposal ya" canda Naya
"Gini banget sih, buat dapetin kakaknya" ucap Dita sambil tertawa
"Aku nggak pernah melarang siapa pun dekatin kakak, selama kakak bahagia dan wanita itu baik sama kakak aku pasti dukung kok" ucap Naya
"Baguslah kalau begitu. Ayok kita samperin Tiara"
Naya mengangguk menyetujui ajakan Dita. Dia berharap wanita yang di sukai dan di cintai kakaknya kelak adalah orang baik yang dapat selalu ada di sisi kakaknya. Dan ia pun berharap setelah ini, kakaknya tak pernah kecewa lagi terhadap percintaan.
"hy Raa, kamu udah siap ngupasin buahnya?" tanya Dita
"sebagian sih, mending nggak usah di buka semua. Sayangkan kalau nggak habis" ucap ku
"iya sih, lagian kita nanti lebih banyak makan daging kayaknya"
"itu sih kamu, " ucap ku meledek Dita
Richard menatap Tiara dari celah jendela. "Ia benar-benar terlihat cantik saat tersenyum" fikir Richard
__ADS_1
Andre pun melihat ke arah Tiara berada, ia sangat bersyukur Tiara sudah mulai tersenyum lebar seperti biasanya. Ia berharap Tiara akan seperti itu selamanya.