
Arnold pergi ke apotik untuk menebus resep obat yang sudah di berikan oleh Dokter. Ia mencari apotik terdekat agar saat Tiara bangun dia sudah kembali lagi ke apartemen. Saat menebus obat ia ternyata Zean juga baru sampai untuk menebus obatnya dan suplemen anjuran dokter spesialisnya tadi siang.
"Kamu sakit....?" tanya Zean.
"Bukan aku, ada seseorang yang sakit. Dan aku membantunya membantunya membelikan obat, kamu dari mana?" tanya Arnold.
"Siang tadi aku ke rumah sakit dan pergi chek up, sepertinya aku harus cepat pulih dari ini semua." ucap Zean sambil menunjuk kakinya.
"Baguslah kalau keinginan mu untuk pulih itu sekarang lebih kuat. Setidaknya hari ini aku sudah tidak melihat mu hanya terduduk saja, semoga cepat pulih." ucap Arnold menepuk pundak Zean dan berjalan pergi.
"Mau minum kopi...?" tawar Zean.
"Sorry bro, aku ada urusan mendesak ok. Nanti aku kabari lagi kalau ini sudah selesai." ucap Arnold.
Zean hanya terdiam bingung melihat ekspresi temannya yang sangat cemas, tak biasanya Arnold menolak ajakannya. Dan mungkin saja memang ada urusan mendesak yang tidak bisa di hindari lagi pikir Zean. Setelah menebus obatnya, Zean yang di temani Paul memilih pulang, karena tadi ia sudah berbelanja cukup lama. Dan juga ia harus ingat pesan dokter tadi agar tidak terlalu memaksakan kondisi agar tidak terjadi efek ke yang lainnya.
Arnold tiba di apartemennya, dan ternyata Tiara belum bangun. Ia pun memilih masak, mungkin saat bangun nantinya ia akan merasa lapar. Tiba-tiba ponsel Tiara berdering, Arnold pun membuka ponselnya dan ternyata itu adalah panggilan dari Andre. Arnold mengangkat telepon Andre tanpa persetujuan dari Tiara.
"Raa, kamu udah makan malam? Aku bawain makanan buat kamu ya. Kamu mau apa?" Tanya Andre tanpa tau kalau itu adalah Arnold.
"Untuk saat ini dia tidak bisa makan makanan instan mending kamu makan sendiri." ucap Arnold.
"Kamu...? Kenapa Hp Tiara sama kamu? Mana Tiara?" tanya Andre panik.
"Dia kelelahan dan tidur di kamar ku, ada pesan?" tanya Arnold santai.
"What...? Apa yang kamu lakukan ke Tiara? ******** kamu, berani-beraninya menyentuh dia." ucap Andre kesal.
__ADS_1
"Kalau aku tidak menyentuhnya, bagaimana mungkin dia bisa terbaring di kasur ku." jawab Arnold.
"Omong kosong, kamu sengaja bilang kayak gitu biar aku cemburu ya kan? Asal kamu tau, aku lebih mengerti Tiara. Dia tidak akan semudah itu untuk naik ke atas ranjang orang lain." ucap Andre marah.
"Aku sama sekali tidak berbohong apa lagi memaksanya untuk naik ke ranjang ku. Aku bahkan dengan senang hati menerimanya dan menservicenya." ucap Arnold sambil mengaduk bubur.
"Aku gak percaya sama omongan mu. Aku akan buktikan sendiri dan akan buat perhitungan." ucap Andre sambil mematikan telepon.
Andre meletakan lagi ponsel Tiara ke dalam tasnya, ia hanya tersenyum sinis dan melanjutkan memasaknya. Saat sedang fokus memasak ternyata Tiara bangun dengan muka sedikit panik, Arnold mendekatinya.
"Kamu udah bangun...?" tanya Arnold sambil mengecek suhu badan Tiara menggunakan punggung tangannya.
"Aku di apartemen kamu ya? Udah berapa lama aku tidur? Kok kami gak bangunin?" tanya Tiara bertubi-tubi.
"Sudahlah, duduk dan aku akan siapin bubur hangat buat mu. Setelah itu kamu minum obat." ucap Arnold kembali ke dapur.
"Aku serius Arnold, tadi bangun tidur aku takut banget." ucap Tiara.
Tiara mengambilnya dan memakannya, ia tak menyangka akan menyusahkan orang lain di sini. Dan sangat bersyukur karena bisa bertemu dengan sosok seperti Arnold, gak kebayang kalau dia pingsan di jalan dan di bawa oleh orang jahat. Tiara meraih tasnya dan mengambil ponselnya, ia takut kalau-kalau ada telepon dari ayah yang gak terangkat olehnya dan ternyata tak ada panggilan masuk, kecuali dari Andre.
"Tadi sahabat mu itu telepon, karena kamu masih tidur aku berinisiatif mengangkatnya. Sorry." ucap Arnold.
"Hmm, gak apa kok. Emang dia telepon bilang apa?" tanya Tiara penasaran.
"Dia mau ajak kamu makan, kondisi kamu lagi sakit begini ya mana bisa makan sembarangan. Saat dia tau kalau aku yang mengangkat telepon sepertinya dia marah." ucap Arnold.
"Marah...? Marah kenapa....?" tanya Tiara.
__ADS_1
Tapi pertanyaan Tiara itu sama sekali tidak di jawab oleh Arnold karena ada yang menetuk pintu apartemennya dengan kencang. Dan dia yakin itu pasti Andre, Ia pun berjalan kedepan untuk membukakan pintu. Baru saat pintu terbuka tiba-tiba Andre menghantam tinjuan ke arah muka Arnold dan membuat ia terjatuh ke lantai. Tiara yang melihat itu langsung menjerit panik.
"Andre.... Stop Andre....ANDREEE." pekik Tiara yang melihat Andre memukul Arnold membabi buta.
"KAMU GILA YA..... Kamu datang-datang ketempat orang, tanpa salam atau basa basi langsung main pukul." ucap Tiara marah.
"Kamu gak apa-apa kan Raa, aku khawatir banget sama kamu Raa. Ayo kita pulang ke apartemen ku." tarik Andre.
"Stop Andre, aku benar-benar gak habis fikir ya sama kamu." ucap Tiara melepaskan genggaman dari Andre dan membantu Arnold berdiri.
Melihat hal tersebut membuat Andre terkejut bah akan tak menyangka. Tiara lebih memilih menyelamatkan orang yang baru ia kenal di bandingkan dengan seseorang yang selalu ada untuknya.
"Kamu gak apa-apa? Aku bantu kamu berdiri, ayo duduk di sini." ajak Tiara.
Tiara bergegas ke dapur untuk mencari batu es dan handuk. Ia harus dengan cepat mengompres muka Arnold yang terkena pukulan agar tidak membengkak.
"Raa, kamu harus dengarin ucapan aku. Kamu jangan mau di tipu sama manusia kayak dia ini." ucap Andre mencoba menjelaskan.
"Menipu...? Dimana letak menipunya hah? Kamu tau gak? Kalau bukan karena dia nolongin aku yang demam tinggi hari ini mungkin aku sudah jadi mayat." teriak Tiara.
"Kamu sakit Raa...? Ayo aku antar ke rumah sakit." ajak Andre.
"Gak perlu, aku mau kamu pergi dari sini. Aku gak mau lihat kamu saat ini Ndre, kamu benar-benar buat aku kecewa banget sumpah. Aku gak nyangka kamu seceroboh ini." ujar Tiara kesal.
"Wait Raa... Aku benar-benar gak tau. Dan aku benar - benar khawatir sama kamu, makanya aku langsung ke sini." jelas Andre.
"Kalau kamu gak tau, alangkah lebih baiknya kalau kamu cari tau dulu. Bukan main tonjok anak orang, sekarang kamu pergi Ndre aku males lihat kamu." usir Tiara.
__ADS_1
"Raa, kamu gak bisa gini dong Raa..." ucap Andre
Tiara menarik Andre keluar dari apartemen milik Arnold dan menutup pintunya. Ia sangat kesal dengan kelakuan Andre yang sudah melampaui batas bahkan tanpa mencari tau kebenarannya terlebih dahulu. Tiara bergegas kembali ke Ruang Tv dan melihat Arnold yang masih meringis akibat tonjokan dari Andre tadi. Ia sama sekali tak menyangka akan menerima hal ini terjadi pada dirinya.