
"Jadi apa penjelasan kalian tentang ini semua?" tanya ku yang duduk berhadapan di depan Dita, Richard dan Naya.
"Aku cuma ikut-ikutan dia." ucap Richard sambil menunjuk Dita.
"Jadi selama ini kamu juga tau kalau Zean masih hidup dan tega menyembunyikannya dari aku?" tanya ku langsung.
"Aku awalnya nggak tau dan benar-benar tidak tau sama sekali Raa, aku tau baru-baru ini setelah Adi datang ke rumah dan menjelaskannya semua ke aku. Awalnya aku di suruh Adi untuk merahasiakannya dari kamu, tapi ternyata kamu juga udah tau." jelas Dita.
"Kamu bicara yang sebenarnya kan? Aku terlalu capek untuk di bohongi." ucap ku memelas.
"Aku bicara jujur sejujur-jujurnya Raa, aku berani sumpah deh. Lagian kapan aku bohong sama kamu." ucap Dita sambil mengangkat tangannya.
"Baiklah, karena hari ini aku lagi keadaan bahagia aku akan memaafkan kalian." ucap ku sambil tersenyum lebar.
Kami pun menghabiskan malam pergantian tahun baru bersama. Tiba-tiba ada yang menelepon Zean dan ia pun mengangkatnya. Aku memperhatikan Zean yang sedang menelepon, sepertinya sesuatu yang serius. Aku mendekatinya dan ia pun memberikan ponselnya kepada ku. Aku mengangkat telepon yang di berikan Zean dengan pandangan ragu.
"Hallo, dengan Tiara di sini." ucap ku.
"Hy Raa, Happy new year." ucap suara dari sebelah telepon yang ternyata adalah Arnold.
"Owh hy, Happy new year too. Apa kamu menikmati perayaan natal dan tahun baru bersama keluarga mu?" tanya ku.
"Ya masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya dengan pertanyaan yang sama seperti biasa." ucap Arnold sambil tertawa.
"Pasti kamu di tanya kapan nikah iya kan?" tanya ku yang juga ikut tertawa.
"Yaa begitu lah. Bagaimana acara lamaran mu berjalan dengan baik kan?" Tanya Arnold lagi.
"Kamu tau? Owh aku lupa kalau kamu dan Zean itu adalah saudara "kembar" yang pasti akan saling berbagi satu sama lain." ucap ku sambil tersenyum.
"Aku hanya membantunya dari jauh, selebihnya Paul yang mengerjakan. Kalian juga bisa minta bantu aku untuk membuatkan resepsi pernikahan." ucapnya serius.
"Aku masih berfikir untuk menikah di Indonesia saja. Di sana keluarga ku dan Zean sangat banyak, dan juga kaki harus menjelaskan semuanya dan memulainya dari awal lagi." ucap ku menjelaskan.
"Baiklah, aku tidak akan memaksa kalian. Aku harap kalian selalu bahagia dan abadi." ucap Arnold mendoakan.
__ADS_1
"Terima kasih doa mu ya, aku akan mengundang mu saat kami akan melangsungkan pernikahan." ucap ku.
"Kau serius? Baiklah aku akan datang di acara kalian yang kedua ini." janji Arnold.
Kami pun mengakhiri telepon dan aku mencari Zean untuk memberikan ponselnya yang ternyata dia sedang berbincang dengan Richard dan yang lainnya. Aku pun mendekati mereka dan duduk di sebelah Zean.
"Kamu sudah selesai meneleponnya?" tanya Zean.
"Ya, dia menawarkan pernikahan di sini namun aku bilang aku lebih suka untuk menikah di Indonesia dan aku akan mengundangnya nanti." jelas ku.
"Apa kalian akan melakukan pernikahan lagi? Bukannya kalau rujuk bisa langsung ke pengadilan agama aja ya kak?" tanya Naya yang kurang mengerti.
"Naya, aku dan Zean akan memulai hidup yang baru jadi kami akan memulai semua dari awal agar menutup lembaran yang lalu." ucap ku.
"Aku akan menjadi pengawal pengantin wanita nantinya." ucap Naya bersemangat.
"Posisi itu aku yang akan mengisinya dan Richard akan menjadi pengiring pengantin laki-laki." ucap Dita.
"Aku juga mau...." rengek Naya.
__________________
"Waaahhh lihaatt pesta kembang apinya sangat mewah." ucap Lucy yang tak berkedip melihat langit.
"Berhenti menatap itu semua nanti mata mu sakit." ucap Andre menasehati.
"Aku baru kali ini melihat perayaan tahun baru di sini, tahun baru yang lalu aku masih di desa dan belum di bawa ayah ke sini." jelas Lucy yang masih melihat ke atas langit.
"Aku akan membawa mu melihat perayaan apapun di kota ini." ucap Andre.
"Baiklah, aww...." ucap Lucy sambil menggosok matanya yang kelilipan.
Andre dengan sigap langsung menarik tangan Lucy dan meniup mata Lucy dengan lembut.
"Sudah ku bilang berhentilah untuk menatapnya, kenapa kamu sangat keras kepala?" tanya Andre sedikit marah.
__ADS_1
"Maaf aku tidak akan mengulanginya lagi." ucap Lucy memelas.
Andre menatap wajah Lucy yang imut dan mungil, ia tak menyangka kalau anak yang delapan tahun di bawahnya ini adalah pacarnya. Andre mendekatkan wajahnya ke Lucy, dan Lucy yang mengerti maksud Andre memejamkan matanya. Tapi ternyata Andre hanya mengecup kening Lucy dan membuat Lucy terkejut.
"Apa kamu mengharapkan lebih dari ini?" tanya Andre sambil tersenyum.
Lucy tidak menjawabnya hanya menunduk malu, lagi-lagi ia di buat salah tingkah oleh Andre yang sangat ia suka. Dan entah mengapa ia sedikit kecewa dengan apa yang terjadi barusan.
"Sadarlah Lucy, apa kau sangat mengharapkan lebih dari itu terjadi saat ini. Ada dia di sisi ku saat ini adalah yang terbaik, jangan berharap lebih." batin Lucy.
Namun tiba-tiba tangan Andre meraih pipi Lucy dan mengarahkan wajahnya ke Andre. Andre mencium bibir Lucy dengan lembut dan memeluknya mesra, dengan hal yang sama Lucy membalas kecupan mesra Andre. Tiba-tiba Lucy menangis dan membuat Andre memberhentikan aksinya.
"Apa aku menyakiti mu? Aku minta maaf jika kamu tidak menyukainya kamu bisa menampar ku." ucap Andre.
"Bukan.... Bukan begitu." ucap Lucy yang masih menangis.
"Jadi apa aku melakukan kesalahan?" tanya Andre lagi.
"Tidak, aku sangat senang dan sangat mencintai mu." ucap Lucy.
"Baiklah, aku juga mencintai mu." ucap Andre mencoba menenangkan Lucy.
"Itu ciuman pertama ku." ucap Lucy malu-malu.
"oh God .... Ternyata itu masalahnya. Ya aku harus mencoba mengerti anak desa ini." batin Andre.
"Baiklah, aku akan mempertanggungjawabkannya ok." ucap Andre.
"Ya, anda memang harus melakukan itu kepada gadis desa seperti ku." ucap Lucy.
"Aku akan selalu bersama mu saat ini, esok dan seterusnya. Apa kau suka?" tanya Andre.
"Baiklah, aku akan memegang janji mu." ucap Lucy merangkul dan bergelayut di leher Andre.
Andre melingkarkan tangannya ke pinggang Lucy dan mereka pun menghabiskan malam tahun baru bersama tanpa memikirkan hal lain.
__ADS_1