
Naya berjalan pulang menuju rumahnya. Karena rumah dan mini market tersebut berdekatan. Ia sangat tak menyangka akan bertemu dengan Melati dan membuat suasana hatinya sedikit bad mood.
"Liburkan seharusnya menyenangkan, tapi gara-gara wanita itu, suasana hati ku jadi down" gerutu Naya
Ia pun menghentikan langkahnya dan menelepon Dita.
"Hallo kak Dita, lagi ngapain?" Tanya Naya
"Iyaa... Aku baru bangun tidur, knapa? Tumben kamu telepon pagi-pagi" tanya Dita balik
"Kak aku bosen nihh... Nggak tau mau ngapain"
"Lha, terus hubungannya sama aku apaan?"
"Iya kita pergi kemana kek, secara ini kan weekend jadi sayang banget kan kalau nggak kemana-mana"
"Hmm kamu ada tujuan kemana?"
"Nggak ada sih kak, kira-kira kakak ada referensi nggak?"
"Hmm, gimana kalau kita masak-masak aja di rumah kamu. Bakar-bakar gitu"
"Ok kak. Kalau gitu kakak kirimin apa aja yang mau di beli, ntar aku ke pasar belinya"
__ADS_1
"Kamu beli Snack sama buahan aja biar daging sama yang lain aku yang beli, aku datang bareng Tiara gak pa-pa kan?"
"Owh nggak apa-apa kok Kak, ajak aja biar rame"
"Ok deh kalau gitu"
Naya pergi membeli apa yang di perintahkan Dita ke padanya. Dia sangat bersyukur karena saat baru mulai magang sampai sekarang Dita memperlakukannya dengan sangat baik.
Dita pun mencoba menelepon Tiara, karena sesuai rencananya tadi dia ingin membawa Tiara ke rumah Naya untuk bersenang-senang.
"Raa.... Kamu udah bangun?"
"Hmm iya pasti lah, emang kayak kamu bangunnya siang. Kenapa?"
"Itu, kamu tau kan Naya yang gantiin kerjaan kamu itu, yang anak magang itu?"
"Dia ngajak kita bakar-bakar di rumahnya, dari pada bosen yuk kesana" Ajak Dita
"Ayok, mau.... Mau.... Lagian aku juga nggak ada kegiatan" ucap ku riang
"Ntar aku jemput kamu ya, kita belanja keperluannya dulu"
"Siap... Jangan kelamaan ya. Aku udah beres soalnya"
__ADS_1
"Iya nyonya"
Aku pun mematikan telepon, aku bangkit dari kasur dan segera memilih pakaian yang akan aku gunakan. Setelahnya, aku menunggu Dita di ruang tamu, agar mudah untuk mengetahui kedatangan Dita. Saat aku menunggu tiba-tiba Zean turun dan melihat ku yang sudah rapi.
"Kamu mau kemana? Udah rapi banget?" Tanya Zean
"Aku mau ke rumah teman ku, dia ngadain acara weekend di rumahnya"ucap ku
"Kok tiba-tiba banget?" Tanya Zean lagi
"Iya, aku juga baru di hubungin Dita barusan. Emang acaranya dadakan kayaknya" jelas ku
"Owh kalau gitu aku ikut ya, boleh kan?"
"Aku cuma di ajak Dita, jadi nggak enak sama Naya kalau aku bawa kamu juga ke rumahnya. Lagian di sana semua cewek kayaknya" alasan ku
"Iya kalau gitu aku antar kamu ya"
"Aku di jemput Dita, dia udah di jalan. Dan mungkin bentar lagi sampai"
Zean merasa sedikit kesal dengan penolakan Tiara, seolah-olah Tiara sengaja tak ingin ia mengetahui kemana ia pergi. Tak lama kemudian suara Mobil Dita terdengar telah tiba.
"Aku pergi dulu ya, Dita udah jemput" ucap ku
__ADS_1
"Iya udah, kamu hati-hati. Ada apa-apa kamu telepon aku ya"
Aku hanya mengangguk dan pergi begitu saja. Zean sangat terkejut melihat sikap Tiara yang pergi begitu saja. Biasanya ia pasti akan bersalaman dan mencium pipi Zean, namun sekarang Tiara pergi tanpa melihatnya. Perubahan sikap Tiara ini membuatnya sedikit menahan emosinya. Ia berfikir kalau Tiara benar-benar telah mencampakkannya dari hatinya