
Dita mengurungkan niatnya untuk pergi ke tempat tantenya. Menurutnya info hari ini sangat penting dan harus langsung di beritahukan ke Tiara. Ia pun memutar balik mobilnya dan menuju rumah Tiara. Tak lama kemudian ia pun tiba,
"Raa, assalamualaikum...." Ucap Dita
Anggi pun membukakan pintu, dan melihat Dita yang datang.
"Iya mbak? Cari mbak Tiara ya mbak?" Tanya Anggi
"Iya, dia di rumah nggak? Soalnya aku nggak kirim pesan sih mau ke sini" ucap Dita
"Anda mbak. Masuk mbak, biar Anggi panggilin mbak Tiara sebentar" ucap Anggi menyuruh masuk
"Nggak usah, biar aku langsung ke kamarnya aja" ucap Dita
"Owh iya mbak, silahkan. Tapi mbak Tiara dia di kamar satunya lagi mbak, nggak di kamar biasa" jelas Anggi
"Iya, aku tau. Makasih ya" angguk Dita
"Iya mbak, sama-sama" ucap Anggi
Dita pun langsung naik ke atas dan meneriaki ku dari tangga. Menandakan bila dia ada di rumah itu dan membuat kegaduhan. Aku pun melihat ke arah pintu kamar ku, tak lama kemudian sumber suara gaduh itu masuk ke dalam kamar ku.
__ADS_1
"Raa.... Kamu nggak bakalan percaya dengan apa yang aku alami hari ini. Sumpah ya, aku pun nggak nyangka banget. Tapi aku yakin kamu lebih-lebih nggak nyangka, aku ada kabar spesial buat kamu" ucap Dita panjang lebar
"Apaan sih? Gak jelas banget deh. Dateng-dateng langsung nyerocos" ucap ku
"Raa, sumpah lah ya. Kamu harus siapin mental dan fisik mu buat dengar kabar dari aku"
"Hmm, emang kabar apaan? Jangan buat aku tambah penasaran deh"
"Tadi aku pergi belanja bulanan sama Naya..."
"Terus...? Kamu mau pamer gitu? Kamu belanja nggak ngajak-ngajak aku, mentang-mentang kamu udah punya temen baru. Gituu?" Omel ku
"Aku belum selesai ngomong lah... Lagian kamu kn udah belanja kemarin sama Andre" ucap Dita
"Ok, terus aku ninggalin Naya belanja buat ngambil pembalut. Setelah itu aku balik lagi nyamperin Naya, aku kira dia lagi ngomong sama pramuniaga swalayan. Ehh nggak taunya dia lagi ngobrol sama Melati" ucap Dita ambisius
"What.... Emang apa hubungannya dia sama wanita itu?" Tanya ku penasaran
"Ternyata, si Melati itu mantan pacarnya Richard. Dan yang lebih parahnya lagi, melati itu ninggalin Richard karena Richard itu dulu kerja biasa-biasa aja" jelas Dita
"Kok dia ngelakuin itu? Emang dia nggak tau kalau ortunya Richard itu tajir?" Tanya ku lagi
__ADS_1
"Ya tau sih, tapi mungkin dulu Richard belum kerja di perusahaan papinya. Jadi dia di tinggalin oleh melati"
"Hmm, terus sekarang dia tau dong kalau Richard di sini dan udah Megan perusahaan papinya?"
"Yang pastinya yah, aku yakin dia mau caper lagi Ama Richard deh. Habis sepintas aku dengar tadi dia nanyain kabarnya Richard"
"Gila ya tuh cewek. Ngelakuin berbagai cara biar dapet cowok tajir. Jadi selama ini, mungkin dia dekatin Zean karena ngira si Zean itu kaya?"
"Bisa jadi kan Raa? Ha ha ha padahal nggak tau dia Zean juga cuma karyawan biasa" ucap Dita sambil tertawa kencang
"Yaahhh,,, biar lah. Mereka yang memulai mereka juga yang menanggung akibatnya. Thanks ya infonya" ucap ku
"Iya, tapi aku jadi was-was nih. Gimana kalau Richard kepincut minta balikan sama melati? Sia-sia dong usaha ku" ucap Dita manyun
"Udah, seloow. Aku yakin Richard itu nggak sama kayak Zean yang mudah di bujuk rayu. Semoga jodoh ya" ucap ku menyemangati
"Hmm... Amiiin ya Allah" ucap Dita
"Semangat banget kalau bahas si Richard ya..." Ledek ku
"Secara loh Raa, dia itu keren bingit tau nggak sih? Cewek mana yang nggak bakalan ngelirik"
__ADS_1
"Ya ya, terserah mu deh.... Yang penting diri mu happy"
Kami pun menghabiskan waktu dengan bercanda bersama-sama. Sudah sangat lama kami tidak bercanda berdua seperti sekarang ini. Semenjak aku menikah, Dita jadi jarang main ke rumah ku. Padahal dulu dia sering menginap di sini, dan tak jarang juga aku yang nginap di rumahnya. Memang masa-masa lajang adalah hal yang bisa berbuat apa saja.