Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 69


__ADS_3

Aku hanya diam tak berkomentar apa pun dengan apa yang di ucapkan ayah. Aku tau disaat seperti ini, ayah lah yang sangat terpukul akan perceraian kami. Dia selalu berharap kami bisa menjadi lebih baik, namun nyatanya semua tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Kemarin ia berharap Zean dapat berubah menjadi lebih baik sebelum masalah ini tambah panjang, namun sepertinya tak ada harapan dari Zean untuk jadi lebih baik.


"malam ini ayah ngiap di rumah kami aja ya yah" ajak Zean


"aku akan menginap di hotel, mungkin Tiara akan pulang sebentar untuk mengambil bajunya" ucap ayah


"baiklah kalau begitu yah... Sekali lagi, saya minta maaf" ucap Zean


Ayah pergi meninggalkan kami, aku menatap Zean dengan pandangan sedikit kesal. Sangat tak menyangka di saat seperti ini Zean. masih sempat memnding-bandingkan dia dengan Melati.


"Sidang selanjutnya akan di adakan dua minggu lagi," ucapku memberi tahu


"aku nggak akan hadir lagi Raa. Aku nggak bisa menghadapi perceraian kita"


"terserah mu, mungkin dengan kamu tak hadir akan jauh lebih mudah" ucap ku


"maafkan aku Raa, maaf dengan semua kesalahan ku"


"sudahlah, kita sudah membahas ini berulang kali. Sekarang kamu fokus kepada apa yang ada di sisi mu saja"


Aku meninggalkan Zean yang duduk sendirian dan sama sekali tak melihatnya. Sudah cukup bagi ku untuk melunakkan hati, aku ingin menjemput kebahagiaan ku mulai sekarang.

__ADS_1


Aku masuk ke dalam mobil dan melihat ayah yang sedari tadi sudah menunggu ku.


"jadi kita nginap di hotel mana yah?" tanya ku basa basi


"terserah mu sajalah, yang penting kamu cepat untuk istirahat. Lagian ini sudah larut malam" ucap ayah


Saat akan pergi ke hotel, ternyata Dita meneleponku.


"hy Raa, kamu di mana?" tanya Dita


"aku sama ayah mau ke hotel, kamu ngapain?" tanya ku


"ayah mu ada di sini? kenapa nggak kamu ajak ke rumah ku?" tanya Dita lagi


"kalian nginep di rumah ku aja, ngapain nginep di hotel. Rumah ku kan besar, nggak ada orang juga. Sekalian aku mau cerita sama mu" ucap Dita


"bentar ya, aku tanya ayah dulu. Kira-kira dia setuju nggak"


Aku pun mengalihkan pandanganku ke ayah dan menanyakan pendapatnya.


"yah, Dita ngajak kita nginap di rumah dia menurut ayah gimana?" tanya ku ke ayah

__ADS_1


"terserah mu nduk, mana yang kamu mau saja" ucap ayah


Aku pun melanjutkan teleponku yang sempat terputus. Dan memastikan kedatangan kami.


"Taa, kami nginep di rumah mu malam ini ya, bentar lagi kami sampai" ucap ku menyambung telepon


"ok baik lah, nanti langsung masuk aja. Aku di rumah kok" ucap Dita


"ok Taa, thanks ya Taa"


"apaan sih,,, He he he"


Aku pun menuju rumah Dita, dan menuruti kemauannya untuk kami menginap di rumahnya malam ini. Aku sedikit sungkan untuk menolak ajakan Dita, terlebih lagi karena sudah berapa hari tak bertemu dengannya.


Setelah tiba di rumah Dita, kami pun langsung di sambut olehnya. Ia ternyata sudah menunggu kami di depan rumahnya.


"hy Raa, yah akhirnya sampai juga" sambut Dita


"hy Taa, sorry ya ngerepotin" ucap ku


"apaan sih, udah yuk masuk. Yah ayok masuk"

__ADS_1


"iya Mbak Dita, terima kasih" ucap ayah


__ADS_2