
" Aahhhh....aku melupakan tas ku." teriak ku di kamar.
Aku menyusun barang-barang ku, dan ternyata tas kecil ku hilang. Entah di mana aku melupakannya, aku mencoba mengingat-ingat.
" Sepertinya itu tertinggal di sofa lobi, coba aku lihat deh." gumam ku.
Aku pun turun menuju di mana aku duduk tadinya, aku mencoba mencari-carinya. Dan ternyata tebakan ku benar, tas ku masih ada di sofa itu. Aku pun mengambilnya namun ada yang menghalangi ku.
"excusez-moi, est-ce le vôtre?¹." ucap laki-laki yang menghalangi ku.
Aku hanya terdiam mendengar ucapannya yang sama sekali aku tidak mengerti.
" Owh Tuhaann bagaimana ini, aku sama sekali tidak mengerti bahasa sini." batin ku
Pria itu menatap ku dengan seksama, dan sepertinya dia tau akan kebingungan ku.
" Kamu dari Indonesia ya?" tanya pria itu tiba-tiba
" Kamu bisa bahasa indonesia?" tanya ku penasaran.
" Iya bisa dong, mama ku asli orang Jawa Timur. Ini punya kamu?" tanya nya tiba-tiba.
__ADS_1
" Iya, aku baru sampai hari ini di sini. Tadi sepupu ku yang lapor dan aku duduk di sini, terus aku lupa bawa tas ku naik ke kamar." ucap ku sambil mengambil tas ku.
Namun dia menghalangi ku lagi untuk meraih tas milik ku itu, aku pun merasa heran kenapa ia melakukan hal seperti itu.
" Sudah aku bilang ini tas milik ku, kenapa kamu halang-halangin? Aku buru-buru nih." ucap ku sedikit kesal.
" Apa buktinya kalau tas ini milik kamu? Bisa aja kamu ngaku-ngaku kalau tas ini punya mu dan berniat mencuri." tuduhnya.
Mendengar ucapannya emosi ku langsung tersulut, aku sama sekali tak habis fikir kalau ada yang menuduh ku sebagai pencuri saat ini.
" Apaan sih? Ini tuh jelas-jelas tas punya ku. Enteng banget sih bilang orang pencuri, emang ada setelan pencuri kayak aku?" tanya ku emosi sambil menarik tas ku namun masih di halangi pria ini.
" Aku cuma mau bukti kalau tas ini benar-benar milik kamu, kalau kamu gak mau kena masalah mending kamu buktiin baik-baik." ucapnya.
" Baik, kalau gitu kamu tunggu di sini biar aku panggil petugas keamanan buat buka tas ini." ucapnya.
" Kenapa harus panggil petugas keamanan? Kamu mau jebak aku ya." ucap ku sedikit takut.
" Iihhh yang ada kamu yang mau jebak aku, bisa jadi di dalam tas itu ada barang aneh-aneh. Pas aku buka jadi aku yang kena masalah." ucapnya sambil berlalu.
Aku hanya terdiam mendengar ucapan pria itu, rasanya aku benar-benar ingin memaki orang yang sangat mengesalkan itu. Tak lama aku yang mengupat-upat di dalam hati di kejutkan dengan kedatangan dua orang petugas keamanan. Pria tersebut berbicara dengan petugas keamanan tersebut sambil sesekali melihat ke arah ku dan menunjuk tas yang masih duduk manis di sofa. Petugas keamanan pun mendekati tas ku dan membongkar semua isi dalam tas ku, mereka membaca paspor ku dan melihat ke arah ku.
__ADS_1
" Ce sac est bien le vôtre, madame, s'il vous plait, ne vivez plus négligemment²." ucap salah satu petugas keamanan sambil meninggalkan ku.
Sepertinya mereka percaya kalau tas ini milik ku, aku langsung melihat sinis ke arah pria yang sudah menuduh ku macam-macam itu.
" Udah puas? Jadi orang gak percayaan banget sih?" ucap ku emosi sambil meninggalkannya.
Aku masuk ke lift dan menekan nomor lantai ku, dan ternyata pria itu berlari memasuki lift yang sama dengan ku. Aku hanya diam dan sama sekali tidak ingin melihat mukanya lagi. Pintu lift terbuka dan aku pun keluar berjalan menuju kamar ku, namun pria itu pun seakan-akan mengikuti ku dari belakang. Aku mempercepat langkah ku, mungkin saja dia ada niat tersembunyi kepada ku. Jantung ku berdegup kencang dan keringat dingin ku bercucuran keluar seketika tiba di depan kamar ku, aku mencoba memberanikan diri untuk mencegatnya.
" Kamu ngapain sih ikutin aku sampai ke sini? Kamu ada niat jahat ya." bentak ku.
Namun dia hanya diam dan melewati ku, dan ternyata dia adalah tetangga kamar ku. Muka ku merah padam melihatnya yang membuka pintu kamarnya tanpa mengucapkan sepatah kata atas tuduhan ku dan membuat ku tidak enak hati karena sudah menuduhnya mengutit ku.
" Bodo ih... Tadi dia kan juga nuduh aku yang enggak-enggak" ucap ku mencoba menenangkan fikiran.
Saat akan membuka pintu aku pun baru sadar kalau card kamar ku tertinggal di dalam kamar bahkan ponsel ku juga tertinggal karena buru-buru akan menjemput tas tadinya.
" Aarrrrggghhh...... sial banget siihh." teriak ku kesal.
Terjemahan :
¹ Permisi, apakah itu milik mu?
__ADS_1
² Tas ini memang milik anda nyonya, tolong jangan di tinggal sembarangan lagi.