
Aku menemui Dita di cafe tempat biasa kami bertemu, aku melihat Naya juga di sana.
"Hy, kalian udah lama nunggu?" tanya ku ke Dita dan Naya
"nggak, aku juga baru sampai" ucap Dita
"kakak pesan apa? kami udah pesan duluan tadi" ucap Naya
"terserah lah. Jadi, ada kabar apa hari ini?" tanya ku
"aku ada kabar ter-update buat kalian semua" ucap Dita antusias
"aku juga... dan pastinya kalian bakalan kaget banget" ucap ku
"kabar apaan sampe-sampe segitunya" ucap Dita penasaran
"kemarin malam aku ketemu sama melati dan Richard di jalan" ucap ku
"what?... kok bisa? terus-terus" ucap Dita antusias
"aku baru pulang dari belanja terus makan sama Zean, terus pas mau pulang aku ketemu mereka"
"iya. kemaren wanita itu ke rumah ku, cuma buat caper sama kakak" ucap Naya menjelaskan
"kok kamu nggak kasih tau aku?" tanya Dita
__ADS_1
"iya dia nggak ngapa-ngapain kok kak, tenang. Aku di rumah kok semalam"
"iya, dan yang kalian harus tau. Pas aku nyapa mereka, si Zean liat Melati yang lagi ngerangkul Richard tau nggak. Langsung dong, si Zean nahan emosinya"
"hahaha mampus tuh Zean, ngeliat pemandangan seru" ucap Dita
"terus kak mereka berantem di sana ya?" tanya Naya serius
"nggak, Zean cuma diam dan nggak ada komentar apa-apa"
"yaahh nggak seru dong" ucap Naya
"terus, kamu nggak ada bilang apa-apa gitu sama mereka" ucap Dita
"aku bincang-bincang bentar sih Ama mereka bentar dah tu ya pulang" ucap ku
aku hanya menggelengkan kepala ku. Mereka tertawa mendengarkan ucapan ku tadi. Aku belum ingin memberi tahu tentang panggilan dari kantor pengadilan agama. Aku masih ingin menyembunyikan masalah ini ke mereka.
"jadi, kabar apa yang kalian punya tadi?" tanya ku
"owh, tadi aku antar berkas ke ruangan pak Hendra. Terus liat Zean di sana"
"kenapa Zean ada di sana?" tanya ku
"aku nggak sengaja dengar perbincangan mereka, sepertinya Zean lagi kena masalah di kantor" ucap dita
__ADS_1
"masalah? masalah apa? setau ku dia sama sekali bukan orang yang punya masalah di kantor" ucap ku
"entah lah, dia di marahin habis-habisan oleh pak Hendra" ucap Dita
"hmm, semoga bukan masalah serius" ucap ku
"ih kakak labil banget sih. Ya biarin aja dia da masalah, itu kan urusan dia. yang penting nggak nyusahin kakak" ucap Naya
"ya aku kan hanya mendoakan sebagai sesama manusia" ucap ku
"udah deh, mending kita happy-happy aja dah" ucap Dita
kami menghabiskan waktu bersama sampai sore, menyenangkan berkumpul bersama teman seperti ini.
Setelah lama bersama mereka, kami pun memilih pulang. Aku memikirkan ucapan Dita tadi, karena tak biasanya Zean membuat kesalahan seperti itu. Apa gara-gara masalahnya dengan Melati semalam jadi membuatnya tak fokus dalam bekerja dan membuat sebuah kesalahan. Sefatal apa kesalahan yang di buat Zean sampai ia di marahi oleh pak Hendra.
Aku melihat mobil Zean sudah di depan rumah. "Tumben dia pulang cepat" pikir ku
Aku pun membuka pintu dan melihat dia di ruang keluarga.
"kamu dari mana...?" tanya Zean
"owh, aku ketemu sama Dita dan Naya di cafe" ucap ku
"pasti kalian senang menceritakan aku hari ini" ucap Zean
__ADS_1
"maksud mu...?"
Zean pergi meninggalkanku tanpa mengatakan apa-apa kepada ku. Aku bingung dengan sikapnya, dan membuat ku bertanya-tanya