Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 53


__ADS_3

Naya menemani Dita berbelanja kebutuhan bulanannya. Mereka pun pergi ke swalayan untuk berbelanja. Dita memilih-milih barang-barang yang akan di belinya dan kebutuhan yang penting-penting lainnya. 


"Kakak belanja sebanyak ini untuk sendiri?" Tanya Naya


"Iya, habisnya aku tinggal sendirian di rumah. Jadi aku harus stok yang penting-penting, biar pas butuh nggak keluar-keluar cari lagi" jelas Naya


"Hmm, semoga lah kakak bisa berdua ya he ye ye" canda Naya


"Amiinn, makanya kamu comblangin aku sama Richard biar kita bisa tinggal bareng he he he" ucap Naya


"Amaann, kata kak Richard kakak juga tipe dia kok" ucap Naya serius


"Ha ha ha bisa aja sih kamu. Kamu nggak beli apa-apa Nay? Ambil aja yang mau kamu beli, ntar aku yang bayar" 


"Nggak kak, rumah ku dekat kok dengan Mini market. Jadi, kalau ada perlu tinggal ke sana aja" 


"Hmm, tp kan repot. Udah kamu pilih aja, aku liat sebelah sana dulu ya" ucap Dita sambil meninggalkan Naya 


Naya pun mengangguk mengiyakan ucapan Dita dan memilih beberapa barang yang di perlukan nya. Saat memilih-milih ada seorang wanita menghampirinya.


"Hy Nay, kamu belanja sendirian?" Ucap wanita itu yang tak lain adalah Melati


"Hy. Nggak aku belanja sama temen kantor ku" ucap Naya cuek


"Owh, kamu belanja bulanan juga Nay? Owh ya Nay kemarin aku liat Richard. Dia udah di sini ya sekarang?" Tanya Melati penasaran


"Iya dia di sini sementara. Ada kerjaan kantor, jadi dia pulang sebentar" ucap Naya


"Hmm, dia masih di kantornya yang dulu ya? Emang kantornya yang dulu ada cabang di sini?" Tanya Melati makin penasaran


"Dia nggak di sana lagi. Dia udah megang perusahaan papi, makanya dia ke sini" jelas Naya

__ADS_1


"Wow, ternyata dia udah resmi jadi pemilik perusaan papi kamu?" 


"Ya begitu lah, lagian kan dia anak cowok. Jadi dia yang harus nerusin semua ini" 


"Owh, kirim salam aku buat Richard ya Nay. Bilang aku minta maaf banget" 


Naya hanya menganggukkan kepalanya dan tak menjawabi ucapan Melati, saat bersamaan Dita tiba di antara mereka. Namun Dita belum melihat muka Melati karena tertutup rak.


"Nay kamu udah milih barang-barang yang mau kamu beli?" Tanya Dita tiba-tiba


"Owh udah kak, ucap Naya"


Seketika Dita melihat wanita yang sangat di bencinya tepat berdiri di depan Naya, dan ia pun kaget melihat sosok tersebut. Ia pun sontak berkomentar pada Melati.


"Astaga tuhan, mimpi apa sih aku semalam bisa ketemu sama sosok kayak bginian" ucap Dita sambil menunjuk Melati


"Kakak kenal sama kak Melati?" Tanya Naya kaget


"Ya ampun Naya, siapa sih yang nggak kenal sama wanita kayak gini? Satu kota ini pun mungkin udah tau sama dia" ucap Dita


"Apa? Etika? Nggak salah tuh yang keluar dari mulut mu itu? Sadar nggak? Selama ini kelakuan mu itu ber-etika nggak?" Tanya Dita sambil meninggikan suara


Naya yang panik akan kegaduhan antara mereka memilih melerai mereka.


"Kak udah ayok, kita pergi aja. Orang-orang pada liatin semua. Yuk kak, malu tau kak" bujuk Naya


Dita pun menuruti ucapan Naya, ia tak ingin Naya juga malu akan perkelahiannya dengan wanita tersebut. Mereka pun meninggalkan Melati sendirian dan pergi. Setelah selesai membayar belanjaan, Dita mengajak Naya untuk makan di restoran.


"Kak, kakak kenal ya sama Melati itu?" Tanya Naya


"Ya kenal dong Nay, lagian kamu juga kok bisa Kenal sama dia?" Tanya Dita balik

__ADS_1


"Owh, dia itu mantannya kak Richard" ucap Naya sambil menyeruput minumannya


"Apa? Mantannya Richard? Si Melati itu?" Tanya Dita tak percaya


"Iya kak, dia itu mantannya kak Richard. Dulu mereka satu kerja" ucap Naya


"Terus? Kok bisa mereka putus?" Tanya Dita semakin penasaran


"Hmm, aku nggak tau pasti sih kak. Tapi dari cerita dan kabar-kabarnya melati itu ninggalin kakak karena dulu kakak cuma kerja di perusahaan biasa, dengan jabatan yang biasa juga. Tapi kemarin dia bilang sama aku, kalau dia pulang karena di suruh orang tuanya..." Ucap Naya menjelaskan


Dita hanya diam mendengar ucapan Naya


"...padahal kakak sangat mencintai dia, semua yang dia mau kakak pasti lakukan. Tapi dia ninggalin kakak gitu aja, dia pergi tanpa bilang apa-apa. Seolah-olah pengorbanan kakak selama ini nggak ada artinya" lanjut Naya


"... Karena dia juga, kakak jadi pemurung dan nggak mau bergaul dengan teman-temannya. Aku jadi nggak suka liat dia, tadi pun saat dia nanyain kakak rasanya pengen benget aku maki-maki. Tapi aku juga nggak mau kak Richard marah. Terus kakak kok bisa kenal sama dia?" ucap Naya panjang lebar


"Owh, dia itu selingkuhannya suaminya Tiara" ucap Dita


"What...? Kakak nggak salah omong kan? Serius?" Tanya Naya tak percaya


"Ya aku serius, dia itu selingkuhannya Zean. Dia dulu pacarnya Zean pas kuliah. Tapi karena dia mau ngejar karirnya dia ninggalin Zean dan pergi keluar negeri" jelas Dita


"Gila ya tuh cewek, jadi manusia kok suka banget ninggalin orang. Di kira dia hati manusia ini mainan apa ya?" Ucap Naya geram


"Entah lah Nay, terus dia pulang dan ternyata Zean udah menikah. Sialnya lagi, si Zean itu masih punya perasaan dan belum bisa ngelupain Melati. Makanya mereka bisa selingkuh dari Tiara" ucap Dita


"Gila ya, ada manusia kayak gitu. Sok bagus banget sih tu cewek" ucap Naya emosi


"Yang aku pikirkan sekarang ya, bisa jadi dia mau dekatin Richard lagi. Karena ketemu sama kamu dan posisi Richard sekarang kan lagi bagus" 


"Aku nggak bakalan biarin ini terjadi kak. Aku bakalan bilang sama kak Richard kebenarannya, biar saat wanita siluman itu menggoda kakak, kakak nggak ngerespon dia lagi" 

__ADS_1


"Yahh terserah mu lah..." Ucap Dita


Dita pun mengantar Naya pulang ke rumahnya. Dan ia tak mampir karena ia mau ke rumah tantenya, Dita menurunkan Naya di depan rumah dan lanjut pergi. Ia sangat tak menyangka akan kejadian hari ini, ia harus memberitahu Tiara tentang apa yang ia ketahui hari ini. Ia ingin Tiara mengetahui lebih jelas siapa wanita simpanan suaminya itu.


__ADS_2