
"Bonjour, trouver qui manque ?" sapa seseorang yang membukakan pintu.
" Hy, can you speak english please? I came here to deliver the documents owned by Mr. Zee." Ucap ku kepada orang itu.
Ia mempersilahkan ku masuk ke dalam dan di suruh menunggu di sebuah ruang keluarga. Aku pun duduk di sofa itu dan mengamati seluk beluk ruangan. Tiba-tiba pria tadi yang membukakan pintu ku datang dengan membawakan minuman, dan mempersilahkan aku untuk meminumnya.
"Terima kasih." ucap ku sambil tersenyum.
"Sama-sama, saya akan panggilkan tuan untuk keluar. Tuan sedang bersiap-siap untuk ke rumah sakit" ucap pria itu yang ternyata seorang pelayan di rumah ini.
Ia pun pergi masuk ke dalan kamar majikannya mungkin ingin memberitahukan kedatangan ku. Namun tak lama ia pun keluar dari kamar dan mendekati ku.
"Nona, kata tuan dokumennya bisa di tinggal saja. Karena beliau sedang mandi, takutnya nona lama untuk menunggu." ucap pelayan itu.
"Owh, baiklah kalau begitu. Aku juga sedang buru-buru soalnya, terima kasih ya." ucap ku sambil beranjak keluar ruangan itu.
Aku pun berpamitan dan pergi, yah ada sedikit lega di hati ku karena tidak perlu repot-repot untuk menunggu Mr. Zee itu selesai. Takutnya dia menanyakan sesuatu yang tidak aku tau dan aku pun mengambil ponsel ku dan menghubungi Arnold.
"Hy, aku sudah mau turun." ucap ku.
"Kok cepat banget? Emang kamu udah ketemu sama Mr. Zee?" tanya Arnold penasaran.
"Yaa... kalau aku gak ketemu mana mungkin aku diam aja dari tadi." ucap ku.
Saat keluar dari apartemen itu Arnold sudah menunggu ku. Kami pun langsung berangkat untuk kembali ke kantor. Dengan sajah bingung Arnold memandangi ku sesekali dan itu membuat ku sedikit risih.
"Apaan sih? Kok kamu lihatin aku kayak gitu." tanya ku serius.
"Kamu yakin udah ketemu sama Mr.Zee?" tanya Arnold tak percaya.
"Iya, aku udah datangin apartemennya. Terus udah masuk juga kedalam dan bicara sama pelayannya." ucap ku jujur.
"Jadi kamu gak kasih secara langsung ke Mr. Zee dokumennya?" tanya Arnold lagi.
"Iya kan gak mungkin juga aku tungguin dia sampai selesai mandi. Kamu ini aneh banget deh." ucap ku.
__ADS_1
"Owh gitu, ya bilang dong dari tadi jadikan aku gak nanya-nanya terus." ucap Arnold sambil memalingkan mukanya.
Arnold sedikit kecewa karena rencananya untuk mempertemukan Zean dan Tiara gak berhasil. Ia akan mencoba lagi nantinya saat ada kesempatan.
________________
Andre telah tiba di Paris, ia pun bergegas keluar dari bandara dan menaiki taxi dan menuju ke apartemennya. Ia pun membuka buku agendanya dan menulis beberapa rencana yang akan ia lakukan. Dan untungnya ia sudah mengetahui alamat apartemen Tiara dan tempatnya bekerja sekarang. Jadi ia tinggal menyusun rencana agar bisa bertemu dengan Tiara seolah-olah itu kebetulan saja. Tak lama kemudian ia pun. tiba di apartemennya dan masuk kedalam untuk istirahat.
"Aku datang Raa, semoga di sini aku dapat mengejar hati mu." ucap Andre yang berbaring di atas kasur sambil melihat foto Tiara di Hpnya.
Sudah pukul 5 sore, aku pun bergegas menyusun meja kerja ku dan berkas-berkas yang belum selesai ku kerjakan. Setelah itu aku pun keluar dari kantor dan akan pulang ke rumah. Saat berjalan menuju halte, aku di kejutkan dengan mobil Arnold yang tiba-tiba berhenti di hadapan ku.
"Kamu ngapain sih berhenti tiba-tiba kayak gitu? Bahaya tau." omel ku yang masih terkejut.
"Ayo naik, kamu mau kemana kesana?" tanya Arnold.
"Aku mau naik taxi." ucap ku.
"Jangan bodoh, taxi di sini mana ada yang tujuan ke arah apartemen mu." ucapnya yang masih di dalam mobil.
"Ya sudah kalau kamu mau tunggu sampai besok ya silahkan." ucap Arnold sambil menaikan kaca jendela mobilnya.
"Aku ikut.... Aku ikut." ucap ku sambil menepuk-nepuk kaca jendelanya.
Arnold tersenyum melihat ku yang ketakutan jika benar tidak ada taxi yang lewat. Aku pun masuk ke mobilnya dan kami pun berjalan menuju rumah.
"Sepupu mu gak jemput?" tanya Arnold.
"Aku bilang pulang sama teman tadi, aku gak enak minta dia jemput." ucap ku.
"Kenapa kamu harus gak enak dan bohong? Kalau nanti kamu tersesat yang ada kamu malah nyusahin dia juga nantinya kan." ucap Arnold.
"Gini-gini aku masih bisa lihat GPS tau gak sih? Jadi aku gak bakalan nyasar kalau pulang ke rumah." ucap ku meyakinkan.
"Ya... semoga otak mu itu masih berguna sampai saat kamu sudah hapal jalanan sini." ledek Arnold.
__ADS_1
Aku tersenyum mendengar ucapan Arnold yang secara tak sengaja memuji kepintaran ku. Tiba-tiba ia membelokkan kemudinya ke jalan yang berbeda, dan aku pun menjadi sedikit bingung akan hal tersebut.
"Temani aku makan, di rumah ku gak ada apa-apa." ucapnya tanpa sempat aku bertanya tujuan.
"Kamu kenapa gak stok makanan di kulkas? Tiap hari kamu pulang terlambat karena makan di luar?" tanya ku.
"Enggak juga, aku biasanya masak sendiri. Cuma kebetulan hari ini aku belum beli stok makanan, jadi aku mau makan di luar aja. Kamu mau makan apa?" tanya Arnold tiba-tiba.
"Owh terserah, lagian aku belum terlalu paham makanan yang enak di sini." ucap ku.
"Ok kalau gitu aku bawa kamu ke restoran langganan ku." ucap Arnold.
Tak lama berbincang-bincang di mobil kami sampai di tempat tujuan Arnold, sebuah restoran sederhana yang cantik di hiasi dengan lampu-lampu.
"Ayo masuk, kamu pesan aja." ucap Arnold memberikan menu kepada ku.
"Karena kamu yang ajak, kamu dong yang pesan." ucap ku.
Arnold memesan beberapa makanan dan minuman untuk kami. Aku pribadi sangat tak percaya kalau Arnold adalah seorang yang sangat baik dan asik untuk di ajak berbicara. Memang sikapnya terkadang dingin dan gak peduli tapi setelah mengenalnya beberapa saat ini aku yakin ia memiliki hati yang jangan. Tak lama kemudian pesanan kami sampai dan pelayan meletakannya di atas meja. Arnold memesan pasta dan coklat hangat untuk ku, kami pun makan bersama dengan cerita-cerita yang lumayan mengocok perut. Setelah selesai makan pelayan mengantarkan kami beberapa makanan penutup.
"Kamu suka coklat kan, itu aku pesan buat mu." ucap Arnold sambil menyeruput kopinya.
Aku terdiam mendengar ucapannya, berfikir sejak kapan dia tau aku menyukai coklat dan pasta. Tapi aku membuang rasa penasaran ku dan memakan chocolate mousse ku yang sudah tak sabar ku lahap.
Kami sudah tiba di apartemen, setelah makan kami langsung menuju rumah.
"Arnold.... Terima kasih ya." ucap ku.
"Ok. Ya sudah kamu masuk dan istirahat, jangan sampai kesiangan. Besok pagi berangkat kerja sama aku aja." ucap Arnold.
"Owh, itu gak usah. Nanti ujung-ujungnya merepotkan mu." ucap ku menolaknya.
"Kita satu arah, jadi santai saja. Sana masuk, hari sudah semakin dingin." ucap Arnold
Aku mengangguk dan masuk ke dalam apartemen ku, begitu juga dengan Arnold ia pun masuk ke dalam apartemennya dan mengunci pintunya. Ia berjalan menuju sofa dan menghempaskan badannya di sana.
__ADS_1
"Bagaimana ini.... Aku terlalu menikmati kebersamaan ini." ucap Arnold sambil mengusap mukanya dengan kedua tangannya.