Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 156


__ADS_3

Lucy dan Andre duduk di sebuah bangku dan menikmati kue yang sudah di sediakan oleh pihak penata pesta Tiara. Lucy sangat menyukai apa yang di hidangkan disini.


"Aku benar-benar menyukai ini semua." ucap Lucy polos.


"Berhati-hatilah untuk memakan ini semua. Aku tidak ingin nanti kamu mengalami gangguan pencernaan." ucap Andre.


"Apa aku nampak rakus di sini? Sampai-sampai kamu berkata seperti itu?" tanya Lucy sambil menatap Andre.


"Aku hanya mengingatkan mu saja, kenapa kamu sangat suka coklat? Bagaimana jika itu membuat mu sakit gigi?" tanya Andre.


"Aku bukan anak kecil lagi yang harus di nasihati masalah coklat dan gigi." ucap Lucy cemberut.


"Kamu bukan anak kecil lagi, tapi kamu 8 tahun lebih kecil di bandingkan dengan ku." ucap Andre.


"Ah, kenapa mas tidak mengambilkan bunga untuk ku? Semua orang menantikan bunga yang di lemparkan oleh pengantin." ucap Lucy mengalihkan pembicaraan.


"Aku tidak menyukai keramaian," ucap Andre.


Namun nampak di wajah Andre yang mencoba untuk tegar menyaksikan kebahagiaan Tiara. Lucy yang menyaksikan itu merasa sedikit perih di hatinya dan mencoba menahannya dan tetap tersenyum ke arah Andre.


"Aku tau kamu masih belum bisa melepaskan wanita itu, mau bagaimanapun aku benar-benar tidak sebanding dengan Tiara. Tapi aku akan selalu mencoba untuk ada di samping mu dan tersenyum kepada mu. Sampai kamu sadar kalau aku ada di sini dan beralih memperhatikan ku." batin Lucy sambil memasukan kue coklat ke mulutnya.


"Kamu makan benar-benar seperti anak kecil." ucap Andre sambil membersihkan coklat yang menempel di sudut bibir Lucy.


"Aku menyukai panggilan itu." ucap Lucy tersenyum.


"Apa...? Anak kecil?" tanya Andre.


Lucy mengangguk dan tersenyum manis. Andre yang melihat kelakuan Lucy tertawa sambil menyentil hidungnya.


"Jika kamu sudah selesai, kita pulang." ucap Andre.


"Apakah secepat ini? Acaranya pun belum selesai." ucap Lucy kaget.


"Sudah ku katakan aku tidak suka keramaian." ucap Andre sambil menyandarkan tubuhnya.


Lucy meletakan piringnya dan membersihkan pinggiran bibirnya dengan tisu.

__ADS_1


"Baiklah, kemana kita akan pergi?" tanya Lucy bersemangat.


"Kamu sudah siap? Apa kamu mau aku meminta beberapa kue untuk di bungkus?" tanya Andre.


"Tidak perlu, aku sudah kenyang. Dan jika aku mau, mas pasti akan membelikannya untuk ku bukan?" tanya Lucy manja.


"Baiklah, ayo kita berpamitan kepada mereka." ajak Andre sambil meraih tangan Lucy dan menggenggamnya.


Mereka pun berjalan mendekati Zean dan Tiara.


"Hy, terima kasih sudah mengundang ku, aku sangat menyukai pesta ini." ucap Andre.


"Terima kasih karena kalian sudah mau datang, apa kalian sudah makan kuenya?" tanya Tiara.


"Ya, kami sudah menikmati semuanya terima kasih. Kue-kue di sini sangat enak aku sangat menyukainya." ucap Lucy.


"Syukurlah kalau begitu aku senang mendengarnya." ucap Tiara tersenyum.


"Baiklah, kami akan mohon diri terlebih dahulu terima kasih sudah mengundang kami." ucap Andre.


"Secepat itu? Aku kira kalian agar tinggal lebih lama." ucap Tiara sedikit kecewa.


"Baiklah terima kasih sudah datang dan berhati-hatilah di jalan, aku akan mendengar kabar kalian jika sudah sampai ok." ucap ku.


"Baiklah sekali lagi happy wedding semoga kalian berbahagia." ucap Lucy.


Lucy dan Andre pun pergi meninggalkan acara pernikahan Tiara dan Zean. Mereka menaiki mobil dan menuju ke suatu tempat yang belum pernah Lucy datangi sebelumnya.


"Mas kemana kita akan pergi?" tanya Lucy.


"Kita akan menginap di hotel karena perjalanan dari sini ke tempatku sangat jauh, aku memilih hotel untuk tempat yang terdekat. Apakah kamu merasa keberatan?" tanya Andre.


Lucy terdiam mendengar ucapan Andre, iya tak menyangka jika ia dan Andre akan menginap di hotel malam ini dan mereka akan menghabiskan waktu berdua saja. Tiba-tiba wajah Lucy memerah, ia malu membayangkan apa yang akan terjadi nanti di hotel saat mereka berdua saja.


Mobil memasuki area parkir hotel, mereka pun turun dari mobil. Dan Andre pergi ke resepsionis hotel untuk melakukan cek in. Tak lama kemudian ia pun datang menghampiri Lucy yang duduk di sofa lobby.


"Ayo kita harus istirahat ini sudah sore kita harus pergi mandi." ucapan Andre.

__ADS_1


Lucy hanya menuruti ucapan Andre dan mengikutinya dari belakang. Ia sama sekali tidak membayangkan akan pergi mandi bersama Andre secepat ini.


"Apakah harus secepat ini? Kita bahkan belum menikah, aku memang mencintai mu. Tapi apa harus seperti ini?" pikir Lucy menerka.


Setiba di depan kamar hotel, Andre memberikan kunci kepada Lucy yang masih menundukkan kepala.


"Kamu kenapa? Apa kamu sakit?" tanya Andre.


"Tidak, aku baik-baik saja. Kenapa tidak di buka kamarnya?" tanya Lucy gugup.


Andre memberikan kunci hotel kepada Lucy yang masih menunduk.


"Hey, kamu tidak akan masuk ke kamar mu?" tanya Andre.


"Kamar ku? Ahh iya." ucap Lucy meraih kunci yang di ada di hadapannya.


Lucy benar-benar merasa malu dengan fikiran bodohnya yang menganggap Andre ingin tidur sekamar dengan nya dan mandi bersamanya juga. Andre yang melihat tingkah laku aneh dari Lucy pun tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke telinga Lucy.


"Apa kamu berfikir aku akan mengajak mu tidur dalam satu kamar dan mandi bersama?" tanya Andre mesum.


"Tidak, aku tidak berfikir seperti itu. Aku akan masuk ke kamar." ucap Lucy gugup.


"Apa kamu kecewa karena tidak satu kamar dengan ku?" goda Andre lagi.


"Mana mungkin, aku akan pergi. Aku nanti akan berendam jadi tidak perlu menelepon ku." ucap Lucy semakin gugup.


Andre yang melihat tingkah lucu Lucy pun tersenyum dan membiarkannya pergi.


"Hey, itu bukan kamar mu. Sepertinya kamu perlu ku bantu untuk masuk ke dalam kamar." ucap Andre sambil tersenyum.


Lucy berbalik dan kembali kepada Andre. Andre menunjukan kamar Lucy yang tepat bersebelahan dengan nya. Setelah Lucy mengetahui kamarnya, ia langsung membuka dan masuk kedalam tanpa mengatakan sepatah kata pun kepada Andre yang masih di luar dan tertawa melihat tingkahnya.


"Ahh bodohnya, aku mempermalukan diri ku sendiri dihadapan Andre. Dia pasti benar-benar puas karena sudah mempermainkan ku sekarang." ucap Lucy.


Lucy mengemas beberapa barangnya dan merebahkan badannya ke atas kasur.


"Tapi, entah kenapa aku malah kecewa karena tidak bisa satu kamar dengan Andre. Cukup Lucy, di mana harga diri mu? Kau harus bisa menahan dan menjunjung harga diri mu di depan Andre." gumam Lucy lagi.

__ADS_1


Karena seharian sudah di tempat pesta, tak terasa mata Lucy pun terpejam karena kantuk dan kelelahan juga. Belum sempat ia mandi, alam mimpinya sudah merasuki dan menguasai dirinya.


__ADS_2