
"hy mas, gimana kabar mu?" tanya Adi kepada Zean
Zean hanya terdiam menatap ke arah jendela kamarnya dengan tatapan kosong. Semangat hidupnya sedikit berkurang mengetahui masalah yang di hadapinya sekarang. Bahkan tanpa sengaja pun ia mengetahui keadaan Tiara sekarang.
"mas, kamu sudah makan? Mau aku belikan sesuatu mas?" tanya Adi lagi
"nggak usah Di, aku lagi nggak nafsu makan" ucap Zean singkat
"hmm, maaf ya mas aku baru bisa jenguk kamu sekarang. Habisnya bapak kemarin kena serangan jantung mendengar kabar kalian kecelakaan" ucap Adi mencoba menjelaskan
"kamu sama siapa ke sini?" tanya Zean mengalihkan pembicaraan
"aku berangkat sendiri mas, orang-orang masih sibuk ngurusin bapak" ucap Adi
__ADS_1
Zean yang mendengar itu hanya diam saja tanpa komentar apapun. Fikirannya masih tertuju kepada Tiara. Dan tiba-tiba air mata Zean mengalir deras membasahi pipi. Adi yang melihatnya pun merasa khawatir.
"mas kenapa? Ada yang sakit ya? Mau aku panggilin Dokter?" tanya Adi khawatir
"aku nggak apa-apa Di, aku hanya kepikiran Tiara saja" ucap Zean lirih
"owh, aku juga sempat mampir ke ruangannya mbak Tiara tadi mas. Sebelum ke sini aku mampir dulu. Ternyata ada Dita di sana dan kayaknya dia marah banget. Jadi aku keluar dari pada ribut nantinya"
"biarkan saja Di, dia marah karena dia berfikir aku biang keladinya. Karena nggak bisa njagain Tiara baik-baik"
"entahlah Di rasanya aku ingin mengutuk diri sendiri. Kenapa hanya membawa kesialan untuk Tiara. Padahal dia bilang akan mencabut gugatannya di pengadilan"
"apa...? Jadi mbak Tiara mau nyabut gugatannya dari pengadilan dan mau rujuk lagi sama mas gitu?" ucap Adi kaget
__ADS_1
"iya Di, terakhir kali kata yang dia ucapkan seperti itu. Aku sangat senang dengan ucapan itu, akhirnya aku bisa memperbaiki rumah tangga ku lagi. Tapi apa? sepertinya tuhan tak mengizinkan aku untuk bersatu dengan Tiara lagi"
"mas jangan gitu dong, mbak Tiara pasti sembuh kok mas. Mbak Tiara itu kan kuat, nggak mungkin dia kalah dari penyakitnya sekarang"
"yaah, walau pun dia selamat Di. Aku yang akan meninggalkan dia" ucap Zean tiba-tiba
"kok gitu mas? bukannya mas cinta banget sama mbak Tiara dan berharap bisa rujuk lagi?" tanya Adi heran
"iya karena aku terlalu malu untuk menghadapi Tiara dengan kondisi ku seperti sekarang. Aku hanya akan membuat dia kesusahan, dan seumur hidupnya dia akan malu jika memiliki suami seperti ku"
"mas jangan pesimis gitu dong, mas harus yakin mbak Tiara nggak mungkin berfikir seperti itu. Aku yakin mbak Tiara akan terima mas apa adanya"
"ya mungkin dia akan terima, tapi aku tidak bisa terima ketulusannya Di. Terlalu berat bagi ku yang sudah menyakitinya sangat dalam"
__ADS_1
Adi hanya terdiam mendengar ucapan masnya yang seperti itu. Ia merasa sangat kasihan melihat keadaan rumah tangga mas dan mbaknya yang seperti ini. Bahkan yang terparah sekarang Tiara di ambang antara kehidupan dan kematian. Adi pun kepikiran soal keadaan Tiara yang semakin hari semakin melemah, Ia sangat ingin membantu kesembuhan Tiara.