
Aku masuk ke apartemen ku dengan menenteng kotak yang berisikan kue. Antara senang dan malu yang ku rasakan saat ini. Setiba di rumah, aku membuka kotak-kota itu dan memindahkan kue-kue itu ke piring agar lebih mudah di simpan di kulkas. Tapi bukan aku namanya jika tidak tergoda dengan cemilan manis ini, coklat yang meleleh di mulut ku membuat aku tak dapat berhenti menikmatinya. Hingga aku baru sadar kalau sudah satu kotak habis oleh ku sendiri. Aku membersihkannya dan menyimpan sisanya ke kulkas, kalau-kalau nanti Arnold datang dan meminta jatah kuenya. Aku pun ke kamar dan mengganti pakaian ku, setelah itu aku duduk di depan Tv untuk bersantai dan menyaksikan film apa yang ada di Tv saat ini. Saat sedang menikmati waktu santai ku, ponsel ku berbunyi dan itu adalah panggilan dari nomor yang tidak aku kenal. Aku pun mengangkat telepon itu, siap tau ada hal yang penting.
"Hallo, dengan Tiara di sini." ucap ku.
"Hy Raa, ini aku. Andre." ucap Andre di balik telepon.
"Hy Ndre, kok kamu ganti nomor? Aku sempat gak mau angkat telepon mu loh tadi." ucap ku.
"Iya kan aku lagi di sini, jadi yang lama cuma bisa di lama di Indonesia aja." ucap Andre.
"Owh iya aku lupa kalau kamu sekarang di Paris." ucap ku.
"Kamu lagi ngapain?" tanya Andre.
"Hmm enggak ada sih, aku lagi santai aja. Kamu ke sini berapa lama?" tanya ku.
"Aku di sini belum tau berapa lama Raa, aku dan Richard berencana membuka bisnis baru di sini. Jadi kami masih harus lihat kondisi saat ini dulu." ucap Andre menjelaskan.
"Owh, terus kenapa kamu gak bilang kalau kamu mau ke sini? Kalau kemarin gak ketemu, kamu pasti gak bakalan bilang kan?" tanya ku kesal.
"Aku kesini memang ada tujuan kerjaan Raa, dan aku juga takut ganggu jadwal pekerjaan mu." ucap Andre beralasan.
"Tapi aku benar-benar kesal loh kamu gak kasih tau aku gini." ucap ku.
"Iya, aku tau. Aku minta maaf ok, gimana kalau kita keluar sekalian makan malam?" ajak Andre.
"Boleh, tapi kamu yang bayarin yaa..." ucap ku sambil tertawa.
"Baiklah, sebagai permohonan maaf ku. Kamu kirim alamatnya biar aku jemput" ucap Andre.
"Gak usah, aku biar naik taksi aja. Kamu kasih tau aku aja restorannya di mana."
"Baiklah, alamatnya aku kirim di chat."
"Ok, ketemu 30 menit lagi di sana ya." ucap ku sambil mematikan ponsel ku.
Aku pergi ke kamar dan mengganti pakaian ku, saat sedang merapikan bedak ku ada ketukan dari pintu luar. Aku pun keluar dari kamar dan membuka pintu ternyata itu Arnold.
"Kamu mau kemana?" tanya Arnold melihat ku sudah rapi.
"Aku mau pergi makan malam sama Andre, kamu baru pulang? Ayo masuk." ajak ku.
"Kamu mau makan malam di mana? Aku baru sampai dan mampir ke sini. Mau memastikan kue-kue itu sudah kamu simpan dengan benar." ucap Arnold memeriksa kulkas ku.
"Kamu kira aku se bodoh itu, membiarkan kue-kue itu di dalam kotaknya." ucap ku.
"Ayo aku juga ikut makan malam bersama kalian." ucap Arnold menawarkan diri.
"Kamu beneran mau ikut?" tanya ku serius.
__ADS_1
"Memangnya kalian berkencan?" Tanya Arnold balik.
"Ya enggak lah, dia itu cuma teman aku aja gak lebih." ucap ku sambil memasukan ponsel ku ke dalam tas.
"Ya berarti gak ada masalah kan kalau aku ikut bersama kalian. Lagian aku ke sini juga mau ajak kamu makan malam." ucap Arnold.
"Hmm ok kalau begitu, kamu gak ganti baju dulu?" tanya ku.
"Enggak usah, begini saja sudah banyak wanita yang mengejar ku." ucap Arnold Pd.
Aku hanya tertawa mendengar ucapan Arnold yang terlalu percaya diri. Tapi memang benar ku akui dia memang sangat tampan. Kami pergi menuju restoran yg sudah di beri tau Andre alamatnya. Ternyata restoran itu tidak terlalu jauh dari apartemen ku. Setelah sampai kami pun masuk bersamaan, dan ternyata Andre sudah menunggu di sana. Andre sedikit terkejut melihat ku datang bersama Arnold.
"Hy Ndre, kamu sudah lama sampai di sini?" tanya ku sambil duduk di depan Andre.
"Owh enggak, aku baru saja sampai. Ini....?" tanya Andre sambil menunjuk Arnold.
"Owh dia...." acap ku terputus.
"Aku Arnold, aku ikut bergabung bersama kalian boleh kan?" tanya Arnold tiba-tiba.
"Owh silahkan, teman Tiara berarti teman ku juga kan." ucap Andre ingin beranjak duduk di sebelah Tiara namun keduluan oleh Arnold.
Andre yang melihat Arnold sudah duduk di sebelah Tiara merapikan tempat duduknya kembali. Ia pun memanggil pelayan dan memesan makanan.
"Kamu mau pesan apa?" tanya Arnold ke Tiara.
"Entahlah aku bingung, menurut mu mana yang enak?" tanya Tiara.
"Kamu jangan makan pedas Raa, lambung mu nanti kumat." ucap Andre mengingatkan.
"Tidak apa, di sini pedas merica jadi membuat tubuh mu sedikit hangat." usul Arnold.
"Owh kalau begitu ok. Gak apa-apa Ndre, lagian aku sudah lama tidak makan-makanan yang sedikit pedas." ucap ku memastikan.
Melihat Tiara dan Arnold berdiskusi tentang menu apa yang akan di makan Andre terbakar api cemburu dan membuatnya tak nyaman. Nampak jelas di matanya kalau laki-laki itu sengaja membuatnya iri. Atau jangan-jangan Tiara dan Arnold menjalin suatu hubungan? Entahlah, Andre hanya fokus melihat menu yang ada. Mereka pun menghabiskan makan malam bersama dan menikmatinya. Selesai makan Tiara izin ke toilet sebentar dan Arnold tetap menunggunya di meja bersama Andre.
"Apa hubungan mu dengan Tiara?" tanya Andre tiba-tiba saat Tiara sudah pergi.
"Apakah pantas kamu menanyakan hubungan seseorang yang baru saja kau kenal?" tanya Arnold balik.
"Jangan berani-berani untuk mendekati Tiara, kau bahkan belum tau apa-apa soal Tiara." acam Andre.
"Aku tau semuanya, dan apa masalah mu jika aku mendekatinya?" tanya Arnold santai.
"Kamu saja baru bertemu dengannya, bagaimana mungkin kamu tau semua tentang dia? Masalah buat ku karena hanya aku yang dapat mengerti Tiara seutuhnya." ucap Andre yakin.
"Kalau aku bilang Tiara sendiri yang memberi tau ku, apa kamu akan percaya? Jangan terlalu menggenggam sesuatu yang bukanlah milik mu." ucap Arnold.
Andre terkejut mendengar ucapan Arnold, entah apa maksudnya tapi perkataan itu sangat membekas di hatinya. Tak lama kemudian Tiara datang dan duduk lagi di sebelah Arnold. Andre memberika beberapa bingkisan ke Tiara.
__ADS_1
"Ini untuk mu..." ucap Andre.
"Apa ini...? Waahhh.... kamu bawa ini semua dari Indonesia?" tanya ku sambil melihat isi bingkisan yang merupakan makanan kesukaan ku.
"Iya... Kamu suka kan?" tanya Andre.
"Suka dong, kamu itu memang bets banget sih Ndre. Makasih ya." ucap Tiara senang.
"Mari pulang, ini sudah malam. Dan sebentar lagi akan turun salju." ajak Arnold berdiri.
"Tiara biar aku yang antar pulang, kamu duluan saja." ucap Andre.
"Tapi kalau kamu yang mengantar dia, bagaimana aku bisa masuk ke dalam rumah ku?" tanya Arnold.
"Emangnya kenapa sama rumah mu?" tanya Tiara kaget.
"Kunci apartemen ku jelas-jelas di meja makan mu tadi, bagaimana aku bisa masuk? Apa aku harus menunggu kalian selesai berkencan?" tanya Arnold tiba-tiba.
"Apaan sih, aku kan sudah bilang berkali-kali kalau aku sama Andre itu cuma teman dan gak ada hubungan apa-apa. Ya sudah ayo kita pulang, sorry ya Ndre." ucap Tiara sambil pergi dengan wajah cemberut.
"Aku harap kau mendengar ucapannya barusan." ucap Arnold sambil meninggalkan Andre sendiri.
Andre sangat merasa kesal dengan perlakuan Arnold kepadanya. Dia menjadi rintangan setelah Zean untuk mendapatkan Tiara.
Nb : Assalamualaikum,
Terima kasih buat teman-teman yang selalu setia membaca novel perjuangan cinta istri.
*بسم الله الرحمن الرحيم*
*السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*
*Kami sekeluarga manghaturkan :*
*Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H.*
*Taqobbalallahu minna wa minkum .*
*Barakallahu Fiikum.*
*Mohon maaf lahir n bathin.*
*Teriring do’a Semoga Allah menerima amal kita,*
*dan Semoga Allah berkenan mempertemukan kita dengan Bulan-bulan Ramadhan yang akan datang.*
*( Saya& keluarga)*
*آمِيّنْ آمِيّنْ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْن*
__ADS_1
*وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ*