
Zean merangkak menuju ke arah Tiara tergeletak, dia mencoba sekuat tenaga untuk menggapai tempat Tiara secepatnya. Kakinya tak merasakan apa-apa. Ia hanya berfikir ingin mendekatkan dan melihat langsung keadaan Tiara. Setelah sekian lama berusaha ia pun dapat menggapai tubuh Tiara yang tergeletak lemah.
"Raa,,, bangun Raa. Ini aku sayang, ayo bangun" ucap Zean sambil mengguncang-guncang tubuh Tiara
"...Raa kamu bilang sama aku kamu baik-baik saja kan sayang. Raa, tunggu sebentar ya orang-orang sedang berusaha memanggil polisi dan ambulans. Kamu harus kuat ya" ucap Zean cemas melihat tak ada tanda-tanda kehidupan di tubuh istrinya itu
Ia pun memeluk tubuh Tiara sekuat tenaga, tanpa memikirkan kondisi keadaanya sekarang. Ia sama sekali tak ingin memalingkan pandangan dari wajah Tiara.
"tolooong... tolooong kami" teriak Zean
Dalam sekejap mereka berdua sudah di tengah kerumunan orang. Dan tiba-tiba ada seseorang mendekati mereka berdua.
__ADS_1
"mas sabar ya, sebentar lagi pertolongan akan datang" ucap laki-laki paruh baya
"tolong pak, jangan tunggu ambulans lagi. Tolong langsung bawa istri saya ke rumah sakit terdekat pak" ucap Zean memohon
"sabar mas, itu ambulans nya sudah dekat. Mas jangan banyak gerak, itu kakinya berdarah semua" ucap laki-laki tersebut
"saya nggak peduli pak, tolong selamatkan istri saya dulu" ucap Zean melemah
"kamu harus kuat Raa, aku ingin kita memulai semua dari awal lagi" ucap Zean yang perlahan menutup matanya karena pingsan
Mobil ambulans membunyikan sirine yang menandakan keadaan gawat darurat. Sontak saja semua orang yang berdiri berkerumun di tempat kejadian menyingkir secara serentak. Mobil pun melaju dengan sangat kencang, seakan-akan nyawa seseorang sedang di pertaruhkan di dalamnya.
__ADS_1
Dita tiba di rumahnya, ia pun menghidupkan Tv untuk menghilangkan kesunyian di dalam rumah. Setelah meletakan tasnya di atas meja, ia pun mengambil minum di dapur dan kembali ke ruang keluarga di mana Tv nya masih menyala. Ia pun membuka leptopnya untuk memeriksa pekerjaannya tadi di kantor. Saat asik Dita mengetik leptopnya, ada berita siaran langsung di Tv. Dita tidak menggubris berita tersebut, matanya masih melihat ke layar leptopnya. Tapi saat ia berdiri akan mengambil minum lagi, nampaklah di layar Tv nya sosok orang yang sangat ia kenal. Ia pun mengamati berita tersebut sampai habis, seketika badannya melemah saat mengetahui kalau berita kecelakaan tersebut adalah berita tentang kecelakaan sahabatnya yang baru siang tadi menghubunginya. Ia pun meraih ponselnya dan menekan nomor ayah, untuk memberi tahu keadaan Tiara saat ini.
"assalamualaikum yah, ini Dita" ucap Dita sambil menangis
"waalaikumsalam nduk, loh kok nangis? ada apa?" tanya ayah Tiara
"ayah berangkat ke kota sekarang ya, Dita tengok berita Tiara dan Zean kecelakaan. Ini Dita mau ke rumah sakit untuk memastikannya" ucap Dita yang terisak-isak
"astaghfirullah Tiara, ya sudah nduk. Ayah berangkat ke sana sekarang" ucap ayah panik
Dita pun pergi menuju rumah saki tempat Tiara dan Zean di rawat. Ia sangat berharap jika apa yang di lihatnya hanyalah kecelakaan ringan dan tak membahayakan Tiara sama sekali.
__ADS_1