
Zean terdiam mendengar semua yang di katakan Tiara. Dia benar-benar tak menyangka, kalau Tiara sekarang benar-benar mengharapkan perceraian mereka. Dan entah kenapa ia masih tidak bisa terima akan perceraian yang akan mereka laku kan.
Pagi ini aku belum ada rencana untuk mengisi waktu luang ku. Aku sedang membuat pancake ku sendiri. Anggi melihatku membuat sarapan sendiri.
"Mbak Tiara bikin apa?" Tanya Anggi
"Hmm, aku buat pancake mbak. Mbak Anggi mau?" Ucap ku
"He he he, saya nggak tau makanan apa itu mbak" ucap Anggi
"Ya udah aku buatin juga ya. Nanti biar kita makan bareng"
"Nggak usah mbak, saya udah sarapan. Lagian masak majikan yang buatin sarapan"
"Nggak apa-apa mbak, Mbak Anggi kan udah banyak bantu aku selama ini"
Aku selesai membuat pancake, dan membawanya ke meja makan. Aku pun mengambil susu coklat dan menuangnya ke gelas. Aku menyuruh Anggi untuk makan bersama, tapi dia menolaknya.
"Mbak Anggi, punya mbak Anggi aku letak di lemari dapur ya. Nanti jangan lupa ya" ucap ku
Aggi cuma mengangguk mengiyakan perkataan ku. Saat akan makan tiba-tiba Zean datang. Sepertinya dia baru bangun tidur.
"Kamu buat apa?" Tanya Zean
__ADS_1
"Aku buat pancake, kamu mau?"tanya ku
"Iya boleh. Aku cuci muka dulu ya"
Aku menyiapkan pancake untuk Zean dan secangkir kopi. Aku tak ingin merusak suasana hati ku hari ini karena masalah semalam. Zean kembali dari kamar mandi, dan duduk di hadapan ku. Dia mulai memotong pancakenya dan melahap nya. Aku pun memotong pancake ku. Tiba-tiba Zean menyodorkan potongan pancakenya ke arah ku, dia mau menyuapi ku. Aku memakan suapannya itu dan ia pun tersenyum.
"Gimana, enak kan pancakenya?" Ucap Zean
"Ya enak lah, orang aku yang bikin kok" ucap ku
"Bukan itu, beda dong rasanya"
"Apa bedanya? Yang kamu makan itu, sama yang aku makan kan sama. Orang yang masaknya pun sama" oceh ku
Aku pun tertawa mendengar ucapan Zean yang aneh, namun sedikit membuat hati ini bergetar.
"Kamu ada rencana hari ini?" Tanya Zean
"Belum ada, mungkin aku bakalan di rumah aja seharian ini" ucap ku
"Gimana kalau kita keluar?" Ajak Zean
"Mau kemana? Emang kamu nggak ada janji hari ini?" Tanya ku
__ADS_1
"Aku mau ajak kamu ke suatu tempat. Habis makan ini, kita ganti baju terus pergi ok" ucap Zean
Aku hanya mengangguk mengiyakan ucapannya. Tumben sekali ia mengajak ku pergi keluar, bukankah seharusnya ia pergi dengan selingkuhannya itu. Karena tak seperti biasanya ia melakukan hal seperti ini semenjak ia berselingkuh di belakang ku.
Kami sudah bersiap-siap akan pergi dan tiba-tiba Zean meminta handphone ku.
"Sini ponsel mu mana?" Tanya Zean
"Kenapa nanyain Hp ku? Buat apaan?" Tanya ku balik sambil memberikan ponsel ku kepadanya
Zean mematikan handphone ku dan kepunyaannya. Membuat ku semakin bingung dengan apa yang ia lakukan.
"Kenapa di matiin? Nanti kalau ada yang penting gimana?" Tanya ku
"Ini hari Minggu, nggak akan ada yang penting. Aku mau kita pergi tanpa ada gangguan" ucap Zean
Kami pun pergi meninggalkan rumah. Sangat aneh ku lihat sikap Zean hari ini. Sama sekali tak seperti biasanya, bahkan ia pun tak mengatakan kemana kami akan pergi. Yang aku bingung kan kenapa harus sampai mematikan ponsel. Setelah setengah jam perjalanan baru lah aku tau dia mengajak ku ke mana.
"Kita mau nonton?" Tanya ku
"Iya, aku mau ajak kamu nonton terlebih dahulu. Kamu tunggu di sini, aku beli tiket, makanan sama minumannya ya" ucap Zean
Aku pun menunggunya di bangku yang sudah di sediakan dan menunggu Zean di sana. Tak lama kemudian Zean kembali dengan membawa semua yang di bilangnya tadi, kami pergi memasuki area bioskop dan menonton film bersama. Dulu kami juga sering menghabiskan Minggu kami dengan pergi nonton berdua. Sangat menyenangkan bila mengingat semua itu. Setelah ada wanita lain itu, kami sama sekali tak pernah menginjakkan kaki ke bioskopnya. Dan entah mengapa, tiba-tiba hari ini Zean membawa ku kemari lagi
__ADS_1