
Kami memasuki ruang persidangan, dan wanita yang tadi mendatangiku menghampiri ku lagi.
"bu Tiara, pak Zean nggak datang ke persidangan ini?" tanya wanita itu
"sepertinya tidak. Aku akan coba menghubunginya" ucap ku
"baiklah kalau begitu, masih ada 10 menit lagi ya bu" ucap wanita itu
Aku mencoba menghubungi Zean, namun tak ada jawaban dari ponselnya. Berkali-kali aku mencoba menghubunginya, tapi tetap tak ada jawaban. Aku pun mencoba mengiriminya pesan.
"kamu di mana? kamu nggak datang ke persidangan hari ini?" tulis ku
Namun sampai hakim tiba, Zean sama sekali tak menunjukkan tanda-tanda kehadirannya. Bahkan pesan dari ku pun tak ada respon. Hakim memulai sidang, kami semua mendengarkan perkataan hakim.
Zean membuka matanya, ia melihat jam dari handphonenya. Sudah jam 8.45 Wib, ia sangat tak ingin bangkit dari tempat tidurnya. Ia sangat malas untuk menjalankan rutinitas hari ini. Ia sangat ingat hari ini adalah hari persidangan nya. Ia pun bangkit dari tempat tidur dan pergi mandi. Setelah rapi, ia pun turun ke bawah.
"Anggi, buatkan aku kopi" ucap Zean
"iya mas Zean. Mau roti sekalian mas?" tanya Anggi
"boleh" ucap Zean singkat
__ADS_1
Ia menghabiskan makanannya dan pergi meninggalkan Anggi. Ia sudah berencana tak datang ke persidangan nya hari ini, ia pun mematikan ponselnya. Karena ia yakin kalau Tiara pasti akan menghubunginya. Ia memutuskan untuk menemui Richard.
"sorry lama nunggu ya" ucap Richard
"owh, nggak. Ayo duduk" ajak Zean
"ada keperluan apa kamu tiba-tiba mengajak ku bertemu?" tanya Richard
"aku hanya ingin bertukar pikiran. Karena aku tidak memiliki banyak teman" ucap Zean
"tapi kita kan belum terlalu dekat, kita baru dua kali bertemu"
"baiklah, bagaimana aku bisa membantu mu?"
"kemarin aku menemui Melati, dan ternyata apa yang kamu katakan itu benar. Saat aku minta dia untuk menikah dengan ku dia seakan-akan mengulur waktu"
"iya, karena dia ingin memasang banyak umpan. Jadi ia mengharapkan dapat umpan yang baik"
"betul, ia menghindari ku agar bisa dapat kepastian dari mu. Aku sangat tak menyangka akan perbuatannya seperti itu"
"jadi, apa rencana mu selanjutnya?"
__ADS_1
"aku sudah memutuskan untuk meninggalkannya. Dan memperbaiki semua kesalahan ku selama ini. Tapi aku rasa Tiara tak akan mau kembali kepada ku"
"kamu tak akan tau jika belum mencobanya"
"aku sudah mencoba untuk memintanya kembali, tapi sepertinya ia sudah sangat sakit hati Kepada ku"
"mungkin usaha mu kurang maksimal. Karena wanita sangat menghargai perjuangan seseorang"
"apa yang harus aku lakukan. Kalau bicara saja sudah tak di anggap"
"memang sangat susah bagi Tiara untuk mengembalikan rasa percayanya kepada mu lagi. Terlebih kalian sudah terang-terangan melakukannya di depan Tiara. Memang akan susah bagi mu untuk membujuknya lagi"
"itu lah, Sangat egois aku kalau memintanya kembali setelah aku tau kalau aku yang di campakkan"
"yahhh, mungkin kamu harus bicara terus terang ke Tiara dan orang tuanya. Terlebih ke orang tuanya, bisa jadi mereka bisa membujuk Tiara lagi. Walau pun kemungkinannya kecil, apa salahnya mencoba"
"jangankan untuk berbicara dengan ayahnya Tiara, menemuinya saja aku sangat segan. Setelah semua ini ku lakukan kepada anaknya pastilah ia sangat membenci ku"
"kau harus terima jika itu terjadi. Karena semua ini memang kesalahan mu"
Zean pun memikirka ucapan dari Richard, mungkin apa yang di ucapkan Richard ada benarnya juga.
__ADS_1