
Melati mendatangi rumah Zean. Setiba di rumah itu, ia mengetuk pintu namun tak ada jawaban dari dalam. Ia pun mencoba menghubungi ponsel Zean, tetapi tak di angkat. Melati mencoba mengecek melalui jendela rumah, sepi tak tampak seorang pun di dalam. Saat menuju garasi mobil ternyata ada mobil Zean di dalamnya.
"Aneh, mobilnya ada. Tapi kok nggak nampak ada siapa-siapa di rumah ini" fikir Melati
Ia pun mencoba mengetuk pintu sekali lagi, karena tak juga ada jawaban ia mencoba membuka sendiri pintu rumah tersebut..
"Cklek..." pintu rumah pun terbuka.
"Kok nggak di kunci? Berarti ada orang di dalam" gumam melati
"Hallo... Zean.... Kamu di rumah? Ini aku Melati" ucap Melati setengah berteriak
Namun tak kunjung ada jawaban dari dalam rumah. Rumah itu benar-benar sunyi, ia pun memberanikan diri untuk masuk.
"Zean aku masuk ya..." teriaknya lagi
__ADS_1
Melati pun masuk ke dalam rumah dan mencari-cari apakah ada orang di dalam rumah. Tanpa ragu ia naik ke lantai atas menuju kamar Zean dan Tiara dulu. Sebenarnya dia sama sekali tak tau kamar Zean, ia hanya menebak saja. Saat menyusuri lantai dua rumah itu, ada sebuah kamar yang pintunya sedikit terbuka. Melati pun mencoba mengintip melalui celah pintu tersebut. Tercium aroma alkohol yang sangat kuat dari dalam kamar, setelah Melati membuka pintu kamar itu lebar, ia nampak Zean tertidur karena sudah mabuk berat di kamar
"Oh my... Kamu mabuk berat sampai segitunya" ucap Melati
"Zean...Zean ayo bangun" ucap Melati membangunkan Zean
Namun nihil, Zean yang masih dalam pengaruh alkohol tertidur lelap. Melati mencoba membereskan kamar yang penuh dengan botol minuman keras, ia menggantikan pakaian Zean dan membuatkan minuman pereda mabuk untuk Zean.
"Yaa aku tau kau jadi terguncang dengan perceraian mu, tapi haruskah kamu menghancurkan dirimu seperti ini? Aku gak nyangka ya Zean, kamu terpukul sampai seperti ini saat pisah dengan istri mu itu. Padahal dulu, saat pisah dengan ku kamu bisa menghadapinya. Sebagus itukah istri mu itu? Sampai-sampai semua orang sangat memuja nya" ucap Melati di depan Zean yang sudah tertidur.
Pak Sugeng datang ke rumah Dita, aku meminta pak Sugeng datang karena ayah minta pulang duluan ke desa. Padahal aku masih ingin membawa ayah untuk bersenang-senang di kota.
"Ayah yakin mau pulang sekarang? Kan baru beberapa hari di sini" ucap ku ke ayah
"Iya nduk, aku nggak betah di sini. Badan ku sakit semua ini lo" ucap ayah sambil menunjuk pundaknya
__ADS_1
"Kok bisa? Kan nggak ngapa-ngapain" ucap ku cemas
"Ya bisa lah nduk, aku biasa pagi-pagi udah ke kebun. Lha di sini cuma duduk, makan, tidur... Yo aku bingung, nggak ngapa-ngapain jadi stres aku" oceh ayah
"Hmm,,,, ayah nih aneh-aneh aja. Ya udah kalau gitu, ayah jaga kesehatan. Jangan terlalu capek, inget umur" ucap ku bercanda sambil tersenyum
"Iya, kamu juga ya nduk. Makan teratur, jangan banyak-banyak pikiran. Serahkan semuanya sama gusti Allah" nasihat ayah
"Iya yah, makasih ya yah udah nasehatin Tiara juga nemanin Tiara sidang" ucap ku sambil memeluk ayah
Ayah membalas pelukanku dan menepuk-nepuk pundak ku. Ayah pun masuk ke dalam mobil dan aku melambaikan tangan ke arahnya.
"Kami pamit dulu ya mbak Tiara" ucap pak Sugeng
"Iya pak, hati-hati ya. Jangan ngebut, ada apa-apa langsung telpon Raa ya pak" ucap ku
__ADS_1
Pak sugeng pun mengangguk mendengar ucapan ku. Tak lama kemudian mobil ayah pun berlalu meninggalkan rumah Dita. Terasa sepi di hati ku setelah kepulangan ayah. Setidaknya jika ayah di dekat ku, aku ada teman untuk ngobrol atau pun mendengar ocehannya. Ahh baru sebentar aku sudah rindu ayah ku...