
Setelah selesai, kami pun memutuskan untuk pulang. Sudah seharian ini aku di temani oleh Andre, dan hampir semua fikiran kusut ku menghilang.
"Kamu mau langsung pulang Raa?" tanya Andre
"Owh iya, lagi kamu juga harus istirahat. Seharian ini kamu nemanin aku jalan kelilingin mall"
"Biasa aja sih, lagi kan dah lama juga kita nggak jalan bareng. Hitung-hitung mengenang masa lalu"
"He he he iya sihh, tapi kalau dulu kita jalan pulang sekolah dekil kena debu ya kan"
Kami pun tertawa bersama mengingat masa-masa sekolah dulu. Tiba-tiba langkah ku terhenti melihat pemandangan yang ada di depan ku. Aku kaget bukan main, melihat Zean dan Melati bergandengan dan berdiri tepat di depan ku dan Andre. Pandangan kami pun tertuju satu sama lain.
"Owh kebetulan banget ya ketemu disini, sepertinya kalian baru selesai belanja" sapa Melati
Aku hanya diam dan menghiraukan omongan Melati.
"....Jadi kamu udah move on ya Raa? Kalau kamu udah bisa jalan sama laki-laki lain, jadi kapan kamu mau pisah dari Zean?" tanya Melati lagi
"Kamu ada hubungan apa sama dia?" tanya Zean
"Aku nggak ada hubungan apa-apa sama Andre, kami cuma teman dari kecil" jelas ku
"Teman? Kamu pikir aku ini buta? Kemarin malam dia beliin kamu cake, dan sekarang aku lihat kalian jalan berdua. Apa seperti itu yang di bilang cuma teman?" ucap Zean marah
__ADS_1
"...aku kira kamu bilang maaf dan mau memperbaiki semuanya itu tulus, nggak taunya kamu mau balas dendam sama aku iya? Atau jangan-jangan selama ini kamu yang selingkuhin aku?" lanjut Zean sambil menarik tangan ku.
Aku hanya terdiam mendengar ucapan Zean, sakit rasanya di fitnah dengan kata-katanya yang keluar begitu saja.
"Aku nggak pernah ngeduain kamu, apa lagi bohongin kamu" ucap ku lirih
"Jadi ini apa? Jelas-jelas aku lihat dengan mata kepala ku kalian jalan berdua" bentak Zean membuat semua orang melihat kami.
Air mata ku tak terbendungkan lagi, tidak pernah Zean membentak ku seperti ini. Terlagi ini di depan orang banyak.
"Kamu jangan memutar balikan fakta, kamu sendiri yang selingkuh malah nuduh orang. Banci banget jadi laki" ucap Andre tiba-tiba
"Kalian berdua memang cocok, sama-sama munafik. Kalian meneriaki aku selingkuh, sedangkan kalian jalan berdua. Jadi apa namanya?"
Tiba-tiba ada suara wanita dari belakang kami yang membuat ku terkejut. Dan ternyata itu suara Dita.
".... Sorry ya Raa, aku kelamaan di toilet. Jadi siapa tadi yang bilang kalian jalan berduaan?" tanya Dita
Aku cuma bisa terdiam menahan tangis ku, syukurlah Tuhan masih berbaik hati menolongku dengan mendatangkan Dita.
"Hey laki-laki lemah yang cuma numpang hidup dengan wanita, kamu benar-benar nggak tau malu ya. Teriak-teriak bilangin orang selingkuh. Gak sadar diri ya?" ucap Dita lagi
"Dan kamu wanita nggak tau diri, jangan bangga kalau suami orang ini ngebelain kamu. Dan kalian memang cocok satu sama lain, wanita murahan dan laki-laki gak tau diri" tambah Dita
__ADS_1
"Hey yang murahan itu teman kamu, jelas-jelas Zean dulu itu punya aku, ngapain dia nikah sama Zean" teriak Melati
"Hey sinting, status mu itu dulu cuma pacar, sedangkan teman ku udah sah menjadi Istrinya. Jadi yang nggak tau malu itu siapa?"
"Owh ya, terserah kalian mau bilang apa. Sebentar lagi Zean bakalan cerain dia" ucap Melati bangga
"Menurut ku bagus Zean ceraiin Tiara, dia juga bukan cowok yang kaya raya dan memiliki segalanya, apa yang mau di banggakan dari dia? Dia hanya seorang kontraktor di perusahaan. Lagian memang nggak sebanding dengan Tiara"
Aku pun menarik tangan Dita dan mengajaknya pergi meninggalkan mereka. Aku tak mau orang-orang semakin ramai melihat pertengkaran rumah tangga ku ini. Hati ku sangat hancur mendengar Zean akan menceraikan aku.
Aku memutuskan untuk pulang dengan Dita, aku nggak mau Andre menjadi gunjingan orang-orang tentang isu kami tadi. Aku takut pertengkaran kami mempengaruhi reputasinya. Jadi aku memintanya pulang duluan.
"Makasih ya Taa, kamu udah dateng dan nyelamatin aku" ucap ku sambil menyeka air mata
"Aku tadi dateng ke mall emang sengaja mau ketemu kamu Raa, karena aku yakin kamu belum pulang jadi aku susul kamu. Pas lagi cari-cari kamu, aku liat kerumunan orang. Dan ternyata itu kamu"
"Kalau kamu nggak ada mungkin aku bakalan mati ke pergok Zean tadi. Aku pasti nggak bisa gimana buat jelasin ke dia"
"Dia itu sengaja ngomong gitu biar kamu yang di salahin Raa, udah lah Raa nggak usah di harapin lagi lah. Kamu bisa dapat yang lebih baik kok"
"Nggak semudah itu Taa, sulit buat aku ngubur semua kenangan kami" ucap ku sambil menangis tersedu-sedu.
"Yaahhhh.... Aku nggak mau Raa liat kamu selalu di sakitin begini. Kamu mau bertahan sampai kapan? Kamu berhak bahagia Raa" nasihat Dita
__ADS_1
Dita menepikan mobilnya ke pinggir jalan, tangis ku semakin deras. Bahkan tak tertahankan lagi, aku menangis sekuat-kuatnya di dalam mobil Dita. Sesak, sangat sesak ku rasakan di dada ku saat ini. Entah bagai mana caranya aku menyelesaikan semua masalah ini.