
Setelah nonton Zean mengajak ku makan siang di tempat biasa kami makan.
"Zean, kamu hari ini kenapa sih?" Tanya ku
"Kenapa maksudnya?" Tanya Zean balik
"Iya, kamu ajak aku nonton terus sekarang makan di sini" aku coba menjelaskan
""Hmm, emang harus ada alasan ya untuk ngajak kamu nonton dan makan?" Tanya Zean lagi
"Nggak sih, tapi aneh aja. Tiba-tiba kamu ngajak aku nonton dan makan gini, setelah sekian lama ini kamu sibuk sama wanita lain" ucap ku
"Aku nggak mau bahas orang lain. Hari ini aku mau bawa kamu happy" elak Zean
Aku hanya diam mendengar ucapan Zean. Karena sampai saat ini pun aku masih bingung akan sikap dia hari ini.
"Ayo makannya di habis kan, setelah ini aku juga bakalan bawa kamu ke suatu tempat lagi" ucap Zean lagi
Kami pun menghabiskan makanan dan pergi meninggalkan restauran. Kami pergi dari mall dan menuju ke suatu tempat yang aku belum tau kemana tujuannya. Dan ternyata Zean membawa ku ke taman bermain.
"Kita mau ngapain ke sini?" Tanya ku serius
"Aku mau ajak kamu ke sini. Dulu kamu selalu minta aku buat di bawa ke sini. Tapi aku belum sempat dan hari ini baru bisa" ucap Zean
"Hmm, iya itu kan dulu. Sekarang kita mau ngapain ke sini?"
__ADS_1
"Ya kita akan bersenang-senang di sini hari ini. Ayo turun" ajak Zean
Kami pun turun, aku sangat tak menyangka bila Zean akan membawa ku ke sini. Entah mengapa saat ini ia ingin kami kemari, padahal ia sudah dengan Melati. Tiba-tiba Zean menggandeng tangan ku.
"Ayo masuk, aku udah gak sabar buat bermain hari ini" ucapnya bersemangat
"Baiklah, ke mana kita terlebih dahulu?" Tanya ku
"Terserah mu. Kamu yang menentukan semuanya. Aku akan ikuti semua yang kamu mau" ucap Zean
Kami pun menghabiskan waktu bersama seharian ini. Dari dulu aku sangat menginginkan untuk bermain ke sini, namun baru sekarang kesampaian. Sangat menyenangkan melakukan hal seperti ini, sampai waktu tak terasa telah malam. Aku duduk di bangku taman bermain itu, menunggu Zean yang pergi ke toilet.
"Nih buat kamu" ucap Zean sambil menyodorkan ice cream coklat
"Katanya kamu ke toilet. Kok bisa beli ini?" Ucap ku sambil mengambil ice cream
"Iya, ketemu pas waktu jalan mau ke sini. Jadi sekalian aku beli" ucap Zean
"Hmm... Makasih ya, nggak nyangka udah malam ya kan?" Tanya ku
"Iya. Cepat banget ya kan, perasaan baru main sebentar" ucapnya
"Hmm, , , Zean. Aku mau ngomongin hal penting ke kamu" ucap ku serius
"Apa...?"
__ADS_1
"Makasih. Makasih buat hari ini kamu bawa aku jalan-jalan, makasih kamu meluangkan waktu mu untuk aku, makasih udah ngejagain aku selama ini, bantuin aku, terus ngajarin aku banyak hal. Dan mungkin sekarang waktunya buat aku ngelepasin kamu, kamu harus bahagia. Dan aku nggak bakalan egois lagi sama kamu" ucap ku
Tiba-tiba air mata ku mengalir deras di pipi ku, sangat perih melepaskan sesuatu yang telah kita cintai. Namun aku juga ingin ia bahagia dengan pilihannya.
"Maaf, karena aku membuatmu di posisi saat ini" ucap Zean
".... Raa, apa kamu juga ingin berpisah dengan ku?" Tanya Zean
"Kalau pun aku bilang aku tak mau berpisah dengan mu, apa kamu akan mengabulkannya?" Tanya ku balik
"Aku belum mengadukan perceraian kita ke pengadilan Raa. Aku masih belum bisa untuk melepaskan mu" ucap Zean
"Kenapa? Bukankah sudah ada Melati sekarang. Seharusnya mudah bagi mu untuk melepaskan ku"
"Aku menyadari semua ini setelah melihat mu bersama laki-laki lain Raa, aku masih sangat belum bisa untuk melepaskan mu"
"Haruskah kau bertindak se egois itu Zean? Kamu harus memilih di antara kami. Dan aku tak ingin hal-hal seperti ini terjadi lagi. Aku nggak mau kita sama-sama menyesal akan keputusan kita"
"Jadi kamu udah bisa terima untuk sendiri?" Tanya Zean serius
"Mau tak mau aku harus terima kan?" Ucap ku sambil tersenyum yang ku paksakan.
Kami pun pulang, karena sudah satu harian ini kami pergi bermain aku pun merasa sangat mengantuk dan memilih tidur di perjalanan.
Zean berpikir keras akan yang telah dikatakan Tiara, ia tak menyangka bila sekarang Tiara telah mau melepaskannya. Apakah di hati Tiara sekarang tak ada lagi dirinya?
__ADS_1