
Hari cepat berlalu, tak terasa jam sudah menunjukan pukul 11.15 Wib. Zean mengemasi meja kerjanya dan bersiap-siap untuk pulang makan siang. Tiba-tiba handphonenya berbunyi.
"Hy, apa kau merindukan ku?" ucap Zean
"Ya aku harus sering-sering merindukan mu, agar cuma aku seorang yang dapat melakukannya" ucap wanita di seberang telepon yang tak lain adalah Melati
"Baiklah, aku juga merindukan mu" rayu Zean
"Makan siang di mana kita hari ini? Kamu udah keluar kantor?" tanya Melati
"Owh, aku ada meeting di luar sama bos. Jadi nggak bisa makan bareng kamu, nggak pa-pa kan?" Zean berbohong
"Owh ok. Hati-hati ya" tutup Melati
Dita sudah menunggu di depan ruangan Zean, dan mendengar percakapan Zean tadi.
"Memang laki-laki kalau udah bohong sekali, gak bakalan bisa di percaya ya" ucap Dita
__ADS_1
"Apaan sih, kamu udah siap? Ayok" ajak Zean
Mereka pun berangkat menggunakan mobil Zean. Namun tanpa di sadari Zean ternyata Melati melihat mereka pergi dari jauh. Dan Melati berusaha mengikuti Zean dari belakang.
Melati sangat penasaran,kenapa Zean tiba-tiba berbohong kepadanya. Padahal selama ini dia sama sekali nggak pernah seperti itu. Mobil Zean pun berhenti di sebuah rumah yang sangat ia kenal. Tak lama ada seorang wanita membukakan pintu rumah tersebut. Dan alangkah terkejutnya Melati saat mengetahui ternyata itu adalah Tiara. Ia terdiam dan menahan kekesalannya.
Aku mengaduk bumbu gudek yang ku campur ke sayurannya. Makanan kesukaan Andre pun sudah siap. Dita dan Zean pun sudah sampai. Aku membawa gudek ke meja makan, dan nampak mereka menunggu ku untuk makan bersama.
"Nih gudeknya dah siap, ayok makan" ucap ku
"Niat banget ya, sampe-sampe di buatin gudek. Enak nggak nih?" tanya Dita
"Maaf ya Raa, udah nyusahin kamu" ucap Andre
"Nggak lah, kapan lagi coba kamu main terus makan di rumah aku? Bentar lagi kamu mau berangkat ke luar negeri, pasti bakal lama buat ketemu" ujar ku
"What? Andre mau ke luar negeri lagi? Hebat banget ya. Masih muda udah punya jabatan, mau lanjut S2 lagi" puji Dita
__ADS_1
"Biasa aja Taa, kamu juga bisa kok kayak gitu. Semangat" ucap Andre
"Beruntung banget ya kan siapa yang bakalan jadi istri mu nanti. Baik, pintar terus punya jabatan T.O.P banget deh" puji Dita lagi
Kami pun tertawa mendengar ocehan Dita. Zean yang dari tadi hanya diam tak tau harus mengatakan apa terasa sangat asing di antara mereka. Melihat apa yang di katakan Dita tadi, sangat tidak layak buat dia bersaing dengan Andre yang di atas segalanya. Bahkan sepertinya sekarang Tiara sudah bisa mengendalikan hatinya. Zean merasa semakin takut kalau-kalau Tiara benar-benar meninggalkannya
" kamu nggak coba makan ini?" tanya ku mengagetkan Zean
"owh, nggak Bii. Aku kurang suka, tolong ambilin aku supnya" ucap Zean
"kamu harus banyak makan sayuran. Kerjaan kamu kan berat" ucap ku
"masih sering ke lapangan ya Zean?" tanya Andre
"iya, karena proyeknya baru akan di mulai bulan depan. Jadi meski sering keluar, cek bahan dan lokasi" jawab Zean
"udah makan dulu yang banyak nanti kebuang mubazir loh" ucap ku
__ADS_1
Melati yang merasa kecewa di bohongi oleh Zean berkali-kali mencoba meneleponnya, namun nomor Zean tidak aktif. Dia berfikir bagai mana jadinya jika Ia menjemputnya langsung ke rumah itu. Akal sehatnya pun tak lagi berfungsi, emosi dan cemburu meluap-luap mengisi setiap relung hatinya...