Perjuangan Cinta Istri

Perjuangan Cinta Istri
Bag 37


__ADS_3

"Ayo makan, kamu kok nengokin aku?"tanya Andre


"Aku masih heran deh sama kamu Ndre, dan nggak habis fikir" ucap ku


"Emang aku kenapa? Maaf ya, yang tadi itu teman bisnis. Dia emang gitu ngomongnya" jelas Andre sambil menatap ku 


"Ok nggak masalah, tapi kamu nggak ada loh ngomong atau cerita-cerita tentang pekerjaan mu. Dan aku baru tau dari orang itu tadi kalau kamu itu CEO, kamu mau nipu aku ya?"


"Aku udah cerita kok tentang pekerjaan ku sama kamu. Jadi di mana letak aku bohongin kamu?"


"Kamu cuma bilang kamu kerja, liat anak perusahaan di sini. Bukan bilang kalau kamu itu CEO" ucap ku geram


"Owh, iya kan kamu nggak nanya. Lagian jabatan itu kan nggak penting"


"Dari mananya nggak penting coba? Kamu kemaren cerita pergi melanjutkan pendidikan ke luar negeri, terus kamu juga bilang kamu kerja di perusahaan luar negeri. Tapi aku nggak tau sama sekali jabatan mu"


"Hmm apa ada salah dengan jabatan ku Raa?" tanya Andre takut


"Nggak, sama sekali nggak salah. Aku nggak nyangka tau nggak, aku seneng banget. Kamu udah bener-bener sukses ya" ucap ku girang


"Owh, aku kira kamu bakalan gimana dengan status ku Raa"


"Ya bakalan gimana-gimana, hari ini aku mau belanja di bayarin pak CEO. Sini credit card mu" pinta ku


"Ha ha ha, aku langsung kena todong ya" 


"Iya dong, karena sekarang kamu lebih kaya dari aku yang seorang pengangguran he he he"

__ADS_1


"Iya.... Iya ayo habiskan makanan mu" 


Andre menatap ku sambil tersenyum, dan aku pun menikmati makanan hari ini. "Pokoknya hari ini aku mau berbelanja sepuasnya" fikir ku. Aku bersyukur masih ada yang menemaniku hari ini. Dan rasanya masalah ku sedikit terlupakan. Setelah makan, kami bersiap-siap untuk berbelanja, aku mengajak Andre memilih beberapa baju, kosmetik dan sepatu. Ada banyak toko yang kami masuki, dan Andre dengan sabar menemani ku dan membantu ku memilih yang terbaik untuk ku. Terakhir kami memasuki toko jam tangan, karena jam tangan ku yang lama sudah rusak aku berniat untuk membeli yang baru. Andre duduk di sofa yang sudah di sediakan di toko tersebut, dan aku sibuk memilih-milih jam di etalase toko. Tiba-tiba aku melihat sebuah jam cowok yang menurut ku keren.


"Mbak aku lihat yang itu boleh" tanya ku kepada pegawai toko, 


Wanita itu langsung mengambilkan barang yang ku tunjuk, sebuah jam yang simpel namun elegan. Aku mengambil jam itu dan membungkusnya. Setelah aku membeli jam milik ku, aku pun menyapa Andre yang dari tadi memainkan handphonenya.


"Ada masalah ya Ndre di kantor?" tanya ku


"Nggak, aku cuma ngecek laporan yang baru di kirim. Kamu udah selesai beli jamnya?" tanya Andre


"Udah, nih langsung aku pakai. Gimana menurut mu?"


"Bagus, cocok sama kamu. Jadi kita mau kemana lagi?"


"Udah jam empat sore, ya ampun." teriak ku


"Kenapa? Kamu ada janji?" tanya Andre


"Nggak sih, kok cepat banget ya. Perasaan aku baru bentar" 


"Itu karena kamu menikmati shopping mu, jadi waktu pun nggak terasa"


"Maaf ya Ndre, kamu pasti capek. Kalau gitu aku traktir kamu makan ice cream ok"


"Kamu mau traktir aku, atau kamu memang mau makan ice cream" ledek Andre

__ADS_1


"Iya iya, ayok. Nanti aku berubah pikiran loh"


Andre hanya mengangguk dan tersenyum melihat ku, kami pun menuju ke tempat Ice cream di jual. Sesampainya, aku memesan ice cream coklat dengan selai strawberry, sedangkan Andre memesan yang rasa vanila dengan selai caramel.


"Ini punya mu" ucap ku sambil memberikan ice cream kepada Andre


"Terima kasih" 


Aku duduk di hadapan Andre, dan menyantap Ice cream yang kami beli. Aku memakan Ice cream dengan semangat. Tidak hanya anak kecil, orang dewasa pun sangat menikmati Ice cream ini. Aku mengambil bingkisan di antara belanjaan ku tadi.


"Ini credit card kamu, terus Nih buat kamu" ucap ku sambil memberikan bingkisan tersebut ke Andre


"Apa nih? Kapan kamu belinya? Kok aku nggak tau?" tanya Andre penasaran


"Itu ucapan terima kasih karena kamu udah nemanin aku belanja terus bayarin belanjaan ku. Tapi tenang, itu aku beli pakai uang pribadi aku kok" kata ku sambil tersenyum


"Kenapa harus repot-repot beliin hadiah sih Raa, aku nemanin kamu tulus kok"


"Udah, nggak usah cerewet. Buka dong"


Andre pun membuka bingkisan yang ku berikan tadi, sebuah jam tangan.


"Wow, kamu beli ini Raa? Ini bagus banget" ucap Andre girang


"Bagus kan? Kamu suka kan? Aku beliin itu karena.... Makasih banget udah nemanin aku di waktu-waktu aku susah, dan makasih juga buat waktu yang kamu luangin buat aku hari ini" 


"Hmm... Aku yang makasih Raa, lagian aku senang liat kamu happy hari ini"

__ADS_1


Aku pun tersenyum mendengar apa yang di ucapkan Andre, tiba-tiba fikiran ku ke Zean. Mungkin akan terasa lebih menyenangkan jika Zean yang menemaniku hari ini. Dan mungkin akan sangat berkesan jika kami berbaikan lagi.


__ADS_2