
Melati sangat tak percaya dengan apa yang barusan di dengar nya. Ia sangat tak menyangka jika kata-kata itu bisa keluar dari mulut Richard, bahkan entah kapan asal mulanya richard bisa dekat dengan Dita. Karena kegundahan hatinya ia pun memutuskan untuk mengunjungi rumah Richard danbertanya langsung kepada Naya. Melati masih yakin jika Naya akan membantu dia dan Richard kembali lagi. Setiba di rumah Richard ia tak menemui sosok laki-laki itu.
"Tok... Tok... Tok"
Melati mencoba mengetuk pintu rumah tersebut. Tak lama kemudian pintu rumah terbuka dan ternyata yang berdiri di depannya adalah Naya.
"Hy Nay... Apa kabar?" sapa Melati
"Hy baik. Ada keperluan apa?" tanya Naya singkat
"Boleh aku masuk dulu Nay?" ucap Melati
Naya pun mempersilahkan Melati untuk masuk dan duduk di sofa.
"Ada apa kak?..." tanya Naya langsung
"Hmm, aku tadi ketemu sama Richard di toko ice cream tempat biasa kita makan dulu" ucap Melati
"Terus..."
"Kamu tau nggak dia pergi sama siapa?"
__ADS_1
"Hmm... Pergi sama kak Dita mungkin" tebak Naya
"Betul, kok kamu bisa tau Nay?"
"Ya kan mereka memang lagi dekat" ucap Naya santai
"Mereka cuma dekat biasa kan Nay. Nggak ada niatan mau ke serius gitu" ucap Melati penasaran
"Emang kenapa sih kak? Kan wajar dong kalau mereka sama-sama lagian mereka juga kosong kok" ucap Naya ketus
"Iya, tadi aku sempat nya p mereka sih. Tapi Richard bilang kalau Dita itu calon istrinya. Ya aku sih nggak percaya gitu aja, secara ya kan mereka baru kenal ya kan Nay"
"Ya bisa jadi kak Richard emang niat mau nikahin kak Dita, berarti memang kak Richard serius sama hubungan mereka"
"Kak Dita itu kasar sama orang kayak kakak doang, kalau sama orang normal dia mah baik banget. Lagian kakak ngapain sih ngurusin pasangan kak Richard, kakak kan udah bukan siapa-siapa dia lagi"
"Iya aku tau, aku ini cuma mantannya Richard. Tapi aku itu masih sayang banget sama dia Nay"
"Kok kakak bisa a sayang sama banyak laki-laki? Aneh deh"
"Maksudnya ....?"
__ADS_1
"Iya kemarin kakak sayang sama suami orang, sekarang sayang sama calon orang. Kakak punya hobi nikung ya"
"NAYA, kamu jaga ya ucapan kamu" bentak Melati
"Kenpa marah? Aku ngomong gini kan sesuai dengan kenyataan. Lagian jadi cewek kok bisa-bisanya suka sama milik orang. Satu nggak cukup apa?"
"Aku udah nggak sama Zean lagi, kamu kok ngomongnya gitu sih Nay. Gini-gini aku lebih tua dari kamu loh. Kamu nggak sewajarnya ngomong kayak gitu ke aku"
"Kamu pisah sama Zean karena masih berfikir kalau kakak ku bakalan balik sama mu kan? Jangan mimpi deh, dengan semua yang udah kamu lakuin ke dia selama ini. Kamu masih ada muka buat minta kakak ku balikan sama mu?"
"Naya, aku ini beneran cinta sama Richard. Aku sama sekali nggak ada maksud buat ninggalin dia dulu. Aku ngelakuin itu juga karena terpaksa"
"Kamu terpaksa? Kamu ninggalin kakak aku yang cuma pekerja kantoran biasa demi suami orang yang sudah mapan. Dan sekarang pas kamu tau kalau kakak aku udah menduduki perusahaan papi, kamu datang dengan bawa-bawa ketulusan cinta? Gampang banget sih kata-kata itu keluar dri mulut mu" ucap Naya geram
"Aku harus buktikan apa lagi sama kamu Nay, kalau aku benar-benar cinta sama Richard"
"Kamu gak usah buktiin apa-apa lagi. Sekarang aku minta kamu menjauhi kakak aku, biarkan dia bahagia sama pasangannya. Dan aku harap ini terakhir kalinya aku lihat kamu"
"Nay, tega banget sih kamu sama aku" ucap Melati lirih
"Udah deh, aku masih banyak urusan mending kamu pulang" usir Naya
__ADS_1
Melati yang terkejut dengan ucapan Naya pun pergi meninggalakan rumah itu. ia sangat kesal dengan ucapan Naya barusan. Padahal tadi Ia sangat yakin jika Naya akan membantunya kembali lagi dengan Richard. Namun ternyata usahnya nihil tak membuahkan hasil sama sekali.